PEMBUKA & PENUTUP PRESENTASI

3 poinSeorang teman bertanya kepada saya, “Pak, mana yang paling ditangkap pendengar, pembicaraan di awal atau di akhir?”. Saya katakan, “dua-duanya!”
Pembuka yang kuat
Kata pembuka adalah kesempatan bagi Anda untuk meraih perhatian pendengar. Jika cara membuka Anda buruk, pesan Anda yang selanjutnya akan gagal. Jika pendengar Anda tidak terpikat dengan kata pembuka mereka mungkin tidak akan lagi memperhatikan Anda.
Penutup yang kuat
Penutup Anda penting sebagaimana pembuka Anda. Dengan penutup, pendengar akan ingat setelah Anda menyelesaikan presentasi Anda. Itu kesempatan terkahir Anda untuk meninggalkan mereka dengan kesan yang sangat menyenangkan.
Penutup yang baik, bagi pendengar akan meninggalkan perasaan yang positip mengenai materi Anda, kepribadian dan poin-poin yang telah Anda sampaikan. Penutup yang lemah dapat menanggalkan hampir semua pekerjaan baik Anda. Pendengar mungkin memfokuskan pada kesimpulan Anda yang lemah dan melupakan kekayaan materi yang telah disampaikan sebelumnya.
Ronny Siagian

 

Advertisements

PRESENTASI TIGA-POIN

ronny siagianDalam acara Debat Caleg, sebelum sesi tanya jawab, para Caleg terlebih dahulu diberikan kesempatan beberapa menit untuk menyampaikan visi-misinya. Tapi tidak jarang kita melihat peserta sudah kehabisan waktu padahal materi yang mau disampaikan baru separuh. Akibatnya audience tidak dapat menangkap visi-misi mereka dengan jelas.
Nah..Presentasi Tiga-Poin adalah salah satu kunci untuk berkomunikasi secara efektif. Presentasi ini akan membuat pendengar bisa mengerti dengan jelas apa yang Anda sampaikan.
Banyak orang menganggap kalau presentasi mereka terlalu canggih dan materinya terlalu detail untuk diringkas dalam tiga poin. Mereka salah. Setiap presentasi lisan dapat disampaikan dalam tiga poin yang jelas dan sederhana.
Tentu saja, pilihan menggunakan hanya tiga poin tidak perlu diterapkan secara kaku. Beberapa presentasi mungkin lebih baik dibuat dua atau empat poin.
Sebelum menyajikan Presentasi Tiga-Poin yang jelas, Anda perlu menata semua materi Anda. Seperti dalam permainan puzzle Anda perlu mengosongkan semua potongan sebelum menyusunnya kembali.
Jika Anda telah menentukan tujuan dan melakukan persiapan awal, Anda perlu mendaftarkan semua poin dan contoh-contoh yang mungkin ingin Anda gunakan.
Jika daftar panjang telah Anda susun, lakukan analisa terhadap masing-masing poin. Perlu ditentukan tingkat relevansi setiap poin kedalam komunikasi Anda. Ada yang memang diperlukan, ada juga yang mungkin hanya menarik dan ada yang harus dibuang. Mulailah dengan memperhatikan poin yang mendesak yang tanpa poin itu pesan Anda akan mendapatkan masalah. Fokuskan pada penggabungan kerangka materi dengan cara berkesinambungan. Selanjutnya Anda dapat membubuhi presentasi Anda dengan materi yang menarik tetapi masih tetap relevan.
Langkah selanjutnya adalah mengelompokkan poin utama ke dalam kelompok kategori atau yang satu tema. Ini dimaksudkan untuk mengurangi daftar yang campur aduk kedalam tema-tema umum.
Jika Anda telah memilah poin-poin tersebut, berarti Anda dapat mempersiapkan Presentasi Tiga-Poin. Selamat mencoba.
Ronny Siagian