KENALI JURUS MENJATUHKAN LAWAN

Training di ISTWSebelum Anda menentukan sikap atau mengambil tindakan yang tepat dalam menghadapi orang yang berniat menjatuhkan Anda, coba selidiki apa yang melatarbelakangi niat mereka tersebut? Cari tahu terlebih dahulu, Anda jangan gegabah mengambil tindakan atau langsung menuduh orang lain ingin menjatuhkan karier Anda tanpa bukti-bukti yang jelas.

Berdasarkan pengalaman, umumnya orang yang suka menjatuhkan rekan kerjanya adalah mereka yang zona nyamannya tidak mau diganggu. Mereka takut dilengserkan dari posisinya. Atau mereka melakukan hal itu karena faktor cemburu dengan kemajuan rekan lain yang dianggapkan menjadi “saingannya”. Akibat kecemburuan dan luapan ambisi untuk mendapatkan jabatan yang diincarnya secara instan itu, mereka berusaha melakukan segala macam cara untuk menjatuhkan rekan kerjanya supaya mereka terlihat lebih baik.

Kalau kita belajar Judo, kita diajari jurus-jurus menjatuhkan lawan supaya kedudukan lawan menjadi lemah dan memudahkan kita membuat “kuncian atau serangan” terhadap lawan.

Banyak jurus yang bisa digunakan untuk menjatuhkan lawan, seperti tolakan, tarikan, sapuan kaki atau menghempas musuh ke bawah.

Dengan mempelajari jurus-jurus menjatuhkan tersebut, kita juga sekaligus bisa mengantisipasi dan mengalahkan lawan yang menggunakan jurus-jurus tersebut untuk menyerang kita. 

Begitu juga ketika Anda menghadapi rekan yang berusaha menjatuhkan Anda di kantor. Maka, hal pertama yang harus Anda perhatikan adalah cara-cara yang dilakukan. Kenali ciri-ciri rekan kerja yang berusaha mencari-cari kesalahan rekan kerjanya, melaporkannya kepada atasan atau membeberkannya dalam forum tertentu.

Perlawanan yang Anda lakukan untuk “menghindari serangan” rekan kerja yang berusaha menjatuhkan Anda sama seperti pertandingan bela diri. Di sini, Anda juga harus mempelajari  jurus-jurus yang digunakan oleh mereka yang mau menjatuhkan Anda. Sehingga Anda bisa memprediksi, mencari jurus ampuh untuk mengelak bahkan memberi ‘pelajaran’ kepada mereka.

Apa saja jurus melawan serangan rekan kerja yang ingin menjatuhkan Anda? Di bawah ini ada beberap jurus yang dapat Anda lakukan:

Tidak harus melawan, tapi sabar tidak cukup!

Bagaimana pun juga Anda tidak boleh lengah dan lemah. Meskipun orang yang mau menjatuhkan Anda tidak memiliki power, atau kelebihan yang berarti, tapi serangan intimidasi yang selalu dilancarkannya bisa saja melemahkan Anda. Kalau Anda berubah menjadi lemah, sementara atasan Anda memercayai propaganda orang yang berusaha menjatuhkan Anda tersebut, maka Anda kalah telak.

Apakah Anda harus melakukan serangan balik? Dengan menyerang mereka yang berusaha menjatuhkan Anda? Sama seperti ilmu bela diri, selalu diajarkan teknik-teknik mengelak, menangkis dan mematahkan serangan lawan. Perguruan yang benar tidak pernah mengajarkan teknik membunuh, tapi  menggunakan teknik melumpuhkan lawan untuk memberikan ‘pelajaran’ supaya musuh jera atau kapok.

Untuk melancarkan perlawanan biasanya akan membuat situasi menjadi lebih panas. Kondisi seperti itu, akan memperlihatkan ketidak dewasaan Anda. Siapa pun tidak akan menyukai tindakan yang kekanak-kanakan dalam perjalanan karier.

Walaupun ada rekan kerja Anda yang berusaha keras memprovokasi Anda untuk melancarkan tindakan pembalasan. Jangan dengarkan mereka! Biasanya sahabat kita akan memberi dukungan dengan mengatakan, “Sudah sabar-sabar aja ya, suatu saat mereka akan lelah sendiri dan menerima bagiannya. Tuhan maha tahu, Dia akan bertindak dengan adil. Atasan kita juga tidak bodoh, dia bisa menilai mana yang baik dan mana yang tidak baik”.

Betul sekali! Ingat, jika lawan Anda panas, Anda jangan terpancing dalam jebakan emosi. Dan, jangan gegabah dalam memutuskan sesuatu dalam keadaan emosi. Berpikirlah dengan tenang dan profesional.

Dalam keadaan diserang harus sabar? Ya! Tapi pertanyaannya adalah “Apakah Anda masih tetap bisa diandalkan? Apakah Anda memperlihatkan performa yang baik?” Kalau tidak, sabar saja tidak cukup!  Bisa-bisa Anda malah jatuh.

Karena itu, Anda “tetaplah bekerja” secara profesional, jujur, berintegritas, bekerja dengan cerdas, kerja keras dan bekerja ceria dan antusias. Jangan mudah terpancing oleh provokasi rekan kerja Anda.

Ronny Siagian

Advertisements