PERCAYA DIRI ( Bagian 3 Habis )

MENGEMBANGKAN RASA PERCAYA DIRI

self confidenceBanyak sekali teori yang bisa kita pelajari untuk mengembangkan rasa percaya diri, bahkan saat ini kita tidak akan terlalu sulit menemukan sekolah, kursus-kursus atau seminar yang bisa diikuti untuk mengembangkan rasa percaya diri kita. Apapun itu, Anda perlu mencobanya dan berusaha menerapkannya.

Ikutilah tips-tips berikut ini agar Anda bisa mengembangkan rasa percaya diri Anda.

  •  Jangan terlalu menilai diri.

Semakin lama Anda menilai diri Anda sendiri maka semakin banyak kelemahan yang Anda temui dalam diri Anda sendiri. Oleh karena itu tidak usah berlama-lama untuk menilai diri Anda sendiri. Memang teknik SWOT ( Strengths, Weaknesses, Obstacles and Threats) bisa digunakan untuk mengevaluasi diri sendiri, tapi sebaiknya tidak usah berlama-lama dalam mencari  tahu apa weakness Anda. Karena kalau Anda tidak bisa menyikapi kelemahan Anda dengan positif, maka bukan sesuatu yang baik yang Anda dapat, justru Anda menjadi semakin tidak percaya diri dengan semua kelemahan yang Anda miliki tersebut.

Dalam acara kebersamaan, ada kalanya setiap anggota team diminta untuk saling terbuka untuk memberitahukan kekurangan rekan kerjanya, dengan maksud agar orang tersebut bisa memperbaikinya. Tapi sering sekali team bukannya semakin solid malah semakin berantakan.

  •  Positive thingking

Continue reading

Advertisements

PERCAYA DIRI (Bagian 2)

MENGAPA ANDA TIDAK PEDE ?

Confidence_ImageApa reaksi Anda ketika Anda diberi kesempatan untuk mengerjakan suatu pekerjaan yang lebih besar yang belum pernah Anda lakukan sebelumnya ? Bagaimana perasaan Anda ketika diminta menghadap bos besar Anda ? Apakah Anda akan merasa bergairah untuk menyambut tantangan itu, atau mungkin malah takut ?

Saya yakin bahwa Anda memiliki keinginan untuk mendapatkan posisi yang lebih tinggi dalam karier Anda. Namun nyatanya, keinginan Anda hanya sekedar angan-angan. Mengapa demikian ? Karena Anda kurang percaya diri.

Kenapa seseorang menjadi kurang percaya diri dalam berbagai hal. Berikut adalah beberapa penyebab yang mungkin membuat seseorang kurang percaya diri, antara lain :

  • M i n d e r

Beberapa orang lebih memilih duduk di pojok ruangan pertemuan sosial atau di kursi belakang ruang rapat, karena dia merasa rendah diri atau minder ? Status sosial, latar belakang pendidikan dan penampilan bisa membuat seseorang menjadi minder.

Apabila Anda merasa seperti itu, ingatlah bahwa banyak tokoh atau pengusaha besar yang sukses tanpa memiliki pendidikan formal yang tinggi. Apabila Anda tidak memiliki pendidikan formal yang tidak terlalu baik, profil mereka tentu bisa membantu Anda untuk mengembangkan rasa percaya diri Anda. Memang banyak perusahaan atau instansi yang menjadikan latar pendidikan formal sebagai syarat untuk menduduki suatu posisi tertentu, kalau demikian mulailah berencana untuk mengikuti pendidikan formal. Tetapi ketika Anda berbicara, orang lain tidak melihat latar belakang pendidikan Anda, isi dan cara Anda menyampaikannya, itulah yang mereka lihat.

Jangan menjebak diri Anda sendiri ke dalam praktek yang membandingkan fitur terburuk Anda dengan fitur terbaik orang lain. Belum tentu orang tersebut sehebat yang Anda bayangkan, bisa saja Anda justru yang lebih hebat dari orang tersebut. Oleh karena yakinlah dengan segala kelebihan yang Anda miliki.

  • Penampilan

Continue reading

PERCAYA DIRI ( Bagian 1)

PDKetika Federasi Mountaineering Indonesia menunjuk Franky Kowaas sebagai perwakilan Indonesia untuk menaklukkan tujuh puncak  gunung tertinggi di tujuh benua di dunia (seven summitts), banyak orang yang meragukan kemampuannya. Alasan mereka adalah karena Franky tidak memiliki banyak pengalaman mendaki gunung dengan usianya yang sudah 47 tahun.  Namun Franky menepis keraguan itu dengan berkomentar demikian “Pengalaman mendaki gunung saya memang tidak banyak, hanya di Sulawesi Utara dan Papua, akan tetapi saya sudah 38 kali mendaki Cartensz Pyramid yaitu salah satu dari seven summitts yang terdapat di benua Australia dan Oceania. Saya juga banyak bertemu dengan seven summitters dan mereka bilang bahwa secara teknik dan fisik saya tidak ada masalah”.  Franky juga menjelaskan bahwa banyak pendaki yang sudah tua sukses menaklukkan puncak-puncak tertinggi dunia.

Ketika Presiden Republik Indonesia Susilo Bambang Yudoyono mengajukan nama Agus Dwi Martowardojo dan Raden Pardede sebagai calon Gubernur Bank Indonesia (BI), sebagian besar anggota Dewan Perwakilan Rakyat Republik Indonesia meragukan kemampuan mereka untuk memimpin BI dengan alasan bahwa mereka tidak cukup memiliki pengalaman. Meskipun kedua orang tersebut akhirnya gagal dalam uji kelayakan dan kepatutan ( fit and proper test ) yang diselenggarakan DPR tapi hal yang menarik adalah ketika Raden Pardede menyatakan bahwa dia tidak harus memiliki pengalaman sebagai Gubernur BI untuk menjadi Gubernur BI.

Memang latar belakang pendidikan, pengalamanan, IQ dan usia merupakan faktor yang mempengaruhi keberhasilan seseorang. Namun banyak orang yang tidak memiliki latar pendidikan yang tinggi, yang tidak memiliki IQ tinggi, orang-orang muda dan yang sudah lanjut usia sekalipun, tapi dengan kemauan, usaha, kerja keras dan rasa pecaya diri ( pede ) yang tinggi mereka bisa mencapai kesuksesan yang luar biasa.

Percaya diri terbentuk bukan dari apa yang Anda lakukan, namun dari keyakinan diri untuk melakukan segala sesuatu yang Anda inginkan. – Barbara De Angelis, PhD.

Percaya diri terbentuk bukan dari apa yang sudah Anda lakukan, namun dari keyakinan diri untuk melakukan sesuatu yang Anda inginkan. Percaya diri itu lahir dari kesadaran bahwa jika Anda memutuskan untuk melakukan sesuatu, sesuatu itu pula yang akan Anda lakukan.

Bila ingin mencapai kesuksesan, Anda harus terlebih dulu percaya pada diri Anda sendiri, karena Anda sudah meragukan diri Anda sendiri, maka kemungkinan besar Anda tidak akan berhasil dalam banyak hal. You can, because you think you can.

Ronny Siagian

BE POSITIVE

positive_thinking_1087895Pernahkah Anda mendengar komentar seseorang yang mengatakan “saya merasakan ada aura negatif di tempat ini”. Saya bilang dia sok tahu ! Tapi diam-diam saya mencoba  mengoptimalkan semua indera perasaan saya siapa tahu saya bisa merasakan seperti halnya orang tersebut. Ayo, mari ikut dengan saya membayangkan ketika kita berada dalam suatu ruangan dimana terdapat orang-orang yang selalu marah-marah, wajah sinis, penuh gossip, ucapan menyindir dan menyakiti hati, tekanan berlebihan, wajah stress mungkin kita akan setuju dengan komentar orang tersebut.  Sebaliknya mari kita bayangkan ketika kita berada dalam suatu ruangan dimana terdapat orang-orang yang selalu senyum, menyapa dengan ramah, kata-kata yang menghibur dan menguatkan, wajah ceria, kata-kata pujian dan penuh semangat oh.. indah sekali, mungkin ini namanya aura positif.

 Kalimat Positive Thinking mungkin sudah sering kita dengar, tapi mari kita coba bedakan berdasarkan objeknya, yaitu berpikir positif terhadap diri sendiri, berpikir positif terhadap orang lain, berpikir positif terhadap pekerjaan, dan berpikir positif terhadap dunia sekitar kita.

 a.     Positif terhadap diri sendiri

 Berpikir positif terhadap diri sendiri, berarti pertama-tama melihat dan menyikapi diri sendiri dari sisi positif. Termasuk dalam hal ini menerima diri sendiri, menyadari kekurangan dan kelebihan diri sendiri, menghargai diri sendiri, serta terutama membangun dan memimpin diri sendiri. Hasil paling nyata dari pikiran positif adalah lahirnya rasa percaya diri yang kuat namun sehat.

Bagaimana mungkin orang bisa berkembang dengan motivasi yang kuat apabila dia sendiri selalu berpikir negatif tentang dirinya sendiri. Sedikit-sedikit menyalahkan diri sendiri. “Ah, dasar gue emang bodoh, emang gue dilahirkan menjadi pecundang, gue nggak pernah benar”.

Pikiran negatif seperti itu akan menteror Anda habis-habisan, dan suatu saat Anda akan berakhir secara mengerikan. Hilangkan pikiran seperti itu. Anda diciptakan oleh Sang Pencipta dengan segala kelebihan, Anda memiliki banyak kelebihan yang orang lain tidak memilikinya. Pikirkanlah selalu kelebihan Anda, jangan ditutupi tapi berikan ruang gerak bagi kelebihan Anda. Anda akan menjadi orang yang HEBAT.

 b.    Positif terhadap orang lain.

  Continue reading

THE ART OF LISTENING

ListeningKemampuan berkomunikasi sering kali hanya diidentikkan dengan kemampuan seseorang dalam menyampaikan pesan, padahal dalam berkomunikasi terutama dalam komunikasi verbal, kemampuan mendengar mutlak diperlukan. Permasalahannya adalah bahwa sering sekali seorang pimpinan sangat mendominasi pembicaraan ketika berbicara dengan anak buahnya, sepertinya anak buah tidak diberi kesempatan untuk berbicara. Orang seperti ini biasanya sering mengeluh karena kinerja anak buahnya yang tidak memuaskan.

 Memang kalau dilihat sepintas lalu, mendengar bukanlah sesuatu yang sulit dilakukan, tetapi pada praktiknya kita lebih senang berbicara atau berkomentar daripada mendengarkan. Mendengarkan dengan baik merupakan salah satu keahlian yang harus dimiliki oleh mereka yang ingin berhasil di bidang kehidupan yang sedang dijalaninya, apakah sebagai seorang pemimpin, pelajar, pengajar, pebisnis, pedagang atau pejabat pemerintah. Jika kita memiliki keahlian untuk mendengarkan, maka kita akan menjadi orang bijak yang tahu mengambil keputusan-keputusan yang tepat di dalam hidup ini. “Baiklah orang yang bijak mendengar dan menambah ilmu dan baiklah orang yang berpengertian memperoleh bahan pertimbangan.” ( Amsal Sulaiman )

 MENDENGAR DENGAN TUBUH

Continue reading

LEAD YOURSELF – Before Leading Others –

LeaderAda anggapan bahwa menjadi seorang pemimpin adalah suatu kedudukan yang terhormat dan seorang pemimpin akan mendapatkan penghasilan yang lebih baik dari orang-orang yang dipimpinnya. Anggapan seperti itu membuat banyak orang yang berlomba-lomba untuk menjadi seorang pemimpin. Hal itu tidak selalu benar meskipun pada umumnya dalam organisasi komersial memang pemimpin seringkali memperoleh benefit yang lebih baik dibandingkan orang-orang yang dipimpin.

 Pemimpin dan kepemimpinan adalah dua hal yang tidak bisa dipisahkan karena kepemimpinan pasti melekat pada sosok pemimpin itu sendiri. Masalahnya adalah apakah pemimpin tersebut memiliki kepemimpinan yang bagus atau tidak karena hal tersebut akan berdampak kepada hasil yang akan diperoleh oleh organisasi tersebut ataupun si pemimpin itu sendiri.

Seorang pemimpin tentunya harus bisa memimpin orang lain. Akan tetapi sebelum menjadi seorang pemimpin yang memimpin banyak orang, ada persyaratan yang harus dimiliki : dia harus bisa memimpin dirinya sendiri. Jadi starting point dari semua kepemimpinan adalah belajar memimpin diri sendiri. Di dunia militer diajarkan bahwa untuk menjadi pemimpin yang baik terlebih dahulu Anda harus menjadi pengikut yang baik. Dan hal ini berlaku juga dalam kehidupan kita secara umum.

 Berikut ada tujuh hal yang akan menuntun perjalanan Anda untuk memimpin diri Anda sendiri.

 Exhibit Self Control

Continue reading

MENGETAHUI KEINGINAN ATASAN

boss-hates-meKalau Anda pernah melihat operasi bedah di rumah sakit atau lewat tayangan televisi, cobalah perhatikan cara mereka bekerja. Dokter yang sedang melakukan operasi  bedah cukup mengulurkan tangannya saja maka para asisten akan mengetahui alat apa yang dibutuhkan oleh dokter tersebut. Kenapa bisa demikian ? Saya pernah menanyakan hal itu kepada seorang dokter bedah, dan dia mengatakan bahwa hal itu sudah merupakan pekerjaan mereka sehari-hari. Tapi meskipun demikian tentu saja mereka sudah membicarakannya terlebih dahulu, dan masing-masing orang sudah diberi tugas sesuai dengan bidang keahliannya. Tapi coba perhatiakan ketika operasi berlangsung, para asisten selalu memperhatikan apa yang sedang dikerjakan dan dipikirkan oleh sang dokter, sehingga mereka mengetahui apa yang diinginkan oleh dokter bedah tersebut.

Mungkin Anda juga pernah mengikuti pertemuan bisnis yang diikuti oleh sejumlah perwakilan dari beberapa perusahaan. Dalam pertemuan tersebut mungkin Anda menjadi cemburu karena melihat percakapan yang hangat antara seorang pimpinan dengan anak buahnya. Anda membatin, “seandainya pimpinanku seperti dia”.  Tapi sesungguhnya apakah sikap pimpinan Anda yang tidak bersahabat tersebut adalah semata-mata karena dia sendiri atau ada faktor lain dari diri Anda ?. Cobalah periksa diri Anda, apakah Anda orang yang enak diajak berdiskusi atau tidak ?.

Percakapan antara dua orang atau lebih akan terlihat lebih hangat ketika mereka memiliki kesesuaian dalam hal pengetahuan, pengalaman dan pemikiran sehingga mereka bisa saling mengerti apa yang sedang diperbincangkan bahkan yang sedang mereka pikirkan. Apakah Anda sudah memiliki kesuaian dengan pimpinan Anda ?

Biasanya dalam suatu rapat evaluasi karyawan para pimpinan diminta menjelaskan alasan kenapa seseorang yang mereka ajukan layak untuk dipromosikan. Biasanya alasan yang sering disampaikan selain dari adanya posisi yang kosong adalah tingkat penguasaan dari orang tersebut dalam menjalankan pekerjaannya, kemampuannya mengambil keputusan, kepemimpinannya dan kemampuan-kemampuan lain. Tapi ada suatu hal yang meskipun jarang diungkapkan oleh pimpinan tapi justru merupakan alasan yang paling dipertimbangkan yaitu unsur kecocokannya dengan orang yang dipromosikan. “Dia adalah anak buah yang mengerti apa yang saya maksud, saya dia tidak perlu repot-repot menjelaskannya kepadanya”, demikian alasan pimpinannya.

Apakah Anda orang yang cocok bagi pimpinan Anda ? Apakah Anda mengerti apa yang sedang dipikirkan oleh pimpinan Anda ? Saya tidak bermaksud agar Anda menjadi seorang paranormal. Namun sebagai bawahan Anda harus bisa membaca apa yang sedang dipikirkan oleh pimpinan Anda.

Cara yang paling tepat untuk mengetahui apa yang diinginkan oleh pimpinan Anda adalah dengan menanyakannya secara langsung kepadanya. Persoalannya adalah apakah Anda memiliki kesempatan dan keberanian untuk melakukannya ? Tapi sekiranya Anda memiliki kesempatan dan keberanian, belum tentu pimpinan Anda selalu bersedia melayani Anda. Bertanya secara langsung kepada pimpinan lebih tepat atau efektif ketika kita hendak mengkorfirmasikan perintah yang diberikannya.

Sebenarnya Anda bisa mengetahui apa yang sedang dipikirkan oleh pimpinan Anda dengan memperhatikan apa yang sedang dilihat, diperhatikannya dan yang sedang dibicarakannya. Selanjutnya Anda harus mencari dan mempelajari informasi yang berhubungan dengan itu semua, sehingga ketika pimpinan Anda mendapati bahwa Anda memahami apa yang sedang dipikirkannya dan dia merasakan bahwa Anda enak diajak berbicara dan berdiskusi, maka suatu saat dia Anda akan memberi tugas yang berhubungan dengan itu.

Apakah dengan demikian Anda dikatakan sebagai orang yang asal bapak senang (ABS), penjilat atau orang yang cari-cari muka (carmuk) ? Bukan. Sejauh Anda mampu melakukan tugas tersebut secara profesional, berkualitas, jujur dan rendah hati, maka Anda pantas mendapatkan promosi dari pimpinan Anda.

Ronny Siagian