ANTUSIAME DALAM BEKERJA

Berikut ini adalah cerita singkat yang saya perhatikan dari seorang anak muda saat pertama kali diterima bekerja – setelah menganggur beberapa lama. Dia tinggal di sebuah kamar kost bersama teman sekampungnya yang sudah terlebih dahulu bekerja. Jadi tidaklah mengherankan kalau dia sangat SENANG setelah menerima telepon pemberitahuan diterima bekerja di salah satu perusahaan yang ada di kawasan industri di Jakarta. Sepertinya dia merasakan badanya lebih ringan dan nafasnya sepertinya lebih segar ketika kalimat TERIMA KASIH TUHAN keluar dari mulutnya.

 Memang beberapa hari yang lalu dia mengikuti wawancara di salah satu perusahaan Jepang, namun dia tidak yakin akan diterima bekerja disana, mengingat waktu itu dia seperti dilecehkan oleh orang yang mewawancarainya. Dibukanya kembali file lamaran dan catatan-catatan yang ada di sudut kamarnya, ingin mencari informasi yang lebih lengkap dari perusahaan yang barusan meneleponnya. Dengan hati yang berbunga-bunga dia menghempaskan badannya diatas tempat tidurnya yang selalu berantakan. Kali ini dirapikannya tempat tidurnya dan sejenak dia berhenti sambil berpikir APA YANG HARUS DIPERSIAPKAN untuk memulai pekerjaan nanti. Dia membuka lemari pakaian plastik untuk mencari pakaian yang cocok untuk dikenakan saat bekerja nanti. Entah siapa yang diajaknya berbicara lewat telepon, barangkali dia bercerita dengan orang tuanya atau pacarnya atau temannya, entahlah tapi tampaknya suatu perbincangan yang menyenangkan.

 Dia SEPERTI TIDAK SABAR menunggu untuk mulai bekerja sesuai dengan jadwal yang sudah disepakati. Dengan sembunyi-sembunyi dia melintas di depan kantor yang nantinya akan menjadi kantor barunya. Dia mencoba membayangkan seperti apa lingkungan kerjanya, seperti apa bosnya  atau teman bekerjanya, dan dia BERTEKAD DALAM HATI “saya akan bekerja dengan baik !”.

Pagi-pagi sekali sang karyawan berangkat kerja dengan SEMANGAT, dia tidak mau terlambat. Agar tidak terlihat terlalu kepagian dia menunggu di warung yang tidak jauh dari kantor baru, karena memang masih terlalu pagi untuk ngantor atau bekerja. Sambil merapikan pakaian dan rangsel hitamnya dia mengambil langkah awal bekerja.

 Padahal SENYUMNYA TULUS tapi dia masih terlihat kaku ketika berkenalan dengan para karyawan. Semua informasi di hari pertamanya ditangkap dengan hati-hati dan kemudian direnungkan kembali di kamar kostnya. Setiap pagi dia bangun lebih awal, mandi lebih awal, berpakaian lebih awal persis seperti ketika mau berangkat piknik bersama keluarga ketika masih kecil. HARI-HARINYA MENYENANGKAN, wajahnya selalu berseri-seri, selalu ada senyum di bibirnya, seolah-olah setiap hari ia memenangkan lotere saja.

 Apakah Anda pernah mengalami hal yang seperti itu ? Mungkin ketika diterima sebagai karyawan baru, ketika dipromosikan untuk jabatan yang baru, ketika mendapatkan proyek baru atau ketika menjalankan bisnis yang baru. Apakah perasaan seperti itu masih Anda rasakan hingga saat ini ? Seandainya seperti itu. Inilah yang saya katakan dengan ANTUSIASME DALAM BEKERJA.

 Ronny Siagian

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s