MIDDLE AGE

Ketika merekrut karyawan-karyawan baru yang akan bekerja di ISTW, saya selalu melihat tanggal kelahiran mereka. Saya cemburu dengan umur mereka yang rata-rata masih dua puluhan tahun. Rasanya saya ingin kembali ke zaman usia dua puluhan tahun agar saya bisa mengulang kehidupan yang lebih baik. Saya menyesal telah menyia-nyiakan waktu saya untuk hal-hal yang kurang baik. Tapi untunglah saya sadar bahwa yang sudah berlalu tidak mungkin bisa diulang lagi, semuanya harus kita terima dan disyukuri.

Ada beberapa orang bijak bilang “yang penting bukan kapan kamu mulai tapi bagaimana kamu melakukan yang terbaik saat ini”. Dalam hati saya berjanji saya akan melakukan yang terbaik mulai saat ini. Kadang-kadang saya sering diperhadapkan dengan pandangan yang sengaja disuguhkan oleh dunia kepada saya untuk menggapai kesuksesan materi dan jabatan. Meskipun semua itu sangat penting tapi saya belajar untuk menyikapinya dengan berkata dalam hati “aku akan tetap berusaha melakukan yang terbaik dalam hidupku dan kebahagiaan hidupku adalah kesuksesanku”.

Mungkin saat ini kita merasa sudah terlalu tua untuk melakukan sesuatu, seperti semuanya sudah terlambat. Mungkin kita merasa bahwa berkarya dan berkreasi adalah bagian dari anak-anak muda dan karyawan-karyawan baru. Ini hanya contoh saja, Dolly Parton mampu menciptakan album terbarunya bahkan mencapai sukses  pada saat usianya sudah 62 tahun. Katsusuke Yanagisawa di usianya yang ke 71 menaklukkan puncak gunung Everest, sementara di base camp Yuichiro Miura (75 tahun) dan Min Bahadur Sherchan (77 tahun) sudah bersiap-siap untuk mendaki gunung tersebut. Pasti Anda juga mengenal beberapa orang yang mengawali kesuksesan di usianya yang sudah relatif tua. Kita tidak bisa mengatakan “itu kan hanya beberapa orang saja dari sekian juta orang”.

Orang yang paling dekat dengan saya yang membuat saya tetap terinspirasi untuk melakukan yang terbaik adalah kakak perempuan saya yang sudah berusia 51 tahun memulai perkuliahannya di Fakultas Hukum di salah satu perguruan tinggi di Medan. Ketika saya tanyakan apa motivasinya, jawabnya adalah “saya tidak mau hanya menyesali masa lalu saya”

Mohon maaf, tulisan ini saya buat untuk memotivasi saya  ( dan saya bagikan kepada teman-teman mana tahu dibutuhkan ) agar selalu berusaha untuk melakukan yang terbaik. Teman-teman saya bilang “baru sadar ya ?, terlambat !”. Tak masalah apa yang akan aku dapatkan, yang penting aku tetap berusaha.  Bangkitlah Hai Semangatku !

Ronny Siagian
Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s