JUST DO IT !

Salah satu bab yang tertulis dalam buku

DARI BANGKU PUTIH KELUARGA MEL – MAKE YOUR DREAMS COME TRUE – Inspired by Melanthon Siagian adalah Unang Holan H – Just DO IT.

Unang Holan H-nya Pak Melanthon terdapat dalam prinsip PDCA yang sangat terkenal sehubungan dengan kegiatan Continuous Improvement.

Meskipun di setiap akhir Meeting QCC atau SGA semuanya sudah terencana dengan baik, termasuk PIC maupun tanggal mulainya, namun D – Do menjadi satu sesi yang susah dilakukan. Para Supervisor Lapangan seringkali harus selalu diingatkan dengan DO IT untuk menggerakkan mereka dalam roda putaran PDCA.

DO IT merupakan singkatan dari :

D – Define problem

O – Open mind

I – Identify best solution

T – Transform

DEFINE PROBLEM

Meskipun kelihatannya sederhana, tetapi ternyata banyak juga orang yang tidak mengenal permasalahan mereka sendiri. Bukan berarti mereka tidak punya masalah akan tetapi mereka tidak tahu apa sesungguhnya permasalahan yang mereka hadapi.  Kalau Anda sudah mengetahui permasalahan yang Anda hadapi itu bagus. Langkah-langkah berikut akan membantu Anda untuk mendefinisikan permasalahan Anda :

  • Pastikan bahwa Anda sedang mencari permasalahan bukan hanya gejala-gejala dari permasalahan. Untuk itu tanyakan kenapa masalah tersebut terjadi berulang-ulang hingga Anda memperoleh akar permasalahannya.
  • Gambarkan diagram tulang ikan dari permasalahannya. Apabila permasalahannya terlalu luas maka coba persempit atau breakdown kedalam ukuran yang lebih kecil.
  • Buat ringkasan dari permasalahan kedalam suatu bentuk format yang sederhana. Robert W. Olsen*) menyarankan bahwa cara yang paling baik adalah dengan menuliskan beberapa masalah dalam dua kata, kemudian pilihlah yang paling bagus.

OPEN MIND

Apabila Anda sudah mengetahui masalah yang akan Anda pecahkan, maka selanjutnya Anda mencarikan solusi pemecahannya. Dalam tahap ini kita mencoba mendapatkan sebanyak mungkin ide-ide. Walaupun ide yang kelihatannya jelek, tapi bisa saja menjadi bibit ide yang cemerlang. Ingat bahwa orang-orang memiliki perspektip yang berbeda-beda terhadap suatu masalah, oleh karena itu Anda harus terbuka terhadap ide-ide yang ada. Orang biasanya tergoda untuk menetapkan ide bagus yang pertama tanpa memperhatikan ide-ide yang lainnya.  Apabila Anda melakukan hal ini maka Anda akan kehilangan banyak solusi-solusi yang lebih baik.

IDENTIFY THE BEST SOLUTION

Dalam tahapan ini Anda memilih ide yang terbaik dari sejumlah ide yang Anda peroleh. Teknik Pengambilan keputusan ( Decision Making ) dengan Analisa Pohon Keputusan ( Decision Tree Analysis )  akan membantu Anda untuk memilih solusi yang terbaik. Ketika Anda sedang memilih solusi yang terbaik, Anda harus selalu ingat apa sasaran dari perusahaan atau departemen atau Anda sendiri. Biasanya Pengambilan Keputusan akan menjadi lebih mudah dengan cara demikian.

TRANSFORM

Setelah mengidentifikasi masalah-masalah yang ada dan mendapatkan solusinya, maka langkah terahir adalah mengimplementasikan solusi tersebut. Untuk memudahkan Anda untuk mengimplementasikan solusi yang sudah Anda tetapkan maka Anda perlu menyusun Action Plan atau rencana yang akan Anda lakukan secara tahap demi tahap. Dalam menjalankan action plan dibutuhkan waktu dan energy yang bisa saja kalau Anda tidak sungguh-sungguh maka Anda tidak akan memperoleh hasil yang optimal. Banyak orang-orang yang sangat kreatif sekalipun gagal dalam tahapan ini karena mereka tidak menjalankannya dengan sungguh-sungguh.

*) Robert W Olsen dalam bukunya ‘The Art of Creative Thinking’.

Ronny Siagian
Advertisements

ANTUSIAME DALAM BEKERJA

Berikut ini adalah cerita singkat yang saya perhatikan dari seorang anak muda saat pertama kali diterima bekerja – setelah menganggur beberapa lama. Dia tinggal di sebuah kamar kost bersama teman sekampungnya yang sudah terlebih dahulu bekerja. Jadi tidaklah mengherankan kalau dia sangat SENANG setelah menerima telepon pemberitahuan diterima bekerja di salah satu perusahaan yang ada di kawasan industri di Jakarta. Sepertinya dia merasakan badanya lebih ringan dan nafasnya sepertinya lebih segar ketika kalimat TERIMA KASIH TUHAN keluar dari mulutnya.

 Memang beberapa hari yang lalu dia mengikuti wawancara di salah satu perusahaan Jepang, namun dia tidak yakin akan diterima bekerja disana, mengingat waktu itu dia seperti dilecehkan oleh orang yang mewawancarainya. Dibukanya kembali file lamaran dan catatan-catatan yang ada di sudut kamarnya, ingin mencari informasi yang lebih lengkap dari perusahaan yang barusan meneleponnya. Dengan hati yang berbunga-bunga dia menghempaskan badannya diatas tempat tidurnya yang selalu berantakan. Kali ini dirapikannya tempat tidurnya dan sejenak dia berhenti sambil berpikir APA YANG HARUS DIPERSIAPKAN untuk memulai pekerjaan nanti. Dia membuka lemari pakaian plastik untuk mencari pakaian yang cocok untuk dikenakan saat bekerja nanti. Entah siapa yang diajaknya berbicara lewat telepon, barangkali dia bercerita dengan orang tuanya atau pacarnya atau temannya, entahlah tapi tampaknya suatu perbincangan yang menyenangkan.

 Dia SEPERTI TIDAK SABAR menunggu untuk mulai bekerja sesuai dengan jadwal yang sudah disepakati. Dengan sembunyi-sembunyi dia melintas di depan kantor yang nantinya akan menjadi kantor barunya. Dia mencoba membayangkan seperti apa lingkungan kerjanya, seperti apa bosnya  atau teman bekerjanya, dan dia BERTEKAD DALAM HATI “saya akan bekerja dengan baik !”.

Pagi-pagi sekali sang karyawan berangkat kerja dengan SEMANGAT, dia tidak mau terlambat. Agar tidak terlihat terlalu kepagian dia menunggu di warung yang tidak jauh dari kantor baru, karena memang masih terlalu pagi untuk ngantor atau bekerja. Sambil merapikan pakaian dan rangsel hitamnya dia mengambil langkah awal bekerja.

 Padahal SENYUMNYA TULUS tapi dia masih terlihat kaku ketika berkenalan dengan para karyawan. Semua informasi di hari pertamanya ditangkap dengan hati-hati dan kemudian direnungkan kembali di kamar kostnya. Setiap pagi dia bangun lebih awal, mandi lebih awal, berpakaian lebih awal persis seperti ketika mau berangkat piknik bersama keluarga ketika masih kecil. HARI-HARINYA MENYENANGKAN, wajahnya selalu berseri-seri, selalu ada senyum di bibirnya, seolah-olah setiap hari ia memenangkan lotere saja.

 Apakah Anda pernah mengalami hal yang seperti itu ? Mungkin ketika diterima sebagai karyawan baru, ketika dipromosikan untuk jabatan yang baru, ketika mendapatkan proyek baru atau ketika menjalankan bisnis yang baru. Apakah perasaan seperti itu masih Anda rasakan hingga saat ini ? Seandainya seperti itu. Inilah yang saya katakan dengan ANTUSIASME DALAM BEKERJA.

 Ronny Siagian

BE HAPPY AT WORK

Mungkin Ada pernah memperhatikan seseorang yang tampangnya cemberut setiap hari, bahkan setiap pagi ketika mau berangkat kerja perutnya selalu mulas. Pasti orang tersebut tidak menikmati pekerjaannya atau jangan-jangan ada seseorang yang mengancamnya di tempat kerjanya. Ada beberapa faktor yang mempengaruhi kita didalam menikmati pekerjaan, yaitu lingkungan, teman kerja dan jenis pekerjaan itu sendiri.

Berikut saya berikan 5 Tips yang dapat Anda ikuti agar lebih menikmati pekerjaan Anda.

 Tetapkan pekerjaan yang Anda sukai

Tidak satu orangpun yang bisa menikmati semua pekerjaan dari A sampai Z. Ada beberapa pekerjaan dimana seseorang lebih  menikmatinya dibandingkan orang lain. Agar Anda bisa senantiasa menikmati pekerjaan Anda, maka dari awal sebelum memilih pekerjaan Anda sudah harus menentukan pekerjaan apa saja yang Anda harus pilih. Anda akan menghabiskan waktu untuk menyesuaikan diri dengan pekerjaan yang sangat menjengkelkan Anda.

 Saya harus menikmati kerja saya hari ini

Sekarang Anda sudah dapat pekerjaan maka  tanamkanlah pernyataan ini dalam benak Anda: “Saya harus menikmati kerja saya hari ini”. Ketika Anda sudah memposisikan diri untuk menikmati pekerjaan Anda, maka kemungkinan besar hal itu akan terjadi. Mulailah bergerak dari sudut positip, niscaya Anda akan menemukan bahwa segala sesuatunya akan lebih indah.

 Aktif dan Profesional

Jangan bersikap pasif dalam bekerja. Kebanyakan orang yang bekerja pasif tidak bisa menikmati apa yang mereka kerjakan bahkan akhirnya mereka menjadi bosan. Apabila Anda aktif dan professional dalam apa saja yang Anda kerjakan maka Anda pasti memperoleh hasil yang bagus.

 Menyukai Feedback

Mintalah feedback dari rekan kerja dan pimpinan Anda. Orang yang bekerja dengan baik justru akan mendapatkan feedback positip yang lebih banyak. Manfaatkanlah hal ini untuk meningkatkan moral Anda dalam bekerja. Moral yang lebih baik akan menghasilkan performa yang lebih baik. Jadi cobalah menciptakan suatu loop feedback positip yang akan memperbaiki kenerja Anda dalam bekerja.

 Belajar berkata Tidak

Beberapa orang susah mengatakan “tidak” meskipun hal tersebut tidak bisa dipenuhinya. Bersepakat dengan tugas yang tidak mungkin Anda kerjakan akan membuat Anda stress dan tidak nyaman bekerja. Belajarlah untuk mengatakan ”tidak” bahkan kepada pimpinan Anda  kalau memang hal tersebut tidak bisa Anda kerjakan. Hal itu tidak menunjukkan bahwa Anda tidak mampu tapi justru memperlihatkan profesionalisme Anda.

 Ronny Siagian

KIAT MENGATASI STRESS

Saya nggak pernah tahu seperti apa wajah saya kalau lagi serius kerja, untunglah ada teman saya yang menegur “Pak, wajahnya serem kalau lagi seius”. “Masa, padahal saya nggak merasa terlalu serius”. Kemudian saya mulai belajar untuk bisa bekerja serius tapi santai. Berikut adalah cara-cara yang saya terapkan :

Tersenyum kepada setiap orang

Bangun pagi saya membiasakan diri untuk tersenyum kepada istri bahkan kepada embun pagi yang segar. Tersenyum kepada satpam, office boy dan semua orang yang saya temui di kantor. Hampir semua mereka membalas senyuman saya dengan senyuman juga.

 Duduk dengan tegak

Posisi duduk yang tegak akan membuat paru-paru, jantung, otot dan saraf tetap rileks. Tapi kebiasaan duduk saya dari kecil sudah kurang bagus, sehingga saya harus kerja keras untuk memperbaikinya. 

 Memberi pujian kepada orang lain

Saya membiasakan diri untuk mengancungkan jempol kepada teman kerja yang saya lihat melakukan pekerjaannya dengan baik. Kadang-kadang saya berikan tulisan di kertas bahwa dia melakukannya dengan baik dan SMS sangat tepat untuk hal ini. Tapi sebaliknya saya dengan sopan menegur rekan kerja yang melakukan hal-hal yang nyata tidak baik.

 Bersahabat dengan orang periang

Ternyata kalau kita banyak bergaul dengan orang yang ceria, secara tidak sadar kita juga jadi ikut-ikutan ceria. Tidak diragukan lagi kalau orang yang ceria jarang stress karena pada saat itu paru-paru, jantung, otot dan saraf kita bisa lebih rileks.

 Berpikir positip dalam menghadapi setiap permasalahan

Apapun yang terjadi saya coba untuk berpikir dari sisi yang positip. Meskipun saya harus sering berlatih.

 Berbicang secara santai, akrab serta komunikatif

Nah ini yang saya perlu hati-hati, karena salah-salah bisa dianggap kurang serius. Karena banyak orang beranggapan bahwa orang yang berbicara santai adalah orang yang kurang serius bekerja.

 Menonton film humor

Saya lebih senang menonton Tom Jerry, Mickey Mouse atau Mr. Bean daripada Die Hard, Speed apalagi Hantu Jeruk Purut.

 Berolah raga secara rutin

Yang terkahir ini juga masih susah saya kerjakan. Paling juga berenang setiap minggu. Saya tidak disiplin berjalan minimal 15 menit setiap pagi. Saya akan usahakan.

 Ronny Siagian

MAU HIDUP LEBIH LAMA ? OPTIMIS !

Ada banyak orang yang mempunyai tips-tips agar tetap  awet muda dan hidup lebih lama. Dan memang banyak orang yang berusaha untuk bisa hidup lebih lama, yaitu dengan cara berolah raga, therapy medis, mengatur pola makan dan dengan mengkonsumsi berbagai makanan atau minuman suplemen.

Orang selalu berkata bahwa umur manusia ada di tangan Tuhan. Benar, tapi manusia juga diberi akal budi untuk menjaga kesehatan agar bisa panjang umur.

Akhir-akhir ini sekolompok peneliti dari University of Pitsburg yang dipimpin oleh DR. Hillary Tindle membuat suatu kesimpulan bahwa “Orang yang Optimis akan hidup lebih lama“.

Para peneliti ini mengkaji angka rata-rata kematian dan kondisi kesehatan kronis di kalangan 100,000 perempuan yang berusia 50 tahun ke atas sejak 1994. Perempuan yang memiliki sifat optimistis – yaitu orang yang selalu memperkirakan sesuatu yang baik akan terjadi dan bukan sesuatu yang buruk, yang mempercayai orang lain dan bukan curiga terus – lebih jarang mengalami penyakit yang macam-macam, seperti sakit jantung, stroke, kanker, diabetes dan lain-lain.

Kemudian saya bertanya-tanya, kenapa orang yang optimis bisa hidup lebih lama. Saya jawab dengan begini :

  • Orang yang optimis selalu memandang sesuatu dengan positif. Positif berarti sesuatu yang semakin besar, sebaliknya yang negative adalah sesuatu yang berkurang.
  • Orang yang optimis lebih banyak berpikir agar apa yang diinginkannya tercapai. Kata orang bijak, otak manusia akan lebih awet apabila sering dipergunakan untuk berpikir, kalau orang malas berpikir maka otaknya juga cepat tua.
  • Orang yang optimis lebih banyak bekerja sesuai dengan yang sudah direncanakan atau diharapkan. Orang yang banyak bekerja akan membuat tubuh atau raga lebih terlatih, sehingga anggota tubuh selalu berfungsi dengan benar dan sehat.
  • Orang yang optimis lebih banyak bergaul dengan orang ataupun lingkungan. Orang yang banyak bergaul akan lebih banyak menggunakan hati atau perasaan, dengan demikian jiwanya lebih terlatih dan sehat.

Ini semua hanya pemikiran saya saja. Tapi saya setuju dengan hasil penelitian Dr. Hillary Tindle, “Orang yang Optimis, hidup lebih lama”. Tapi untuk apa hidup ? Pertanyaan yang sangat hakiki ini masing-masing kita menjawabnya.

Ronny Siagian

OPTIMIS DISAAT KRISIS

Bagaimana mungkin kita bisa optimis, sementara banyak negara termasuk Indonesia menyatakan bahwa mereka pesimis untuk mencapai target yang sudah ditetapkan sebelumnya. Sepertinya tidak masuk akal, kalau seorang karyawan yang bekerja di suatu perusahaan  yang aktivitas perusahaannya sudah menurun karena krisis global  masih memiliki rasa optimisme.

Optimisme adalah suatu keyakinan untuk bisa melakukan dan mencapai sesuatu karena kita sudah menempatkan diri pada posisi yang benar menuju sesuatu tersebut tanpa bergantung kepada kenyataan masa lalu, atau masa kini bahkan ramalan di masa yang akan datang – Ronny Siagian –

Optimisme melibatkan hati untuk bertekad dan kepala untuk berpikir dan tangan untuk melaksanakannya dengan sungguh-sungguh. Jadi optimisme tidak hanya mengendap didalam hati tapi harus disalurkan kedalam pikiran untuk mencari strategi atau cara-cara untuk mewujudkannnya dan selanjutnya memberikan kesempatan kepada hati dan pikiran untuk menggerakkan tangan kita untuk mengeksekusinya. Inilah yang saya katakan optimisme.

Sekarang posisi Anda ada dimana ? Apakah Anda menjadi orang yang optimis atau orang yang pesimis tanpa cita-cita, tanpa harapan sehingga tidak berusaha berpikir, dan tidak bertindak apa-apa ( do nothing ).  Atau mungkin Anda masih melakukan aktivitas yang biasa-biasa saja sama seperti kemarin, itu berarti Anda tinggal menunggu saatnya untuk jatuh.

Akhir-akhir ini saya perhatikan banyak karyawan yang terkejut dan tidak bisa menerima akibat dampak krisis global terhadap diri mereka, seperti pemutusan hubungan kerja, dirumahkan, diturunkan jabatannya, pendapatannya berkurang, hilangnya fasilitas dan dampak lainnya. Sebaliknya ada juga beberapa orang yang sangat memaklumi krisis global sebagai pembenaran atas kegagalan mereka.

Dimanapun posisi Anda saat ini, jangan biarkan krisis global menurunkan performa Anda, Jangan biarkan masa lalu mengganggu cita-cita Anda, justru peristiwa atau tindakan di masa lalu harus dijadikan sebagai pelajaran untuk mendapatkan yang lebih baik di masa yang akan datang. Apakah Anda merasa bahwa sikap Anda di masa yang lalu kurang baik, sekarang tentukan sikap Anda untuk lebih baik di masa yang akan datang. Apakah strategi Anda di masa yang lalu kurang berhasil, sekarang pelajari hal-hal apa saja yang membuat hal itu kurang berhasil, temukan solusinya dan tetapkan starategi baru yang lebih baik di masa yang akan datang. Inilah yang saya katakan Optimis.

Apapun yang terjadi itulah yang terbaik, tapi sebelum itu terjadi lakukanlah yang terbaik – Ronny Siagian –

Ronny Siagian

SURVIVAL IN THE GLOBAL CRYSIS

Kiat Karyawan untuk Menghadapi Krisis Global

 Entah Anda memahami latar belakang Krisis Global yang terjadi saat ini atau tidak, tapi kelihatannya krisis yang berawal dari negara adikuasa Amerika Serikat itu, terasa juga di negara kita Indonesia ini. Meskipun dampak krisis global tidak berdampak sangat serius tapi ada juga beberapa perusahaan yang harus mengurangi  jam kerja bahkan mengurangi tenaga kerjanya mereka.

 “Sejauh ini, dari laporan kira-kira ada enam perusahaan yang sudah melakukan PHK. Tapi tidak bisa saya sebutkan. Jumlah karyawan yang terkena PHK itu mencapai 1.200-an orang. Perusahaan yang melakukan PHK itu kebanyakan di sektor manufaktur, khususnya garmen” kata  Menteri Tenaga Kerja dan Trasmigrasi ( Mennakertrans ) Erman Suparno, Kamis 30 Oktober 2008.

 Beruntunglah Anda yang masih tetap bekerja hingga saat ini, dan mudah-mudahan Anda tetap bisa bertahan di Era Krisis Global yang banyak mengancam para karyawan di banyak perusahaan. Namun agar Anda tidak hanya menunggu nasib yang ditentukan oleh pihak perusahaan, maka saya akan mencoba memberikan kiat – yang sebenarnya tidak terlalu susah – agar tetap dipekerjakan oleh bos Anda, yaitu :

 Memahami Problem Perusahaan

Ternyata banyak juga karyawan yang tidak mengerti problem yang dialami oleh perusahaan dimana dia bekerja. Ya memang tidak semua problem suatu perusahaan dibiarkan untuk diketahui oleh karyawannya, tapi Anda bisa saja melihat secara umum dari kesibukan perusahaan, seperti penjualan dan pengiriman, kesibukan produksi dan mungkin dari kebijakan yang diambil oleh pihak manajemen.

 Menempatkan Diri dengan Tepat

Dengan memahami problem yang sedang dialami oleh perusahaan Anda, maka seyogianya Anda bisa menempatkan diri Anda dengan tepat. Jangan pada saat perusahaan Anda sedang mengalami problem keuangan tapi Anda malah melakukan kegiatan-kegiatan yang menghabiskan uang. Mungkin saja kegiatan Anda tersebut tidak salah bahkan mungkin merupakan suatu terobosan yang bagus tapi sebaiknya Anda mempertimbangkannya dari sisi problem perusahaan.

 Membantu Perusahaan

Anda akan tetap dipekerjakan meskipun perusahaan Anda sedang mengalami masalah keuangan apabila Anda selalu menunjukkan usaha untuk membantu perusahaan. Seperti saya sudah katakan sebelumnya bahwa sebenarnya usaha membantu perusahaan untuk menghadapi masalah mereka tidaklah terlalu susah, yaitu :

 Ikut Aturan

Ikuti saja peraturan yang berlaku di perusahaan Anda. Memang agak mengkuatirkan apabila selama ini Anda sudah terbiasa tidak mengikuti peraturan, tapi mulai sekarang ikutilah semua peraturan yang berlaku.

 Disiplin

Disiplin merupakan kunci utama untuk mempertahankan diri supaya tetap dipekerjakan oleh perusahaan. Ada beberapa kegiatan yang membutuhkan disiplin yang lebih dari sekedar mengikuti peraturan.

 Kreatif

Kembangkan kreatifitas Anda dalam membantu perusahaan memecahkan masalahnya. Tentu kreatifitas yang dimaksudkan adalah sesuatu yang bisa mengurangi bahkan menghilangkan biaya yang selama ini dikeluarkan oleh perusahaan, atau sesuatu yang bisa memberi nilai tambah bagi perusahaan.

 Pintar Mencari Peluang

 Saya tidak menyarankan Anda supaya pintar mencari muka kepada pimpinan tapi pintar mencari peluang dimana Anda bisa berperan untuk membantu pimpinan atau perusahaan Anda. Karyawan yang selalu memperhatikan situasi perusahaan dan bisa membaca pikiran dari pimpinan adalah karyawan yang bisa dengan cepat menemukan peluang untuk membantu pimpinannya.

 Tulus dalam Bekerja

 Kesemua kiat diatas akan gagal atau setidaknya akan membuat Anda kecewa ketika Anda melakukannya dengan terpaksa hanya untuk diri Anda sendiri. Oleh karena itu cintailah pekerjaan Anda dan bekerjalah dengan tulus, maka Anda akan mendapatkan manfaat yang besar bagi jiwa dan karier Anda.

 Selamat bekerja, berkarya dan berprestasi.

 Ronny Siagian