GRUMBLE and GRUNDEL

MENGELUH TERUS

Entah berapa lobang yang selalu saya lewati setiap hari di sepanjang perjalanan saya pergi-pulang kerja. Ada juga pembatas busway dan banyaknya portal perumahan yang menghalangi perjalanan saya. Selain itu masih ada lagi kekurangan-kekurangan  yang saya temui di sepanjang jalan, seperti pedagang kaki lima yang mengambil tempat hampir separuh jalan, para peminta-minta di setiap lampu merah, ulah para sopir angkot yang menyebalkan dan masih banyak lagi.

Setiap hari saya terpancing untuk mengeluarkan komentar kekecewaan, mencak-mencak dan mengeleng-geleng kepala, sampai-sampai teman saya bilang “ Jangan terlalu dipikirin, nanti bisa sakit Pak “. Saya pikir dia benar, karena saya menjadi kesal, mungkin ini yang dikatakan orang “ tua di jalanan “. Saya kemudian membayangkan kalau sikap saya direkam di video, pasti saya akan disebut sebagai orang yang bersikap negatip atau mungkin pecundang, wah gawat !

Kebiasaan mengeluh atau grundel bisa menurunkan kredibilitas kita dan kelihatannya memang tidak profesional. Kalau keluhan kita ditanggapi mah mending, masalahnya jarang sekali orang yang mau bersabar mendengarkan orang yang mengeluh melulu. 

NIKMATI SAJA

Akhirnya saya mulai menikmati perjalanan saya. Saya mengambil pelajaran positip dari setiap kejadian yang saya temui di jalan. Saya mulai berpikir dan ingin tahu kenapa jalan raya cepat rusak. Saya belajar cara berbisnis para pedagang kaki lima, gaya hidup para peminta-minta dan terkadang saya bercanda dengan mereka. Saya juga mulai belajar tersenyum akrab menegor supir angkot yang ugal-ugalan. Kelihatannya saya menjadi malu kalau mau bersungut-sungut tanpa ada sesuatu yang bisa saya kerjakan.

Para peneliti sudah membuktikan bahwa tindakan sederhana yang disebut SMILE menyebabkan otak kita melepaskan aliran kimiawi yang disebut endorphins yang membuat kita lebih nyaman. Tapi tanpa para pakar kesehatanpun kita sudah bisa lihat bahwa orang yang banyak tersenyum kelihatannya lebih cantik atau lebih menarik.

JANGAN SALAH ALAMAT

Lantas bagaimana dengan kekurangan-kekurangan tadi, apakah dengan sendirinya terselesaikan ? Tentu tidak ! Saya harus belajar mengalamatkan informasi atau ide saya ke alamat yang benar, apakah kepada Polisi, Lurah, Menteri, DPR  atau YLKI ? Rasanya saat ini saya belum tahu pasti, mungkin juga karena saya tidak berani, atau karena saya tidak mau repot. Untunglah selalu ada orang yang perduli dan memiliki solusi yang bijaksana terhadap kekurangan-kekurangan tersebut , dan maafkan  saya yang hanya menikmati hasil perjuangan Anda sekalian. Saya akan mencoba mengerjakan apa yang bisa saya lakukan, barulah bicarakan pada orang yang bisa diajak bicara, tetapi ingat jangan bernada mengeluh apalagi sambil melebih-lebihkan masalah. Bicarakan secara profesional dan netral. Yang lebih penting lagi jangan menyalahkan suatu kondisi yang membuat Anda tidak puas dan jangan menyudutkan satu atau sekelompok orang yang Anda anggap bersalah.

Ronny Siagian

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

w

Connecting to %s