IT’S ME

Ya inilah saya. Menurut Anda, kalimat seperti ini biasanya diucapkan oleh siapa ? Apakah dari orang yang rendah hati ? orang yang mengalah ? atau malah dari orang yang tidak mau kalah ? orang yang punya prinsip ? atau pecundang ? pendendam. Kelihatannya menjadi misteri bagi kita yang tidak mengenal siapa yang mengucapkannya. Kalau yang mengucapkan kalimat itu adalah saudara, suami atau istri Anda, mungkin Anda akan cepat mengidentifikasi karakternya. Bagaimana kalau dia adalah anak buah Anda di kantor ? apakah Anda berharap banyak dari dia ? Kalau kalimat ini diucapkan oleh anak buah Anda, kelihatannya Anda akan kesal dengan dia. Nah sekarang bagaimana kalau ucapan itu adalah ucapan dari Anda sendiri ? karakter apa yang akan Anda cocokkan dengan diri Anda sendiri ?

EXCUSE ME

Ada orang yang selalu menyalahkan dirinya sendiri sampai dia tersiksa bahkan bisa menjadi gila oleh karenanya. Jadi kalau orang tersebut memaafkan dirinnya sendiri, maka hal itu adalah sangat baik karena dengan demikian kejiwaannya menjadi lebih baik. Tapi yang saya maksudkan adalah kebiasaan untuk memaafkan diri untuk kegagalan yang seharusnya tidak perlu terjadi. Seseorang yang memaafkan dirinya karena tidak mendapatkan pekerjaan dan berkata “memang sekarang lagi susah cari kerja, jadi wajarlah kalau saya belum mendapatkannya” padahal dia tidak berusaha dengan sungguh-sungguh untuk mencari pekerjaan. Itu namanya bukan memaafkan diri untuk kebaikan tapi memaaflkan diri yang mematikan. Sampai kapan dia akan bertahan demikian, emang makan darimana kalau tidak mendapatkan penghasilan.

Mungkin secara tidak kita sadari bahwa kita sering menenangkan diri dengan memaafkan diri kita atas kesalahan-kesalahan, kegagalan-kegalan atau ketidakmampuan kita sendiri. Tapi hal itu sering sekali karena kekurangaan atau kelemahan kita, bukan karena situasi yang membuat kita tidak bisa melakukannya. Sebenarnya ada satu cara yang paling ampuh didalam mencegah supaya kita tidak selalu memberikan berbagai macam alasan dan selalu memaafkan diri kita karena kegagalan kita, yaitu : selalu berusaha, meskipun dari hal-hal kecil.

UNGKAPAN KITA MENJADI PENAGIH KITA

Banyak orang yang bilang bahwa “apa saja yang bisa kita pikirkan pasti bisa kita kerjakan”. Banyak orang yang tidak terlalu setuju dengan ungkapan tersebut. Kenapa ? karena mereka tidak mau dikatakan orang yang banyak ngomong, apalagi kalau mereka gagal dalam hal tersebut.

Ketika kita berani berkata “saya bisa”, maka ungkapan tersebut akan menjadi saksi atas komitmen kita sendiri dan membuat kita seperti dikejar-kejar oleh janji kita sendiri. Kalau kita tidak berhasil maka kita menjadi malu, sehingga kita selalu ingin mewujudkan pernyataan kita tersebut. Minimal kita selalu berusaha untuk mencapainya. Paling tidak ada usaha untuk menuju ke sana. Oleh karena beranikanlah untuk memproklamirkan suatu ungkapan “saya bisa” dalam sesuatu yang baik yang kita cita-citakan.

Ronny Siagian

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s