PERCAYA DIRI (Bagian 2)

MENGAPA ANDA TIDAK PEDE ?

Confidence_ImageApa reaksi Anda ketika Anda diberi kesempatan untuk mengerjakan suatu pekerjaan yang lebih besar yang belum pernah Anda lakukan sebelumnya ? Bagaimana perasaan Anda ketika diminta menghadap bos besar Anda ? Apakah Anda akan merasa bergairah untuk menyambut tantangan itu, atau mungkin malah takut ?

Saya yakin bahwa Anda memiliki keinginan untuk mendapatkan posisi yang lebih tinggi dalam karier Anda. Namun nyatanya, keinginan Anda hanya sekedar angan-angan. Mengapa demikian ? Karena Anda kurang percaya diri.

Kenapa seseorang menjadi kurang percaya diri dalam berbagai hal. Berikut adalah beberapa penyebab yang mungkin membuat seseorang kurang percaya diri, antara lain :

  • M i n d e r

Beberapa orang lebih memilih duduk di pojok ruangan pertemuan sosial atau di kursi belakang ruang rapat, karena dia merasa rendah diri atau minder ? Status sosial, latar belakang pendidikan dan penampilan bisa membuat seseorang menjadi minder.

Apabila Anda merasa seperti itu, ingatlah bahwa banyak tokoh atau pengusaha besar yang sukses tanpa memiliki pendidikan formal yang tinggi. Apabila Anda tidak memiliki pendidikan formal yang tidak terlalu baik, profil mereka tentu bisa membantu Anda untuk mengembangkan rasa percaya diri Anda. Memang banyak perusahaan atau instansi yang menjadikan latar pendidikan formal sebagai syarat untuk menduduki suatu posisi tertentu, kalau demikian mulailah berencana untuk mengikuti pendidikan formal. Tetapi ketika Anda berbicara, orang lain tidak melihat latar belakang pendidikan Anda, isi dan cara Anda menyampaikannya, itulah yang mereka lihat.

Jangan menjebak diri Anda sendiri ke dalam praktek yang membandingkan fitur terburuk Anda dengan fitur terbaik orang lain. Belum tentu orang tersebut sehebat yang Anda bayangkan, bisa saja Anda justru yang lebih hebat dari orang tersebut. Oleh karena yakinlah dengan segala kelebihan yang Anda miliki.

  • Penampilan

Continue reading

PERCAYA DIRI ( Bagian 1)

PDKetika Federasi Mountaineering Indonesia menunjuk Franky Kowaas sebagai perwakilan Indonesia untuk menaklukkan tujuh puncak  gunung tertinggi di tujuh benua di dunia (seven summitts), banyak orang yang meragukan kemampuannya. Alasan mereka adalah karena Franky tidak memiliki banyak pengalaman mendaki gunung dengan usianya yang sudah 47 tahun.  Namun Franky menepis keraguan itu dengan berkomentar demikian “Pengalaman mendaki gunung saya memang tidak banyak, hanya di Sulawesi Utara dan Papua, akan tetapi saya sudah 38 kali mendaki Cartensz Pyramid yaitu salah satu dari seven summitts yang terdapat di benua Australia dan Oceania. Saya juga banyak bertemu dengan seven summitters dan mereka bilang bahwa secara teknik dan fisik saya tidak ada masalah”.  Franky juga menjelaskan bahwa banyak pendaki yang sudah tua sukses menaklukkan puncak-puncak tertinggi dunia.

Ketika Presiden Republik Indonesia Susilo Bambang Yudoyono mengajukan nama Agus Dwi Martowardojo dan Raden Pardede sebagai calon Gubernur Bank Indonesia (BI), sebagian besar anggota Dewan Perwakilan Rakyat Republik Indonesia meragukan kemampuan mereka untuk memimpin BI dengan alasan bahwa mereka tidak cukup memiliki pengalaman. Meskipun kedua orang tersebut akhirnya gagal dalam uji kelayakan dan kepatutan ( fit and proper test ) yang diselenggarakan DPR tapi hal yang menarik adalah ketika Raden Pardede menyatakan bahwa dia tidak harus memiliki pengalaman sebagai Gubernur BI untuk menjadi Gubernur BI.

Memang latar belakang pendidikan, pengalamanan, IQ dan usia merupakan faktor yang mempengaruhi keberhasilan seseorang. Namun banyak orang yang tidak memiliki latar pendidikan yang tinggi, yang tidak memiliki IQ tinggi, orang-orang muda dan yang sudah lanjut usia sekalipun, tapi dengan kemauan, usaha, kerja keras dan rasa pecaya diri ( pede ) yang tinggi mereka bisa mencapai kesuksesan yang luar biasa.

Percaya diri terbentuk bukan dari apa yang Anda lakukan, namun dari keyakinan diri untuk melakukan segala sesuatu yang Anda inginkan. – Barbara De Angelis, PhD.

Percaya diri terbentuk bukan dari apa yang sudah Anda lakukan, namun dari keyakinan diri untuk melakukan sesuatu yang Anda inginkan. Percaya diri itu lahir dari kesadaran bahwa jika Anda memutuskan untuk melakukan sesuatu, sesuatu itu pula yang akan Anda lakukan.

Bila ingin mencapai kesuksesan, Anda harus terlebih dulu percaya pada diri Anda sendiri, karena Anda sudah meragukan diri Anda sendiri, maka kemungkinan besar Anda tidak akan berhasil dalam banyak hal. You can, because you think you can.

Ronny Siagian

THE ART OF LISTENING

ListeningKemampuan berkomunikasi sering kali hanya diidentikkan dengan kemampuan seseorang dalam menyampaikan pesan, padahal dalam berkomunikasi terutama dalam komunikasi verbal, kemampuan mendengar mutlak diperlukan. Permasalahannya adalah bahwa sering sekali seorang pimpinan sangat mendominasi pembicaraan ketika berbicara dengan anak buahnya, sepertinya anak buah tidak diberi kesempatan untuk berbicara. Orang seperti ini biasanya sering mengeluh karena kinerja anak buahnya yang tidak memuaskan.

 Memang kalau dilihat sepintas lalu, mendengar bukanlah sesuatu yang sulit dilakukan, tetapi pada praktiknya kita lebih senang berbicara atau berkomentar daripada mendengarkan. Mendengarkan dengan baik merupakan salah satu keahlian yang harus dimiliki oleh mereka yang ingin berhasil di bidang kehidupan yang sedang dijalaninya, apakah sebagai seorang pemimpin, pelajar, pengajar, pebisnis, pedagang atau pejabat pemerintah. Jika kita memiliki keahlian untuk mendengarkan, maka kita akan menjadi orang bijak yang tahu mengambil keputusan-keputusan yang tepat di dalam hidup ini. “Baiklah orang yang bijak mendengar dan menambah ilmu dan baiklah orang yang berpengertian memperoleh bahan pertimbangan.” ( Amsal Sulaiman )

 MENDENGAR DENGAN TUBUH

Continue reading

LEAD YOURSELF – Before Leading Others –

LeaderAda anggapan bahwa menjadi seorang pemimpin adalah suatu kedudukan yang terhormat dan seorang pemimpin akan mendapatkan penghasilan yang lebih baik dari orang-orang yang dipimpinnya. Anggapan seperti itu membuat banyak orang yang berlomba-lomba untuk menjadi seorang pemimpin. Hal itu tidak selalu benar meskipun pada umumnya dalam organisasi komersial memang pemimpin seringkali memperoleh benefit yang lebih baik dibandingkan orang-orang yang dipimpin.

 Pemimpin dan kepemimpinan adalah dua hal yang tidak bisa dipisahkan karena kepemimpinan pasti melekat pada sosok pemimpin itu sendiri. Masalahnya adalah apakah pemimpin tersebut memiliki kepemimpinan yang bagus atau tidak karena hal tersebut akan berdampak kepada hasil yang akan diperoleh oleh organisasi tersebut ataupun si pemimpin itu sendiri.

Seorang pemimpin tentunya harus bisa memimpin orang lain. Akan tetapi sebelum menjadi seorang pemimpin yang memimpin banyak orang, ada persyaratan yang harus dimiliki : dia harus bisa memimpin dirinya sendiri. Jadi starting point dari semua kepemimpinan adalah belajar memimpin diri sendiri. Di dunia militer diajarkan bahwa untuk menjadi pemimpin yang baik terlebih dahulu Anda harus menjadi pengikut yang baik. Dan hal ini berlaku juga dalam kehidupan kita secara umum.

 Berikut ada tujuh hal yang akan menuntun perjalanan Anda untuk memimpin diri Anda sendiri.

 Exhibit Self Control

Continue reading

MENGETAHUI KEINGINAN ATASAN

boss-hates-meKalau Anda pernah melihat operasi bedah di rumah sakit atau lewat tayangan televisi, cobalah perhatikan cara mereka bekerja. Dokter yang sedang melakukan operasi  bedah cukup mengulurkan tangannya saja maka para asisten akan mengetahui alat apa yang dibutuhkan oleh dokter tersebut. Kenapa bisa demikian ? Saya pernah menanyakan hal itu kepada seorang dokter bedah, dan dia mengatakan bahwa hal itu sudah merupakan pekerjaan mereka sehari-hari. Tapi meskipun demikian tentu saja mereka sudah membicarakannya terlebih dahulu, dan masing-masing orang sudah diberi tugas sesuai dengan bidang keahliannya. Tapi coba perhatiakan ketika operasi berlangsung, para asisten selalu memperhatikan apa yang sedang dikerjakan dan dipikirkan oleh sang dokter, sehingga mereka mengetahui apa yang diinginkan oleh dokter bedah tersebut.

Mungkin Anda juga pernah mengikuti pertemuan bisnis yang diikuti oleh sejumlah perwakilan dari beberapa perusahaan. Dalam pertemuan tersebut mungkin Anda menjadi cemburu karena melihat percakapan yang hangat antara seorang pimpinan dengan anak buahnya. Anda membatin, “seandainya pimpinanku seperti dia”.  Tapi sesungguhnya apakah sikap pimpinan Anda yang tidak bersahabat tersebut adalah semata-mata karena dia sendiri atau ada faktor lain dari diri Anda ?. Cobalah periksa diri Anda, apakah Anda orang yang enak diajak berdiskusi atau tidak ?.

Percakapan antara dua orang atau lebih akan terlihat lebih hangat ketika mereka memiliki kesesuaian dalam hal pengetahuan, pengalaman dan pemikiran sehingga mereka bisa saling mengerti apa yang sedang diperbincangkan bahkan yang sedang mereka pikirkan. Apakah Anda sudah memiliki kesuaian dengan pimpinan Anda ?

Biasanya dalam suatu rapat evaluasi karyawan para pimpinan diminta menjelaskan alasan kenapa seseorang yang mereka ajukan layak untuk dipromosikan. Biasanya alasan yang sering disampaikan selain dari adanya posisi yang kosong adalah tingkat penguasaan dari orang tersebut dalam menjalankan pekerjaannya, kemampuannya mengambil keputusan, kepemimpinannya dan kemampuan-kemampuan lain. Tapi ada suatu hal yang meskipun jarang diungkapkan oleh pimpinan tapi justru merupakan alasan yang paling dipertimbangkan yaitu unsur kecocokannya dengan orang yang dipromosikan. “Dia adalah anak buah yang mengerti apa yang saya maksud, saya dia tidak perlu repot-repot menjelaskannya kepadanya”, demikian alasan pimpinannya.

Apakah Anda orang yang cocok bagi pimpinan Anda ? Apakah Anda mengerti apa yang sedang dipikirkan oleh pimpinan Anda ? Saya tidak bermaksud agar Anda menjadi seorang paranormal. Namun sebagai bawahan Anda harus bisa membaca apa yang sedang dipikirkan oleh pimpinan Anda.

Cara yang paling tepat untuk mengetahui apa yang diinginkan oleh pimpinan Anda adalah dengan menanyakannya secara langsung kepadanya. Persoalannya adalah apakah Anda memiliki kesempatan dan keberanian untuk melakukannya ? Tapi sekiranya Anda memiliki kesempatan dan keberanian, belum tentu pimpinan Anda selalu bersedia melayani Anda. Bertanya secara langsung kepada pimpinan lebih tepat atau efektif ketika kita hendak mengkorfirmasikan perintah yang diberikannya.

Sebenarnya Anda bisa mengetahui apa yang sedang dipikirkan oleh pimpinan Anda dengan memperhatikan apa yang sedang dilihat, diperhatikannya dan yang sedang dibicarakannya. Selanjutnya Anda harus mencari dan mempelajari informasi yang berhubungan dengan itu semua, sehingga ketika pimpinan Anda mendapati bahwa Anda memahami apa yang sedang dipikirkannya dan dia merasakan bahwa Anda enak diajak berbicara dan berdiskusi, maka suatu saat dia Anda akan memberi tugas yang berhubungan dengan itu.

Apakah dengan demikian Anda dikatakan sebagai orang yang asal bapak senang (ABS), penjilat atau orang yang cari-cari muka (carmuk) ? Bukan. Sejauh Anda mampu melakukan tugas tersebut secara profesional, berkualitas, jujur dan rendah hati, maka Anda pantas mendapatkan promosi dari pimpinan Anda.

Ronny Siagian

MENGENAL KARAKTER ATASAN

Anger-ManagementAgar Anda bisa bermitra dengan atasan Anda tentunya Anda harus mengenal terlebih dahulu karakternya. Seperti apakah dia ? jangan SKSD ( Sok Kenal Sok Dekat ) padahal Anda sebenarnya belum mengenal atasan Anda dengan baik. Berikut ini ada beberapa karakter dari atasan yang ditemukan di beberapa perusahaan di Indonesia.

Tipe “I’m the boss”
Atasan seperti ini mempunyai sifat yang otoriter dan berorientasi pada kemampuan diri sendiri. Ia sulit bekerja dalam tim dan sulit menaruh kepercayaan pada orang lain. “Anda harus mempunyai sifat penyabar, karena tipe ini kadang sukar sekali untuk dibantah.” Strateginya adalah Anda harus ketat dengan deadline yang diberikan dan siap dengan argumentasi yang kuat ketika mengajukan sebuah ide. Pada dasarnya atasan seperti ini cocok untuk Anda yang termotivasi menghasilkan time management yang baik.

Tipe “Perfectionist”
Sifat yang selalu menyalahkan bawahan adalah ciri yang paling menonjol dari tipe atasan seperti ini. Jangan salah, bisa jadi, sebenarnya ia sangat menghargai pekerjaan Anda, tetapi ia selalu ‘minta lebih’ untuk pekerjaan selanjutnya. Keuntungannya adalah Anda menjadi terbiasa melakukan pekerjaan dengan detail dan orientasi sukses. Tapi, ketika Anda jenuh dengan sifat ini, cobalah bertanya face to face apa yang diharapkan atasan dari pekerjaan Anda dan lakukan evaluasi hasil akhir bersama-sama. Kenali karakter hasil akhir pkerjaan yang diinginkan oleh atasan Anda tersebut.

Tipe “Panic Room”
Continue reading

MENGHADAPI ATASAN

fired-mean-boss-layoff_416x416Mungkin Anda belum memiliki hubungan yang akrab dengan atasan Anda, sehingga Anda sulit untuk mengerti apa yang sedang dipikirkannya. Anda belum terlambat untuk memulainya. Cobalah memanfaatkan pertemuan Anda dengan atasan Anda didalam setiap kesempatan.

Berikut ini ada beberapa sikap dari beberapa karyawan ketika berhadapan dengan atasannya. Setelah Anda membacanya, Anda akan segera mengerti sikap yang mana yang seharusnya akan miliki.

Seorang karyawan ketika melihat pimpinannya datang, maka dia berusaha menghindar. Alasannya, tidak mau ditanyain macam-macam. Biasanya karyawan seperti ini adalah karyawan yang pemalu atau mungkin lebih tepatnya penakut. Rasa takut biasanya muncul karena kita melakukan kesalahan atau karena kita tidak memiliki kemapuan yang memadai dalam pekerjaan kita.

Karyawan lain ketika melihat atasannya datang, maka dia tidak memberi respek apa-apa, dan tetap melakukan tugas rutinitasnya. Ketika atasannya bertanya tentang sesuatu hal, dia selalu tidak tahu atau tidak faham.   Biasanya karyawan seperti ini adalah karyawan yang cuek atau tidak perduli dengan lingkungan kerjanya, bahkan tidak begitu berharap dengan kemajuan karier.

Karyawan yang lain lagi ketika melihat atasannya datang, maka dia akan memberikan respek yang manis dan bersikap santun dengan tetap bekerja. Apabila atasannya bertanya tentang sesuatu biasanya dia mengetahui dan menjawab dengan sopan. Biasanya karyawan seperti ini adalah karyawan yang bekerja dengan baik dan memiliki disiplin yang tinggi. Dia sangat menjaga hubungan dengan teman kerja dan sangat menhargai atasannya.

Ada lagi seorang karyawan ketika melihat atasannya datang, maka dia akan memberikan respek yang manis dan terlihat seperti ingin berbicara dengan atasannya. Karyawan seperti ini, biasanya tidak menunggu atasannya bertanya tapi berusaha untuk memberikan informasi yang perlu diketahui pimpinanya. Dia juga ingin mendengar sesuatu dari atasannya untuk kemajuan pekerjaannya. Kualitas kerjanya selalu terlihat lebih baik dibandingkan rekan-rekannya. Karyawan seperti ini biasanya akan cepat dipromosikan ke posisi yang lebih baik.

Ronny Siagian

BE TRUSTED

Suatu malam, saya membeli buah rambutan yang dijual di pinggir jalan. Namun setelah sampai di rumah, saya menjadi kecewa setelah menemukan kulit rambutan tidaklah semerah yang saya lihat di malam itu. Mungkin Anda pernah memperhatikan buah durian yang dijajakan di pinggir jalan dengan daging yang terlihat tebal dan kuning karena dibalut dengan plastik kresek. Atau mungkin Anda pernah merasa tidak puas ketika akan menempati rumah atau ruko yang Anda beli secara kredit, karena kenyataannya tidak seperti apa yang Anda bayangkan ketika melihat brosur di kantor pemasaran.

Dalam dunia persaingan, menonjolkan kelebihan ( strength ) adalah hal yang biasa, namun jangan pernah menutupi kelemahan ( weakness ) apalagi sesuatu yang sangat berpengaruh bagi orang lain. Biarkan kelemahan Anda atau produk Anda diketahui orang, karena kelemahan tersebut bisa saja mereka terima apabila ternyata keunggulan Anda sangat dominan.

Saya sering mendengarkan kekecewaan orang-orang ketika idola mereka ( artis, tokoh masyarakat, pejabat bahkan pasangan hidup ) kemudian diketahui tidak seperti yang mereka kenal sebelumnya. Jujur tidak membuat Anda kehilangan pamor tapi justru akan membuat Anda dihormati. Tentu orang akan sebal juga kalau setiap saat Anda menyatakan kelemahan Anda. Oleh karena itu berusahalah untuk memperbaiki kelemahan Anda.

Ronny Siagian

MANAGEMENT STYLE

Kalau budaya perusahaan ( corporate culture ) disebut sebagai nilai-nilai atau keyakinan yang menghasilkan pola prilaku tertentu  dari keseluruhan sumber daya manusia yang ada dalam suatu perusahaan maka gaya manajemen ( management style ) lebih bersifat kepada bagaimana cara atau style dari para pemimpin memperlihatkan budaya yang berlaku di perusahaan tersebut.  Oleh karena itu gaya manajemen sangat dipengauhi oleh gaya kepemimpinan dari board of  commissioners ataupun board of directors.

 Hingga saat ini, perusahaan-perusahaan yang ada di Indonesia belum memiliki gaya manajemen yang khas yang bisa disebut gaya management Indonesia, akan tetapi merupakan adopsi atau kombinasi dari gaya manajemen dari negara-negara seperti Jepang, China,  Amerika atau Eropa ( Barat ).

 Jika Anda adalah karyawan yang baru bergabung di salah satu perusahaan dengan gaya management Jepang yang kental dengan unsur kesenioran, maka Anda harus menonjolkan unsur-unsur positip lainnya seperti kepemimpinan Anda dalam memajukan team work. Namun bila Anda bekerja di perusahaan dengan gaya manajemen Amerika atau Eropa, Anda tidak perlu kuatir meskipun Anda bukan karyawan senior, namun Anda harus menunjukkan kemampuan analisa Anda dan menunjukkan terobosan-terobosan untuk menciptakan berbagai efisiensi dalam perusahaan tersebut. Jika Anda bekerja di perusahaan dengan gaya manajemen China atau Chinese Family-Owned Entreprise, maka Anda harus memiliki jiwa kekeluargaan dan dedikasi yang kuat terhadap perusahaan. 

 Dengan memahami gaya manajemen perusahaan dimana Anda bekerja, maka Anda akan lebih enak bekerja dan langkah Anda menuju tingkat yang lebih tinggi ( Go To The Higher Level by Ronny Siagian ® ) akan lebih ringan.

 Ronny Siagian

ABOVE THE LINE

Kiat Karyawan Menghadapi Krisis Global

Akhir-akhir ini, hampir setiap hari kita mendengar berita di koran, televisi dan media elektronik dampak dari krisis global yang terjadi di dunia dan tidak luput juga di negara kita Indonesia.  Para karyawan deg-degan setiap kali mendengar pengumuman yang disampaikan oleh pimpinan, “akankah terjadi pengurangan lagi ?” pikirnya kuatir. Mereka seolah-olah salah tingkah dalam menghadapi situasi seperti itu, mereka tidak tahu harus berbuat apa untuk menyelamatkan diri.

 Namun yang saya perhatikan adalah kenyatan bahwa ada karyawan yang diberhentikan dan ada karyawan yang tetap dipertahankan. Kenapa demikian ? Ketika pimpinannya ditanyakan, dikatakan bahwa karyawan yang dipertahanakan adalah karyawan yang memiliki kelebihan yang tidak dimiliki oleh karyawan lainnya. Hal lain lagi adalah bahwa mereka memiliki sikap dan karakter yang melebihi teman-temanya.

 Karyawan yang berada diatas garis rata-rata ( Above the Line ) biasanya memiliki mental yang unggul  (Winner Mentality ), dimana dia selalu berusaha untuk mendapatkan hasil yang terbaik dalam pekerjaannya. Sebaliknya karyawan yang memiliki mental pecundang (  Looser Mentality ) adalah karyawan yang selalu minta untuk dimengerti dan dimaklumi jika melakukan kesalahan bahkan mencoba mencari kambing hitam untuk disalahkan. Ada saja alasannya untuk membenarkan kesalahannya. Sikap seperti ini akan membuat orang lain dan pimpinannya menjadi jengkel, sehingga tidak mengherankan apabila karyawan yang seperti ini akan menduduki peringkat atas dari daftar karyawan yang akan diberhentikan.

 Nah berdasarkan kenyataan tersebut, maka para karyawan haruslah berusaha menjadi karyawan yang unggul ( Above the Line ) dengan memiliki mental yang unggul ( Winner Mentality ).

 Ciri-ciri karyawan yang memiliki Winner Mentality adalah :

 Ownership ( Sikap Memiliki )

 Meskipun hanya sebagai karyawan, rasa memiliki dan mencintai perusahaan sangat tinggi. Diawasi atau tidak diawasi dia akan tetap bekerja dengan antusias. Memang kita jarang menemukan karyawan seperti ini tapi sudah dapat dipastikan bahwa dia adalah karyawan yang sangat diperhitungkan di perusahaan dimana dia bekerja. Tantangan yang dihadapi oleh karyawan dengan tingkat ownership yang tinggi adalah ketika teman-teman kerjanya menjulukinya sebagai karyawan yang belagu, sok cari perhatian dan lain-lain sindirian negatip dari para karyawan pecundang.   Tapi suatu hal yang Anda harus ingat adalah, teman-teman tidak bisa menyelamatkan masa depan Anda sendiri. Namun meskipun demikian Anda perlu menjaga hubungan baik dengan setiap karyawan dengan sikap yang bersahabat atau friendly.

 Accountable ( Dapat Diandalkan )

 Dikategorikan pribadi yang yang dapat diandalkan atau dipercaya bila berkompetensi yang cukup dibidangya. Jadi disamping Anda memiliki sikap memiliki yang tinggi, Anda juga perlu mengembangkan keahlian Anda di bidang pekerjaan yang dipercayakan kepada Anda. Tentu accountability tidak dapat diperoleh dalam waktu seketika, namun itu adalah hasil dari pembelajaran dan  latihan serta pengalaman Anda selama ini. Jangan biarkan orang lain atau pimpinan Anda meragukan kemampuan Anda dalam menjalankan tugas-tugas yang sudah dipercayakan kepada Anda.

 Responsible ( Bertanggung Jawab )

 Ada banyak karyawan yang tidak mau mempertanggung jawabkan hasil pekerjaannya sendiri terutama bila hasilnya dinilai tidak baik. Dia selalu saja mencari alasan yang tepat untuk menyalahkan orang lain bahkan mencoba menyalahkan pimpinannya sendiri. Anda harus berani menanggungjawabi pekerjaan Anda sendiri bahkan pekerjaan Anak Buah Anda. Meskipun Anda terkesan banyak kesalahan ketika Anda mengakui kesalahan, tapi Anda akan dihargai sebagai orang yang jujur dan memiliki integritas yang tinggi oleha karena itu Anda patut diperhitungkan oleh pihak perusahaan. Tapi Anda tidak boleh selalu terlihat salah, oleh karena itu belajarlah dan berhati-hatilah dalam menjalankan tugas-tugas yang dipercayakan kepada Anda. Kesalahan akan semakin sedikit ketika Anda menjadi karyawan yang Accountable.

 Selamat menerapkan.

 Ronny Siagian