Pemimpin yang Bisa Dipercaya

If leaders are careless about basic things – telling the truth, respecting moral codes, proper professional conduct – who can believe them on their issues?”

-James L. Hayes-

36035724_10214777982416509_5891044892007727104_nBiasanya pada bulan-bulan sebelum dilaksanakannya pemilihan umum, para calon pemimpin akan memperkenalkan diri dengan memajang baliho, poster maupun selebaran agar rakyat lebih mengenal mereka secara pribadi. Mereka gencar menyampaikan visi-misi yang pro-rakyat untuk mendapatkan kepercayaan dari masyarakat.

Tentu Anda pernah memperhatikannya seperti itu bukan? Tapi bagaimana kalau diantara para calon pemimpin tersebut ada yang sudah Anda kenal bahwa dia adalah orang yang Anda kurang percayai? Apakah Anda mau dipimpin orang yang seperti itu? Mungkin Anda tidak mau memilihnya bukan? Atau sebaliknya, diantara mereka ada seseorang yang sudah Anda kenal sebagai orang yang baik, yang jujur, yang konsisten dengan janjinya dan juga cerdas. Kemungkinan besar orang inilah yang akan Anda pilih dan bahkan merekomendasikannya kepada keluarga atau teman Anda.

Kenyataannya banyak orang yang gagal menjadi pemimpin, karena mereka tidak bisa dipercaya. Dan banyak diantara mereka yang tidak menyadarinya.

Kalau Anda ingin menjadi seorang pemimpin, maka syarat utamanya adalah, “Anda harus bisa dipercaya.”

John Maxwell, penulis buku-buku tentang kepemimpinan dan juga pembicara yang terkenal di seluruh dunia, mengatakan bahwa, “Kepercayaan adalah landasan dari kepemimpinan.” Kenapa? Peter Drucker, seorang ahli dan konsultan manajemen ternama menjawab, “Pemimpin adalah seseorang yang punya pengikut. Kalau tidak ada orang yang percaya dengan dia, maka tidak akan ada pengikutnya. Kalau tidak ada pengikut, berarti dia bukan pemimpin.” Stephen P. Robbins, seorang peneliti terkenal di bidang manajemen dan organisasi, juga ikut menegaskan, “Mustahil seseorang dapat memimpin orang yang tidak memercayainya.”

Anda tidak akan pernah ditunjuk menjadi pemimpin jika orang-orang tidak percaya kepada Anda!

Banyak calon pemimpin yang meyakini kalau visi-misinya sudah cukup baik, maka orang-orang akan percaya dan mengikutinya. Namun kenyataannya, orang lebih mementingkan kepercayaan (trust) daripada visi-misi. Jika para pengikut tidak percaya dengan pemimpinnya meskipun suka dengan visi-misinya, maka pengikut tersebut akan mencari pemimpin lain yang mereka percayai. Memang kelihatannya aneh, tapi itu adalah fakta yang menarik. Para pengikut, meskipun tidak suka dengan visi-misi pemimpinnya, tapi karena mereka sudah percaya kepada pemimpin tersebut, maka mereka akan terus mengikutinya.

Kondisi seperti ini banyak kita lihat di belahan dunia ini. Sebagai contoh adalah rakyat Amerika Serikat yang masih tetap memilih Barack Obama menjadi Presiden AS untuk kedua kalinya. Meskipun mereka tidak sepenuhnya setuju dengan kebijakan-kebijakan yang diambil Barack Obama, tapi karena mereka sudah terlanjur percaya dengan sosok Barack Obama yang jujur dan sangat perhatian terhadap rakyat kecil, maka mereka tetap mau dipimpin oleh Obama.

Kalau pengikut tetap memercayai pemimpinnya meskipun dia tidak begitu pintar dan visi-misinya juga tidak terlihat begitu baik, pasti ada hal yang istimewa dengan pemimpin tersebut. Kemungkinan besar yang mereka lihat adalah kejujuran dan ketulusan hati dari pemimpin tersebut. Dia diikuti bukan hanya karena kata-kata yang diucapkannya, tetapi juga karena tindakannya sesuai dengan apa yang diucapkannya.

Orang yang bisa dipercaya sebenarnya bukan hanya sebatas kejujurannya saja akan tetapi masih ada hal lain seperti kedisiplinan, tanggung jawab, pola pikir, intelektual, kemampuan memimpin dan lain-lain. Faktor-faktor ini akan kita bahas di bab-bab selanjutnya.

Ada satu survei yang menarik yang dilakukan oleh Indikator Politik Indonesia pada bulan Oktober 2013 terhadap 1,200 warga Indonesia dari berbagai latar belakang yang memiliki hak memilih. Hasilnya survei menunjukkan bahwa 51% memilih calon presiden yang jujur, 24% memilih yang perhatian terhadap rakyat, 12% memilih yang mampu memimpin, 7% memilih yang tegas, 3% memilih yang berwibawa danya hanya 1% memilih yang pintar. Jadi bagi pemilih, kejujuran dianggap kriteria yang paling penting bagi seorang pemimpin.

Andrinof Chaniago, pengamat politik dari UI, ketika menjelang pemilihan Gubernur DKI Jakarta 2012, juga mengatakan, “Kriteria utama yang diinginkan masyarakat dalam memilih pemimpin adalah yang pertama karakter, orangnya jujur dan bisa dipercaya.”

Wakil Presiden RI, Jusuf Kalla, pada saat memberikan kuliah umum tentang kepemimpinan di Balai Sidang Universitas Indonesia, menyampaikan, “Menjadi pemimpin itu harus bisa dipercaya.”

Jadi kalau Anda ingin menjadi pemimpin, Anda harus bisa dipercaya! Masalahnya adalah, menjadi orang yang dipercaya bukanlah hal yang mudah. Apalagi kalau Anda sudah pernah di posisi orang yang pernah melakukan kesalahan dan dianggap sudah tidak bisa dipercaya lagi. Karena image ‘tidak bisa dipercaya’ sudah melekat di pikiran mereka.

Sebenarnya kita sudah pada tahu bagaimana caranya untuk mendapatkan kepercayaan dari orang lain. Tapi tidak ada salahnya kalau kita bahas secara sepintas dalam bab ini. Tapi sebelum itu, kita perlu sadari bahwa kepercayaan orang terhadap kita tidak bisa didapatkan dalam sekejap mata! Memang ada juga yang instan, tapi pada umumnya kepercayaan harus dibangun melalui proses kebiasaan yang konsisten. Kenapa? Karena kepercayaan adalah urusan hubungan (relationship) antara manusia. Sama seperti orang yang berpacaran, ada masa perkenalan, pendekatan dan seterusnya. Jadi kita tidak usah terlalu berharap agar orang yang baru mengenal kita, langsung memercayai kita.

Lantas bagaimana caranya agar kita menjadi orang yang bisa dipercaya?  Tentu kita harus transparan atau terbuka. Jangan ada yang ditutup-tutupi. Kita juga harus jujur, tulus, bertanggung jawab, memegang janji dan juga konsisten. Kalau semua itu kita perlihatkan dalam kehidupan kita sehari-hari, niscaya kita menjadi orang yang bisa dipercaya.

Orang yang bisa dipercaya bisa kita kenali dengan ciri-ciri berikut ini:

  • Omongannya bisa dipercaya
  • Tindakannya bisa dipercaya
  • Berkarakter dan kompeten

“Kepercayaan ibarat sebuah berlian berharga yang berkilau, kejarlah dan buat hidupmu bersinar”

Ronny Siagian

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s