PRESENTASI TIGA-POIN

ronny siagianDalam acara Debat Caleg, sebelum sesi tanya jawab, para Caleg terlebih dahulu diberikan kesempatan beberapa menit untuk menyampaikan visi-misinya. Tapi tidak jarang kita melihat peserta sudah kehabisan waktu padahal materi yang mau disampaikan baru separuh. Akibatnya audience tidak dapat menangkap visi-misi mereka dengan jelas.
Nah..Presentasi Tiga-Poin adalah salah satu kunci untuk berkomunikasi secara efektif. Presentasi ini akan membuat pendengar bisa mengerti dengan jelas apa yang Anda sampaikan.
Banyak orang menganggap kalau presentasi mereka terlalu canggih dan materinya terlalu detail untuk diringkas dalam tiga poin. Mereka salah. Setiap presentasi lisan dapat disampaikan dalam tiga poin yang jelas dan sederhana.
Tentu saja, pilihan menggunakan hanya tiga poin tidak perlu diterapkan secara kaku. Beberapa presentasi mungkin lebih baik dibuat dua atau empat poin.
Sebelum menyajikan Presentasi Tiga-Poin yang jelas, Anda perlu menata semua materi Anda. Seperti dalam permainan puzzle Anda perlu mengosongkan semua potongan sebelum menyusunnya kembali.
Jika Anda telah menentukan tujuan dan melakukan persiapan awal, Anda perlu mendaftarkan semua poin dan contoh-contoh yang mungkin ingin Anda gunakan.
Jika daftar panjang telah Anda susun, lakukan analisa terhadap masing-masing poin. Perlu ditentukan tingkat relevansi setiap poin kedalam komunikasi Anda. Ada yang memang diperlukan, ada juga yang mungkin hanya menarik dan ada yang harus dibuang. Mulailah dengan memperhatikan poin yang mendesak yang tanpa poin itu pesan Anda akan mendapatkan masalah. Fokuskan pada penggabungan kerangka materi dengan cara berkesinambungan. Selanjutnya Anda dapat membubuhi presentasi Anda dengan materi yang menarik tetapi masih tetap relevan.
Langkah selanjutnya adalah mengelompokkan poin utama ke dalam kelompok kategori atau yang satu tema. Ini dimaksudkan untuk mengurangi daftar yang campur aduk kedalam tema-tema umum.
Jika Anda telah memilah poin-poin tersebut, berarti Anda dapat mempersiapkan Presentasi Tiga-Poin. Selamat mencoba.
Ronny Siagian
Advertisements

KENALI JURUS MENJATUHKAN LAWAN

Training di ISTWSebelum Anda menentukan sikap atau mengambil tindakan yang tepat dalam menghadapi orang yang berniat menjatuhkan Anda, coba selidiki apa yang melatarbelakangi niat mereka tersebut? Cari tahu terlebih dahulu, Anda jangan gegabah mengambil tindakan atau langsung menuduh orang lain ingin menjatuhkan karier Anda tanpa bukti-bukti yang jelas.

Berdasarkan pengalaman, umumnya orang yang suka menjatuhkan rekan kerjanya adalah mereka yang zona nyamannya tidak mau diganggu. Mereka takut dilengserkan dari posisinya. Atau mereka melakukan hal itu karena faktor cemburu dengan kemajuan rekan lain yang dianggapkan menjadi “saingannya”. Akibat kecemburuan dan luapan ambisi untuk mendapatkan jabatan yang diincarnya secara instan itu, mereka berusaha melakukan segala macam cara untuk menjatuhkan rekan kerjanya supaya mereka terlihat lebih baik.

Kalau kita belajar Judo, kita diajari jurus-jurus menjatuhkan lawan supaya kedudukan lawan menjadi lemah dan memudahkan kita membuat “kuncian atau serangan” terhadap lawan.

Banyak jurus yang bisa digunakan untuk menjatuhkan lawan, seperti tolakan, tarikan, sapuan kaki atau menghempas musuh ke bawah.

Dengan mempelajari jurus-jurus menjatuhkan tersebut, kita juga sekaligus bisa mengantisipasi dan mengalahkan lawan yang menggunakan jurus-jurus tersebut untuk menyerang kita. 

Begitu juga ketika Anda menghadapi rekan yang berusaha menjatuhkan Anda di kantor. Maka, hal pertama yang harus Anda perhatikan adalah cara-cara yang dilakukan. Kenali ciri-ciri rekan kerja yang berusaha mencari-cari kesalahan rekan kerjanya, melaporkannya kepada atasan atau membeberkannya dalam forum tertentu.

Perlawanan yang Anda lakukan untuk “menghindari serangan” rekan kerja yang berusaha menjatuhkan Anda sama seperti pertandingan bela diri. Di sini, Anda juga harus mempelajari  jurus-jurus yang digunakan oleh mereka yang mau menjatuhkan Anda. Sehingga Anda bisa memprediksi, mencari jurus ampuh untuk mengelak bahkan memberi ‘pelajaran’ kepada mereka.

Apa saja jurus melawan serangan rekan kerja yang ingin menjatuhkan Anda? Di bawah ini ada beberap jurus yang dapat Anda lakukan:

Tidak harus melawan, tapi sabar tidak cukup!

Bagaimana pun juga Anda tidak boleh lengah dan lemah. Meskipun orang yang mau menjatuhkan Anda tidak memiliki power, atau kelebihan yang berarti, tapi serangan intimidasi yang selalu dilancarkannya bisa saja melemahkan Anda. Kalau Anda berubah menjadi lemah, sementara atasan Anda memercayai propaganda orang yang berusaha menjatuhkan Anda tersebut, maka Anda kalah telak.

Apakah Anda harus melakukan serangan balik? Dengan menyerang mereka yang berusaha menjatuhkan Anda? Sama seperti ilmu bela diri, selalu diajarkan teknik-teknik mengelak, menangkis dan mematahkan serangan lawan. Perguruan yang benar tidak pernah mengajarkan teknik membunuh, tapi  menggunakan teknik melumpuhkan lawan untuk memberikan ‘pelajaran’ supaya musuh jera atau kapok.

Untuk melancarkan perlawanan biasanya akan membuat situasi menjadi lebih panas. Kondisi seperti itu, akan memperlihatkan ketidak dewasaan Anda. Siapa pun tidak akan menyukai tindakan yang kekanak-kanakan dalam perjalanan karier.

Walaupun ada rekan kerja Anda yang berusaha keras memprovokasi Anda untuk melancarkan tindakan pembalasan. Jangan dengarkan mereka! Biasanya sahabat kita akan memberi dukungan dengan mengatakan, “Sudah sabar-sabar aja ya, suatu saat mereka akan lelah sendiri dan menerima bagiannya. Tuhan maha tahu, Dia akan bertindak dengan adil. Atasan kita juga tidak bodoh, dia bisa menilai mana yang baik dan mana yang tidak baik”.

Betul sekali! Ingat, jika lawan Anda panas, Anda jangan terpancing dalam jebakan emosi. Dan, jangan gegabah dalam memutuskan sesuatu dalam keadaan emosi. Berpikirlah dengan tenang dan profesional.

Dalam keadaan diserang harus sabar? Ya! Tapi pertanyaannya adalah “Apakah Anda masih tetap bisa diandalkan? Apakah Anda memperlihatkan performa yang baik?” Kalau tidak, sabar saja tidak cukup!  Bisa-bisa Anda malah jatuh.

Karena itu, Anda “tetaplah bekerja” secara profesional, jujur, berintegritas, bekerja dengan cerdas, kerja keras dan bekerja ceria dan antusias. Jangan mudah terpancing oleh provokasi rekan kerja Anda.

Ronny Siagian

DIHANTUI KETAKUTAN SENDIRI

ronny merahSetelah membaca email-email yang masuk, dan merapikan berkas-berkas yang ada di menjanya, Solihin melangkah dengan cemas ke ruang management meeting, dimana para Asisten Manager ke atas sedang melakukan meeting rutin mingguan.

Dia bertanya-tanya dalam hati, “Apa lagi yang akan dilaporkan oleh si Stanley di meeting nanti ?. Bagi Solihin, Stanley adalah orang yang menyebalkan. Sudah hampir dua tahun kedua Asisten Manajer ini tidak saling bertegur sapa, kecuali dalam forum-forum resmi. Sebenarnya bukan hanya Solihin, tapi rekan-rekan yang lain juga setuju “men-cap” bahwa Stanley adalah orang yang suka mencari-cari kesalahan dan menyampaikannya di dalam magement meeting. Namun yang sangat merasakan prilaku Stanley ini adalah Solihin. Kenapa demikian? Kemungkinan besar Stanley berambisi untuk menduduki posisi Manager yang dalam waktu dekat akan ditinggal pensiun oleh Herman. Sementara rekan lain menilai Solihin dianggap lebih cocok menggantikan Herman. Jadi Stanley berusaha menjatuhkan Solihin dengan cara mencari-cari kesalahan Solihin dan membeberkannya di dalam meeting

Persaingan dalam dunia kerja adalah hal yang tidakbisa dielakkan, karena sebagian besar karyawan pasti ingin kariernya lebih baik. Perang dingin antar sesama karyawan  adalah untuk “memperebutkan jabatan”. Ini hal biasa yang sering ditemui di dunia kerja.

Apakah Anda mengalami hal yang serupa seperti yang dialami oleh Solihin? Apakah Anda sangat kesal dengan seseorang yang setiap hari kerjanya hanya mencari-cari kesalahan Anda? Kalau diajak diskusi face-to-face tidak mau, tapi ketika meeting dengan atasan, ada saja statement yang memojokkan Anda. Anda menjadi bingung menghadapinya, kan? Rekan-rekan Anda yang lain juga sangat kesal dengan dia, tapi mereka tidak mau meladeninya. Sebenarnya Anda juga tidak mau, tapi Anda dipojokkan terus. Ini adalah risiko dalam dunia kerja.

Kisah lainnya, pada tahun 1925, seorang pendaki gunung bernama John Norman Collie sangat ketakutan ketika melihat satu makhluk raksasa misterius di gunung Ben MacDhui Skotlandia. Dia menjelaskan bahwa pada saat itu cuaca di gunung Ben MacDhui sedang berkabut. Dia mendengar ada bunyi langkah kaki yang keras yang mengikutinya dari belakang. Beberapa pendaki lain juga merasakan kengerian yang sama seperti yang dialami oleh Norman Collie.

Para saksi menggambarkan makhluk raksasa tersebut tingginya sekitar 10 kaki, warnanya abu-abu, tubuhnya ditutupi rambut, memiliki tangan dan kaki yang panjang dan terkadang memakai topi.

Masyarakat di sekitar wilayah Ben MacDhui meyakini bahwa makhluk raksasa tersebut adalah penguasa di gunung Ben MacDhui dan diberi nama Am Fear Liath Mor atau The Big Grey Man of Ben MacDhui.

Tetapi kemudian diketahui bahwa makhluk itu hanyalah bayangan dari pendaki yang muncul apabila matahari bersinar di belakang pendaki yang menghadap pada kabut. Fenomena itu disebut Brocken Spectre, yaitu suatu fenomena yang biasa terjadi di gunung atau dataran tinggi yang berkabut tebal.  Dan suara aneh itu adalah suara tapak kaki yang bergema di puncak gunung tersebut.

Nah, sekarang pertanyaannya, terkait dengan kondisi kerja Anda:

  • Apakah Anda sudah mengenal orang yang berniat menjatuhkan Anda? Jangan-jangan Anda hanya ditakut-takuti bayangan Anda sendiri.
  • Siapa sih sebenarnya yang berniat menjatuhkan Anda? Coba perhatikan siapa yang Anda pikir yang akan menjatuhkan Anda. Jangan menyimpan rasa kesal, emosi dan ketakutan yang berlebihan terhadap mereka. 

Apakah ciri-ciri mereka yang ingin menjatuhkan Anda itu seperti berikut ini: 

  • Tukang mengadu/ penjilat?
  • Suka mencari muka/mencari-cari perhatian?
  • Suka mencari-cari kesalahan orang lain?
  • Suka memutarbalikkan fakta atau berbohong?
  • Bekerja gesit hanya di depan atasan?
  • Pandai bicara, tapi tanpa bukti kerja?
  • Gemar mencuri ide orang?

Tidak punya sahabat, kecuali teman sekongkolnya?

Kalau jawabannya IYA, maka mereka adalah karyawan yang tidak memiliki kelebihan yang berarti. Jadi Anda tidak perlu takut. Sebab, karyawan seperti itu tidak ubahnya seperti bayangan raksasa yang tidak memiliki kekuatan untuk menjatuhkan Anda.

Ronny Siagian

REKAN YANG MENJATUHKAN

ronny siagianDalam lingkungan kerja, sering kita jumpai karyawan yang berusaha menjatuhkan rekannya di depan pimpinan. Sesungguhnya tindakannya itu dipicu oleh rasa ‘cemburu’ melihat peningkatan karier teman kerjanya.

Rasa cemburu itu muncul sebagai akibat psikologis ketakutan diri orang yang ingin menjatuhkan rekannya. Salah satu faktornya adalah “takut tersaingi” oleh orang yang dianggap sebagai saingan beratnya. Sehingga tanpa disadari oleh tingginya tingkat kecemburuan itu membuat mereka berusaha keras untuk menjatuhkan temannya dengan cara mencari muka atau menjilat di depan atasan. Apakah Anda mengalami hal seperti ini?

Tenang! Anda jangan gegabah menghadapi sikap rekan kerja yang berusaha menjatuhkan Anda. Membalas dengan menjatuhkan rekan kerja yang iri ini bukanlah solusi yang tepat. Sebaiknya hadapi dengan cerdas, jangan mudah terpancing emosi dengan membalas sikapnya.

Kasus jegal menjegal atau menjatuhkan rekan lain adalah hal biasa. Hal ini bisa terjadi di mana saja, termasuk di lingkungan kerja Anda. Tetaplah bekerja secara profesional, kalau perlu semakin ditingkatkan kemampuan Anda dalam bentuk tanggungjawab kerja terhadap perusahaan. Biarkan atasan Anda yang menilai sendiri bagaimana kualitas kerja Anda dan rekan Anda yang sibuk menjatuhkan Anda itu.

 

Seseorang yang berusaha menjatuhkan rekan kerjanya, maka dia akan berkurang konsentrasinya pada pekerjaan. Karena dia sibuk memikirkan bagaiman cara-cara menjatuhkan Anda dan sibuk membuat laporan-laporan miring tentang Anda. Jadi lebih baik tetaplah bekerja secara profesional. Jangan biarkan konsentrasi kerja Anda buyar hanya memikirkan usaha rekan kerja yang berusaha menjelek-jelekkan Anda di depan atasan.

Menanggapi seseorang yang sedang dibakar rasa cemburu dan iri untuk berusaha menjatuhkan Anda tentu tidak akan ada habis-habisnya bersiteru dengannya. Menanggapi ulahnya itu bukanlah cara yang tepat, justru bisa memperlebar masalah. Sebaiknya tahan emosi Anda dan diamkan atau biarkan saja. Anda terus saja bekerja seperti biasa, tidak usah dihiraukan ulah rekan kerja Anda itu.

Di bawah ini dijelaskan beberapa kiat untuk menghadapi rekan kerja yang berusaha menjatuhkan Anda.

DIHANTUI KETAKUTAN SENDIRI

KENALI JURUS MENJATUHKAN LAWAN

RENCANA JAHAT MENDATANGKAN KEBAIKAN

Ronny Siagian

ANTUSIASME

papa-cn-7i 1Antusiasme penting untuk selalu kita asah, terutama bagi Anda para karyawan, karena dengan antusiasme maka Anda memiliki peluang untuk berhasil dalam karier.

Seperti apa sih ‘antusiasme itu? Coba Anda perhatikan, ketika sedang jalan-jalan ke mal seringkali kita menemui banyak karyawan sales, karyawan gerai restoran ataupun café yang mengajak Anda untuk mencoba produk yang mereka tawarkan. Terkadang, mereka sampai berteriak-teriak menawarkan produknya guna menarik perhatian pengunjung mal yang begitu ramai.

Dengan bahasa tubuh dan sapaan ramah mereka akan mendekati kita untuk mencoba produk yang ditawarkan. Misalnya, “Mbak, dicoba ada menu baru di café kami, silakan mampir”

Ya itulah ‘antusiasme’ yang ditunjukkan para karyawan yang gencar menawarkan produk mereka kepada para pengunjung. Di mana saat mereka menawarkan produk baru itu, tatapan matanya fokus pada kita, dan suaranya yang lantang menjelaskan semua produk tersebut. Terlihat bagaimana bergairahnya para pekerja sales itu menawarkan kepada kita.

Antusiasme dalam bekerja adalah penting bagi karyawan dalam mencapai kesuksesan. Berikut contoh lain sikap antusiasme yang dapat membantu Anda untuk memahami pembahasan pada bab ini.

Saat-saat mendekati puncak gunung, energi dari para pendaki pasti akan semakin menurun. Namun ada satu kekuatan yang luar biasa yang mereka miliki ketika mereka sudah melihat puncak gunung yang mereka idam-idamkan. Meskipun puncak tersebut terkadang tidak terlihat jelas karena ditutupi oleh kabut yang tebal, tapi semangat untuk segera menggapainya semakin terasa. Keinginan yang kuat tersebut kita sebut sebagai “antusiasme”.

Begitu juga dengan Anda. Setelah membaca bab akhir buku ini, saya harap dalam diri Anda tumbuh sikap antusiasme untuk mencapai puncak karier sebagaimana yang Anda impikan. Terlebih Anda menyadari sudah bertahun-tahu Anda mendaki menuju perjalanan ke puncak karier yang cukup panjang, tentu Anda sudah menghabiskan banyak energi. Tetapi jika Anda merasa bahwa diri Anda hanya “berputar-putar” saja pada posisi yang itu-itu saja tanpa adanya perubahan dalam karier, maka sudah waktunya bagi Anda untuk “berdiam diri sejenak”.

Coba pusatkan kembali energi Anda, lalu periksalah GPS (global posisition system), liat petunjuk arah karier Anda dengan memerhatikan peta Struktur Organisasi yang ada pada perusahaan. Amati sejenak, dan perhatikan. Di mana saat ini posisi karier Anda berada? Seberapa jauh jarak Anda menuju ke puncak karier yang akan Anda raih?

Dengan menggunakan alat bantu GPS dan Struktur Organisasi itu akan memudahkan Anda untuk meringkas langkah Anda menuju puncak karier, supaya dapat mencegah Anda melakukan perjalanan yang tidak terarah. Karena kalau Anda salah arah, tentu akan sia-sia membuang energi dan waktu Anda. Jadi sebelum menuju ke puncak karier perhatikan dengan cermat arah jalan yang harus Anda lalui.

Namun, jika Anda sudah mengetahui bahwa posisi Anda sudah mendekati posisi yang akan Anda tuju, tentu Anda tidak akan berdiam diri, menyerah dan puas pada posisi tersebut.

Para pendaki sejati, meskipun mereka sudah sangat lelah, tetapi antusiasme atau semangat mereka akan semakin tinggi ketika mengetahui bahwa mereka sudah mendekati puncak gunung yang akan mereka capai. Mereka akan merencanakan pendakian puncak (summit attack) dengan baik. Secara tidak langsung, api antusiasme akan menggerakkan jiwa dan raganya menuju puncak.

Antusiasme, gairah, semangat atau passion merupakan syarat yang harus dimiliki seseorang apabila ingin sukses dalam hidup. Anda boleh saja mempunyai tujuan, keinginan, sasaran atau rencana yang sudah terjadwal dengan bagus, namun jika Anda tidak memiliki antusiasme dalam menjalankannya, maka bisa dipastikan bahwa hasil yang Anda peroleh tidak akan sesuai dengan yang Anda harapkan.

Orang-orang yang sukses adalah mereka yang memiliki antusiasme yang besar. Sebaliknya, orang-orang yang gagal adalah mereka yang tidak memiliki antusiasme di dalam hidupnya.

Karena itu milikilah semangat atau antusiasme di dalam setiap hal yang kita lakukan, agar semakin mendekatkan diri kita kepada sukses yang kita impikan.

Ronny Siagian

BERKOMUNIKASI DENGAN BAWAHAN

Berkomunikasi dengan BawahanTeman saya Sabariah, seorang guru, mengeluh tentang kepala sekolahnya, “Bapak itu bisanya cuman perintah dan marah-marah saja, sebenarnya dia itu nggak ngerti apa-apa”, katanya dengan nada kesal. Sepertinya bukan hanya Sabariah yang pernah mengatakan seperti itu, mungkin Anda juga pasti sudah banyak mendengar keluhan yang sama dari teman-teman Anda.

Memang, pada umumnya bos atau atasan cenderung berkomunikasi dengan anak buah dalam bentuk satu arah saja. Dalam memberikan informasi ataupun instruksi, para atasan kurang memperhatikan kondisi dan kebutuhan dari anak buahnya. Hal itu membuat anak buah tidak sungguh-sungguh mengerti apa yang dimaksudkan oleh atasannya. Akhirnya atasan kecewa dan marah-marah.

Apabila Anda mengharapkan anak buah Anda melakukan sesuai dengan yang Anda maksudkan, maka Anda harus mengkomunikasikannya dengan jelas. Berikut ini, ada beberapa hal yang perlu Anda perhatikan ketika berkomunikasi dengan anak buah :

  • Anda harus menggunakan bahasa yang mudah dimengerti oleh anak buah. Sesuaikan bahasa Anda dengan tingkat pendidikan dan kebiasaan mereka.
  • Anda bisa memberikan illustrasi, gambar ataupun contoh-contoh yang bisa membuat mereka semakin memahami maksud Anda.
  • Berikan kesempatan bagi mereka untuk bertanya.
  • Tanyakan kembali apakah mereka sudah mengerti apa yang Anda sampaikan. Minta mereka menjelaskan apa yang sudah mereka pahami. Kalau belum sesuai, segera dibenarkan dan minta mereka menjelaskannya kembali.
  • Berika pujian dan motivasi agar mereka melaksanakan instruksi Anda dengan baik.
  • Bimbinglah mereka dalam melaksanakan pekerjaan yang Anda berikan.
  • Pemperhatikan dan berempatilah atas persoalan-persoalan yang mereka hadapi.

Kalau anak buah Anda sudah bekerja dengan baik, maka target-target yang Anda berikanpun akan tercapai. Dengan demikian Anda bisa bergerak lagi ke arah pencapaian yang lebih tinggi.

Ronny Siagian

BERKOMUNIKASI DENGAN REKAN KERJA

Effective-CommunicationBerkomunikasi dengan rekan kerja adalah aktifitas yang mau tidak mau harus Anda kerjakan. Bahkan setiap hari. Anda tidak bisa mengelak dari aktifitas tersebut.

Coba banyangkan, di pagi hari Anda datang ke kantor, seharian tidak berbicara dengan siapapun. Anda memilih berdiam diri saat menunggu mesin foto copy dan printer yang masih dipergunakan orang lain. Anda hanya menggelengkan kepala ketika seseorang menanyakan sesuatu kepada Anda. Dan ketika mengikuti rapat, Anda memilih untuk berdiam diri. Anda mengerjakan sendiri segala sesuatu yang Anda butuhkan. Makan siang sendirian, pulang kerjapun tanpa pamitan. Sepertinya hal itu tidak akan mungkin terjadi bukan.

Sesungguhnya komunikasi dengan rekan kerja akan selalu Anda kerjakan. Tapi yang perlu Anda perhatikan adalah bagaimana berkomunikasi yang baik dengan mereka. Komunikasi yang baik akan menciptakan suasana yang nyaman bagi Anda dalam meniti karier.

Berikut adalah beberapa tips yang perlu Anda perhatikan dalam berkomunikasi dengan rekan kerja :

  • Menyapa rekan kerja dengan ucapan selamat pagi, merupakan komunikasi pembuka yang paling baik. Anda bisa menyapa dengan “apa kabar?” ketika mereka terlihat kurang ceria. Tunjukkan sikap empati pada saat mereka sedang bersedih atau sedang ada masalah. Anda bisa menawarkan bantuan kalau mereka terlihat membutuhkannya.
  • Berikanlah pujian untuk sesuatu yang patut dipuji kepada rekan Anda. Tapi jangan lakukan kalau hanya berbasa-basi.
  • Kalau Anda meminta bantuan dari mereka, mintalah dengan cara yang sopan.
  • Kalau Anda mengetahui bahwa rekan Anda melakukan kesalahan atau kekeliruan, sampaikanlah dengan cara yang bijak. Jangan sampai mereka merasa dihakimi atau dijatuhkan. Perlihatkanlah bahwa Anda melakukannya agar dia menyadari dan menjadi lebih baik.
  • Kalau Anda ingin memberikan pendapat atau masukan dalam suatu pembicaraan, diskusi atau meeting, lakukanlah dengan cara yang sopan, tanpa ada tendensi hanya menguntungkan diri sendiri.
  • Kalau Anda secara sengaja atau tidak sengaja melakukan kesalahan, maka berbesar hatilah untuk mengakuinya dan meminta maaf kepada orang yang sudah Anda repotkan atau lukai.
  • Jagalah kerahasian dari rekan kerja Anda.

Ronny Siagian