AM I DIFFERENT ? – Important for Your Career

Ketika saya dan keluarga hendak makan di salah satu restoran pujasera, kami harus antri karena semua meja sudah terisi. Saya melihat setiap kali ada orang yang sudah selesai makan dan beranjak dari kursinya – meskipun meja belum dibersihkan dari sisa-sisa makanan – namun tamu sudah langsung menyerobot,

Di restoran pujasera, petugas yang membersihkan meja berbeda dengan petugas yang menyajikan pesanan.  Namun saat itu saya melihat ada sesuatu yang berbeda dari seorang wanita pelayan pengantar makanan. Meskipun pengunjung sangat ramai namun selama pengamatan saya wanita itu tidak mengalami masalah untuk mengantarkan pesanan.  Kelihatannya dia sangat menguasai liku-liku dari layout restoran tersebut. Matanya selalu mengawasi setiap perubahan yang terjadi di dalam restoran sehingga dia mengetahui kondisi terkini dari restoran.

Hal yang menarik lagi adalah, meskipun ada petugas khusus yang membersihkan meja tapi dia masih sempat membersihkan beberapa meja lainnya, tanpa melalaikan pekerjaan dasarnya. Dia berpakaian rapi dilengkapi kain lap yang menggantung dikantong belakang celana dan dia selalu tersenyum dalam melakukan pekerjaannya, berbeda sekali dengan temannya yang terlihat cemberut. Mungkin teman-temannya sudah terlebih dahulu membayangkan capeknya melayani tamu sebanyak itu.

Saya kemudian menyimpulkan bahwa si pelayan wanita itu tidak saja mengetahui kondisi terkini dari restoran akan tetapi dia bisa bertindak untuk mencegah masalah yang mungkin terjadi. Saya yakin suatu saat wanita itu akan memperoleh kesuksesan dalam karirnya.

Menurut pengamatan saya banyak karyawan yang fokus kepada bidang pekerjaannya namun tidak bisa melihat persoalan yang dihadapi perusahaan secara umum. Pimpinan yang lebih atas dengan pandangannya yang lebih luas tentu saja bisa melihatnya. Oleh karena itu, karyawan ataupun profesional seperti pelayan yang saya contohkan diatas akan dianggap cocok untuk dipromosikan ke posisi yang lebih baik.

Am I different ? Cobalah renungkan sejenak ; Apakah saya cukup berbeda di tempat saya bekerja atau saya hanya seorang karyawan biasa-biasa saja.

Ronny Siagian

JUST DO IT !

Salah satu bab yang tertulis dalam buku

DARI BANGKU PUTIH KELUARGA MEL – MAKE YOUR DREAMS COME TRUE – Inspired by Melanthon Siagian adalah Unang Holan H – Just DO IT.

Unang Holan H-nya Pak Melanthon terdapat dalam prinsip PDCA yang sangat terkenal sehubungan dengan kegiatan Continuous Improvement.

Meskipun di setiap akhir Meeting QCC atau SGA semuanya sudah terencana dengan baik, termasuk PIC maupun tanggal mulainya, namun D – Do menjadi satu sesi yang susah dilakukan. Para Supervisor Lapangan seringkali harus selalu diingatkan dengan DO IT untuk menggerakkan mereka dalam roda putaran PDCA.

DO IT merupakan singkatan dari :

D – Define problem

O – Open mind

I – Identify best solution

T – Transform

DEFINE PROBLEM

Meskipun kelihatannya sederhana, tetapi ternyata banyak juga orang yang tidak mengenal permasalahan mereka sendiri. Bukan berarti mereka tidak punya masalah akan tetapi mereka tidak tahu apa sesungguhnya permasalahan yang mereka hadapi.  Kalau Anda sudah mengetahui permasalahan yang Anda hadapi itu bagus. Langkah-langkah berikut akan membantu Anda untuk mendefinisikan permasalahan Anda :

  • Pastikan bahwa Anda sedang mencari permasalahan bukan hanya gejala-gejala dari permasalahan. Untuk itu tanyakan kenapa masalah tersebut terjadi berulang-ulang hingga Anda memperoleh akar permasalahannya.
  • Gambarkan diagram tulang ikan dari permasalahannya. Apabila permasalahannya terlalu luas maka coba persempit atau breakdown kedalam ukuran yang lebih kecil.
  • Buat ringkasan dari permasalahan kedalam suatu bentuk format yang sederhana. Robert W. Olsen*) menyarankan bahwa cara yang paling baik adalah dengan menuliskan beberapa masalah dalam dua kata, kemudian pilihlah yang paling bagus.

OPEN MIND

Apabila Anda sudah mengetahui masalah yang akan Anda pecahkan, maka selanjutnya Anda mencarikan solusi pemecahannya. Dalam tahap ini kita mencoba mendapatkan sebanyak mungkin ide-ide. Walaupun ide yang kelihatannya jelek, tapi bisa saja menjadi bibit ide yang cemerlang. Ingat bahwa orang-orang memiliki perspektip yang berbeda-beda terhadap suatu masalah, oleh karena itu Anda harus terbuka terhadap ide-ide yang ada. Orang biasanya tergoda untuk menetapkan ide bagus yang pertama tanpa memperhatikan ide-ide yang lainnya.  Apabila Anda melakukan hal ini maka Anda akan kehilangan banyak solusi-solusi yang lebih baik.

IDENTIFY THE BEST SOLUTION

Dalam tahapan ini Anda memilih ide yang terbaik dari sejumlah ide yang Anda peroleh. Teknik Pengambilan keputusan ( Decision Making ) dengan Analisa Pohon Keputusan ( Decision Tree Analysis )  akan membantu Anda untuk memilih solusi yang terbaik. Ketika Anda sedang memilih solusi yang terbaik, Anda harus selalu ingat apa sasaran dari perusahaan atau departemen atau Anda sendiri. Biasanya Pengambilan Keputusan akan menjadi lebih mudah dengan cara demikian.

TRANSFORM

Setelah mengidentifikasi masalah-masalah yang ada dan mendapatkan solusinya, maka langkah terahir adalah mengimplementasikan solusi tersebut. Untuk memudahkan Anda untuk mengimplementasikan solusi yang sudah Anda tetapkan maka Anda perlu menyusun Action Plan atau rencana yang akan Anda lakukan secara tahap demi tahap. Dalam menjalankan action plan dibutuhkan waktu dan energy yang bisa saja kalau Anda tidak sungguh-sungguh maka Anda tidak akan memperoleh hasil yang optimal. Banyak orang-orang yang sangat kreatif sekalipun gagal dalam tahapan ini karena mereka tidak menjalankannya dengan sungguh-sungguh.

*) Robert W Olsen dalam bukunya ‘The Art of Creative Thinking’.

Ronny Siagian

ANTUSIAME DALAM BEKERJA

Berikut ini adalah cerita singkat yang saya perhatikan dari seorang anak muda saat pertama kali diterima bekerja – setelah menganggur beberapa lama. Dia tinggal di sebuah kamar kost bersama teman sekampungnya yang sudah terlebih dahulu bekerja. Jadi tidaklah mengherankan kalau dia sangat SENANG setelah menerima telepon pemberitahuan diterima bekerja di salah satu perusahaan yang ada di kawasan industri di Jakarta. Sepertinya dia merasakan badanya lebih ringan dan nafasnya sepertinya lebih segar ketika kalimat TERIMA KASIH TUHAN keluar dari mulutnya.

 Memang beberapa hari yang lalu dia mengikuti wawancara di salah satu perusahaan Jepang, namun dia tidak yakin akan diterima bekerja disana, mengingat waktu itu dia seperti dilecehkan oleh orang yang mewawancarainya. Dibukanya kembali file lamaran dan catatan-catatan yang ada di sudut kamarnya, ingin mencari informasi yang lebih lengkap dari perusahaan yang barusan meneleponnya. Dengan hati yang berbunga-bunga dia menghempaskan badannya diatas tempat tidurnya yang selalu berantakan. Kali ini dirapikannya tempat tidurnya dan sejenak dia berhenti sambil berpikir APA YANG HARUS DIPERSIAPKAN untuk memulai pekerjaan nanti. Dia membuka lemari pakaian plastik untuk mencari pakaian yang cocok untuk dikenakan saat bekerja nanti. Entah siapa yang diajaknya berbicara lewat telepon, barangkali dia bercerita dengan orang tuanya atau pacarnya atau temannya, entahlah tapi tampaknya suatu perbincangan yang menyenangkan.

 Dia SEPERTI TIDAK SABAR menunggu untuk mulai bekerja sesuai dengan jadwal yang sudah disepakati. Dengan sembunyi-sembunyi dia melintas di depan kantor yang nantinya akan menjadi kantor barunya. Dia mencoba membayangkan seperti apa lingkungan kerjanya, seperti apa bosnya  atau teman bekerjanya, dan dia BERTEKAD DALAM HATI “saya akan bekerja dengan baik !”.

Pagi-pagi sekali sang karyawan berangkat kerja dengan SEMANGAT, dia tidak mau terlambat. Agar tidak terlihat terlalu kepagian dia menunggu di warung yang tidak jauh dari kantor baru, karena memang masih terlalu pagi untuk ngantor atau bekerja. Sambil merapikan pakaian dan rangsel hitamnya dia mengambil langkah awal bekerja.

 Padahal SENYUMNYA TULUS tapi dia masih terlihat kaku ketika berkenalan dengan para karyawan. Semua informasi di hari pertamanya ditangkap dengan hati-hati dan kemudian direnungkan kembali di kamar kostnya. Setiap pagi dia bangun lebih awal, mandi lebih awal, berpakaian lebih awal persis seperti ketika mau berangkat piknik bersama keluarga ketika masih kecil. HARI-HARINYA MENYENANGKAN, wajahnya selalu berseri-seri, selalu ada senyum di bibirnya, seolah-olah setiap hari ia memenangkan lotere saja.

 Apakah Anda pernah mengalami hal yang seperti itu ? Mungkin ketika diterima sebagai karyawan baru, ketika dipromosikan untuk jabatan yang baru, ketika mendapatkan proyek baru atau ketika menjalankan bisnis yang baru. Apakah perasaan seperti itu masih Anda rasakan hingga saat ini ? Seandainya seperti itu. Inilah yang saya katakan dengan ANTUSIASME DALAM BEKERJA.

 Ronny Siagian

BE HAPPY AT WORK

Mungkin Ada pernah memperhatikan seseorang yang tampangnya cemberut setiap hari, bahkan setiap pagi ketika mau berangkat kerja perutnya selalu mulas. Pasti orang tersebut tidak menikmati pekerjaannya atau jangan-jangan ada seseorang yang mengancamnya di tempat kerjanya. Ada beberapa faktor yang mempengaruhi kita didalam menikmati pekerjaan, yaitu lingkungan, teman kerja dan jenis pekerjaan itu sendiri.

Berikut saya berikan 5 Tips yang dapat Anda ikuti agar lebih menikmati pekerjaan Anda.

 Tetapkan pekerjaan yang Anda sukai

Tidak satu orangpun yang bisa menikmati semua pekerjaan dari A sampai Z. Ada beberapa pekerjaan dimana seseorang lebih  menikmatinya dibandingkan orang lain. Agar Anda bisa senantiasa menikmati pekerjaan Anda, maka dari awal sebelum memilih pekerjaan Anda sudah harus menentukan pekerjaan apa saja yang Anda harus pilih. Anda akan menghabiskan waktu untuk menyesuaikan diri dengan pekerjaan yang sangat menjengkelkan Anda.

 Saya harus menikmati kerja saya hari ini

Sekarang Anda sudah dapat pekerjaan maka  tanamkanlah pernyataan ini dalam benak Anda: “Saya harus menikmati kerja saya hari ini”. Ketika Anda sudah memposisikan diri untuk menikmati pekerjaan Anda, maka kemungkinan besar hal itu akan terjadi. Mulailah bergerak dari sudut positip, niscaya Anda akan menemukan bahwa segala sesuatunya akan lebih indah.

 Aktif dan Profesional

Jangan bersikap pasif dalam bekerja. Kebanyakan orang yang bekerja pasif tidak bisa menikmati apa yang mereka kerjakan bahkan akhirnya mereka menjadi bosan. Apabila Anda aktif dan professional dalam apa saja yang Anda kerjakan maka Anda pasti memperoleh hasil yang bagus.

 Menyukai Feedback

Mintalah feedback dari rekan kerja dan pimpinan Anda. Orang yang bekerja dengan baik justru akan mendapatkan feedback positip yang lebih banyak. Manfaatkanlah hal ini untuk meningkatkan moral Anda dalam bekerja. Moral yang lebih baik akan menghasilkan performa yang lebih baik. Jadi cobalah menciptakan suatu loop feedback positip yang akan memperbaiki kenerja Anda dalam bekerja.

 Belajar berkata Tidak

Beberapa orang susah mengatakan “tidak” meskipun hal tersebut tidak bisa dipenuhinya. Bersepakat dengan tugas yang tidak mungkin Anda kerjakan akan membuat Anda stress dan tidak nyaman bekerja. Belajarlah untuk mengatakan ”tidak” bahkan kepada pimpinan Anda  kalau memang hal tersebut tidak bisa Anda kerjakan. Hal itu tidak menunjukkan bahwa Anda tidak mampu tapi justru memperlihatkan profesionalisme Anda.

 Ronny Siagian

OPTIMIS DISAAT KRISIS

Bagaimana mungkin kita bisa optimis, sementara banyak negara termasuk Indonesia menyatakan bahwa mereka pesimis untuk mencapai target yang sudah ditetapkan sebelumnya. Sepertinya tidak masuk akal, kalau seorang karyawan yang bekerja di suatu perusahaan  yang aktivitas perusahaannya sudah menurun karena krisis global  masih memiliki rasa optimisme.

Optimisme adalah suatu keyakinan untuk bisa melakukan dan mencapai sesuatu karena kita sudah menempatkan diri pada posisi yang benar menuju sesuatu tersebut tanpa bergantung kepada kenyataan masa lalu, atau masa kini bahkan ramalan di masa yang akan datang – Ronny Siagian –

Optimisme melibatkan hati untuk bertekad dan kepala untuk berpikir dan tangan untuk melaksanakannya dengan sungguh-sungguh. Jadi optimisme tidak hanya mengendap didalam hati tapi harus disalurkan kedalam pikiran untuk mencari strategi atau cara-cara untuk mewujudkannnya dan selanjutnya memberikan kesempatan kepada hati dan pikiran untuk menggerakkan tangan kita untuk mengeksekusinya. Inilah yang saya katakan optimisme.

Sekarang posisi Anda ada dimana ? Apakah Anda menjadi orang yang optimis atau orang yang pesimis tanpa cita-cita, tanpa harapan sehingga tidak berusaha berpikir, dan tidak bertindak apa-apa ( do nothing ).  Atau mungkin Anda masih melakukan aktivitas yang biasa-biasa saja sama seperti kemarin, itu berarti Anda tinggal menunggu saatnya untuk jatuh.

Akhir-akhir ini saya perhatikan banyak karyawan yang terkejut dan tidak bisa menerima akibat dampak krisis global terhadap diri mereka, seperti pemutusan hubungan kerja, dirumahkan, diturunkan jabatannya, pendapatannya berkurang, hilangnya fasilitas dan dampak lainnya. Sebaliknya ada juga beberapa orang yang sangat memaklumi krisis global sebagai pembenaran atas kegagalan mereka.

Dimanapun posisi Anda saat ini, jangan biarkan krisis global menurunkan performa Anda, Jangan biarkan masa lalu mengganggu cita-cita Anda, justru peristiwa atau tindakan di masa lalu harus dijadikan sebagai pelajaran untuk mendapatkan yang lebih baik di masa yang akan datang. Apakah Anda merasa bahwa sikap Anda di masa yang lalu kurang baik, sekarang tentukan sikap Anda untuk lebih baik di masa yang akan datang. Apakah strategi Anda di masa yang lalu kurang berhasil, sekarang pelajari hal-hal apa saja yang membuat hal itu kurang berhasil, temukan solusinya dan tetapkan starategi baru yang lebih baik di masa yang akan datang. Inilah yang saya katakan Optimis.

Apapun yang terjadi itulah yang terbaik, tapi sebelum itu terjadi lakukanlah yang terbaik – Ronny Siagian –

Ronny Siagian

SURVIVAL IN THE GLOBAL CRYSIS

Kiat Karyawan untuk Menghadapi Krisis Global

 Entah Anda memahami latar belakang Krisis Global yang terjadi saat ini atau tidak, tapi kelihatannya krisis yang berawal dari negara adikuasa Amerika Serikat itu, terasa juga di negara kita Indonesia ini. Meskipun dampak krisis global tidak berdampak sangat serius tapi ada juga beberapa perusahaan yang harus mengurangi  jam kerja bahkan mengurangi tenaga kerjanya mereka.

 “Sejauh ini, dari laporan kira-kira ada enam perusahaan yang sudah melakukan PHK. Tapi tidak bisa saya sebutkan. Jumlah karyawan yang terkena PHK itu mencapai 1.200-an orang. Perusahaan yang melakukan PHK itu kebanyakan di sektor manufaktur, khususnya garmen” kata  Menteri Tenaga Kerja dan Trasmigrasi ( Mennakertrans ) Erman Suparno, Kamis 30 Oktober 2008.

 Beruntunglah Anda yang masih tetap bekerja hingga saat ini, dan mudah-mudahan Anda tetap bisa bertahan di Era Krisis Global yang banyak mengancam para karyawan di banyak perusahaan. Namun agar Anda tidak hanya menunggu nasib yang ditentukan oleh pihak perusahaan, maka saya akan mencoba memberikan kiat – yang sebenarnya tidak terlalu susah – agar tetap dipekerjakan oleh bos Anda, yaitu :

 Memahami Problem Perusahaan

Ternyata banyak juga karyawan yang tidak mengerti problem yang dialami oleh perusahaan dimana dia bekerja. Ya memang tidak semua problem suatu perusahaan dibiarkan untuk diketahui oleh karyawannya, tapi Anda bisa saja melihat secara umum dari kesibukan perusahaan, seperti penjualan dan pengiriman, kesibukan produksi dan mungkin dari kebijakan yang diambil oleh pihak manajemen.

 Menempatkan Diri dengan Tepat

Dengan memahami problem yang sedang dialami oleh perusahaan Anda, maka seyogianya Anda bisa menempatkan diri Anda dengan tepat. Jangan pada saat perusahaan Anda sedang mengalami problem keuangan tapi Anda malah melakukan kegiatan-kegiatan yang menghabiskan uang. Mungkin saja kegiatan Anda tersebut tidak salah bahkan mungkin merupakan suatu terobosan yang bagus tapi sebaiknya Anda mempertimbangkannya dari sisi problem perusahaan.

 Membantu Perusahaan

Anda akan tetap dipekerjakan meskipun perusahaan Anda sedang mengalami masalah keuangan apabila Anda selalu menunjukkan usaha untuk membantu perusahaan. Seperti saya sudah katakan sebelumnya bahwa sebenarnya usaha membantu perusahaan untuk menghadapi masalah mereka tidaklah terlalu susah, yaitu :

 Ikut Aturan

Ikuti saja peraturan yang berlaku di perusahaan Anda. Memang agak mengkuatirkan apabila selama ini Anda sudah terbiasa tidak mengikuti peraturan, tapi mulai sekarang ikutilah semua peraturan yang berlaku.

 Disiplin

Disiplin merupakan kunci utama untuk mempertahankan diri supaya tetap dipekerjakan oleh perusahaan. Ada beberapa kegiatan yang membutuhkan disiplin yang lebih dari sekedar mengikuti peraturan.

 Kreatif

Kembangkan kreatifitas Anda dalam membantu perusahaan memecahkan masalahnya. Tentu kreatifitas yang dimaksudkan adalah sesuatu yang bisa mengurangi bahkan menghilangkan biaya yang selama ini dikeluarkan oleh perusahaan, atau sesuatu yang bisa memberi nilai tambah bagi perusahaan.

 Pintar Mencari Peluang

 Saya tidak menyarankan Anda supaya pintar mencari muka kepada pimpinan tapi pintar mencari peluang dimana Anda bisa berperan untuk membantu pimpinan atau perusahaan Anda. Karyawan yang selalu memperhatikan situasi perusahaan dan bisa membaca pikiran dari pimpinan adalah karyawan yang bisa dengan cepat menemukan peluang untuk membantu pimpinannya.

 Tulus dalam Bekerja

 Kesemua kiat diatas akan gagal atau setidaknya akan membuat Anda kecewa ketika Anda melakukannya dengan terpaksa hanya untuk diri Anda sendiri. Oleh karena itu cintailah pekerjaan Anda dan bekerjalah dengan tulus, maka Anda akan mendapatkan manfaat yang besar bagi jiwa dan karier Anda.

 Selamat bekerja, berkarya dan berprestasi.

 Ronny Siagian

TALENTS

Mungkin Anda sering mendengar bahwa setiap manusia pasti memiliki bakat alami yang dibawa semenjak lahir, dan kalau dioptimalkan maka bakat tersebut akan menjadi kekuatan yang luar biasa. Nah sekarang pertanyaannya adalah : Apakah Anda mengenali bakat-bakat yang Anda miliki ?

 Pertanyaan ini menjadi penting untuk direnungkan karena kebanyakan karyawan dan calon karyawan yang pernah saya interview tidak bisa menjawab dengan pasti mengenai bakat apa saja yang mereka miliki. Mungkin kondisi ini terjadi karena semenjak lahir mereka senantiasa didominasi oleh para orang tua yang cenderung menekankan keinginan mereka kepada anak-anaknya.

 Untunglah belakangan ini para orang tua di Indonesia sudah banyak yang menyadari bahwa kesuksesan seseorang sangat dipengaruhi oleh bakat alaminya, sehingga mereka mulai mencari kursus-kursus yang bisa mengoptimalkan bakat alami anak-anak mereka. Televisi Indonesia juga sudah banyak menyiarkan acara perlombaan ketrampilan bakat, seperti Akademi Fantasi Indonesia, Indonesian Idol, Star Dut, Idola Cilik, Multitalent Be A Star, Dai Cilik dan lain-lain. Dalam acara-acara tersebut kita sering mendengar komentar dari para dewan juri yang mengatakan “Optimalkan Bakat Anda”. 

 Kenali Bakat Alami Anda

 Apa sih sebenarnya yang dimaksud dengan bakat ? Bakat yang juga disebut sebagai talenta adalah pola pikir, perasaan, dan prilaku yang secara alami dapat terlihat pada diri seseorang. Kalau Anda bisa melakukan sesuatu maka Anda dikatakan punya kemampuan, namun bakat akan memperlihatkan sebaik dan sesering apa Anda melakukan sesuatu tersebut.

Menurut Howard Garner, yaitu seorang pendidik di Harvard University, Amerika, bakat dibagi dalam delapan kategori Multiple Intelligences, yaitu :

  1. Kecerdasan Berbahasa (Linguistic Intelligence).
  2. Kecerdasan Logika (Logical Intelligence).
  3. Kecerdasan Ruang (Spatial Intelligence).
  4. Kecerdasan Musik (Musical Intelligence).
  5. Kecerdasan Tubuh-Kinestetik (Bodily-Kinesthetic Intelligence).
  6. Kecerdasan Interpersonal (Interpersonal Intelligence).
  7. Kecerdasan Intrapersonal (Intrapersonal Intelligence).
  8. Kecerdasan Natural  (Natural Intelligence).

 Kondisi-kondisi berikut ini akan membantu Anda untuk mengenali bakat yang Anda miliki, yaitu :

  • Memiliki hasrat.

Ketika Anda melihat, mendengar atau menerima ajakan dari seseorang untuk mengerjakan suatu aktivitas, Anda merasa memiliki hasrat yang kuat untuk mengerjakannya. Anda juga begitu asyik pada saat mengerjakannya sehingga Anda masih berusaha mengulur-ulur waktu ketika saatnya untuk istirahat. Apabila Anda merasakan seperti itu, bisa jadi bahwa kegiatan tersebut adalah salah satu dari bakat alami Anda.

  • Kemampuan menguasai.

Apabila ada pekerjaan yang baru diperkenalkan pada Anda, sepertinya Anda tidak susah untuk mempelajarinya, bahkan Anda bisa melewati langkah-langkah yang belum diajarkan. Anda bisa menguasai pekerjaan tersebut dengan cepat dibandingkan dengan pekerjaan yang lain. Kelihatannya Anda berbakat dalam pekerjaan tersebut.

  • Merasa puas.

Ketika mengerjakan pekerjaan tersebut, Anda tidak saja hanya merasa senang tetapi juga merasa puas dengan hasil yang Anda peroleh.

  • Pendapat orang lain.

Menurut orang lain, Anda memiliki bakat dengan kegiatan yang sedang Anda kerjakan. Tentu saja orang lain tersebut adalah orang yang Anda percaya bahwa mereka memberikan penilaian yang jujur.

 Kondisi-kondisi diatas menuntut Anda untuk melakukan sesuatu aktivitas, dengan demikian Anda bisa mengetahui apakah Anda memiliki hasrat, terlihat lebih cepat menguasai, merasa puas dan mengetahui kesan orang lain pada saat Anda melakukannya. Jadi apabila Anda belum juga mengenali bakat alami Anda, kerjakanlah hal-hal yang baru yang selama ini belum pernah Anda kerjakan.

 Cari Peluang untuk Mengembangkan Bakat Anda

 Setelah Anda benar-benar mengerti bakat yang Anda miliki, cobalah menemukan peluang untuk mengembangkan atau mengoptimalkannya di tempat Anda bekerja saat ini. Peluang bukanlah hanya posisi atau jabatan yang kosong yang diumumkan di kolom iklan atau di papan pengumuman, tetapi juga sesuatu yang Anda lihat bahwa bakat dan keahlian Anda dibutuhkan disana. Mungkin pimpinan Anda tidak mengenal bakat yang Anda miliki sehingga dia tidak bisa menempatkan pekerjaan atau posisi yang tepat bagi Anda, tapi sesungguhnya Anda mengetahuinya. Oleh karena itu carilah atau ciptakanlah peluang agar Anda bisa menempati suatu posisi dimana Anda bisa mengembangkan bakat alami Anda disana.

 Mungkin Anda seorang karyawan yang saat ini bekerja di bagian produksi tapi Anda memiliki bakat di bidang lukis-melukis. Atau Anda bekerja di bagian engineering yang memiliki bakat menyanyi atau berbicara dalam banyak bahasa. Atau Anda karyawan yang bekerja sebagai tenaga penjual namun Anda memiliki bakat di bidang hitung-menghitung atau apa saja bakat Anda. Saya katakan sayang sekali kalau Anda membiarkan bakat tersebut hanya sekedar bakat tanpa ada usaha untuk mengembangkan dan mengoptimalkannya. Sediakanlah waktu Anda sejenak untuk melihat peluang untuk mengembangkan bakat Anda dimanapun Anda bekerja.

 Jadikan Bakat menjadi Kekuatan

 Segera setelah Anda mengenali bakat alami Anda dan telah menemukan peluang dimana Anda bisa mengembangkannya, maka selanjutnya adalah mengoptimalkannya supaya menjadi suatu  kekuatan bagi Anda. Anda membutuhkan pengetahuan tambahan dan latihan-latihan untuk menjadikan bakat yang Anda miliki menjadi suatu kekuatan ( strength ) Anda yang luar biasa untuk mencapai puncak karier Anda.

 Setelah Anda sudah memiliki kekuatan di bidang tertentu, bukan berarti sudah tidak ada lagi bakat tersembunyi lain didalam diri Anda yang menunggu untuk ditemukan. Memang Anda tidak bisa unggul dalam segala hal, tetapi Anda bisa mengoptimalkan bakat-bakat alami Anda.  

 Ronny Siagian

CHANGE OR DIE

Orang tua saya yang datang dari kampung berkomentar “tahun lalu tempat ini belum seramai ini, cepat sekali berubah ya” dan ketika melihat anak-anak saya mereka juga bilang “sudah pada gede-gede ya, rasanya kemarin masih kecil-kecil”. Sebaliknya ketika saya pulang kampung saya berkomentar kecewa “kok Danau Toba yang dulunya biru dan jernih, sekarang menjadi keruh dan kotor”.  Kita yang tinggal di Jabodetabek juga tidak kaget lagi kalau melewati  jalan raya yang tadinya mulus sekarang penuh dengan lobang-lobang dan batu-batuan. Anak-anak muda yang tidak memiliki handphone dianggap kampungan dengan sindiran “hari gene nggak punya handphone”.

Zaman orang tua saya dulu, seorang tamatan SMA akan diterima bekerja dimana saja dia mau, tapi apa yang terjadi saat ini, para sarjana pun sudah sulit mencari pekerjaan. Murid-murid SMP sekarangpun sudah diberikan PR yang harus dicari lewat internet, yang bikin orang tua kewalahan.

Para karyawan yang dibayarkan gajinya dengan cara tunai, dianggap karyawan yang kurang bonafide dibandingkan dengan cara transfer ke rekening bank. Para eksekutif mulai terbiasa dengan phonebanking , internet banking ataupun credit card, sehingga mereka jarang melihat uang tunai, kecuali para koruptor yang masih suka menyimpan uang tunai dalam kantong plastik atau dibawah bantal.

Kita bisa menyebut bahwa zaman sekarang adalah zaman cepat berubah atau zaman turbulence. Zaman turbulence ini akan menimbulkan iklim persaingan yang sangat ketat, oleh karena itu pilihan yang ada adalah berubah atau mati ditelan zaman. Change or Die !

Begitu juga apabila pelaku bisnis tidak bisa mengikuti zaman turbulence ini, sudah bisa dipastikan bahwa cepat atau lambat mereka akan mati juga. Oleh karena itu perusahan yang maju selalu berusaha melakukan perubahan-perubahan di berbagai  bidang seperti perubahan mesin dan sistem produksi, sistem keuangan dan akuntansi, sistem layanan purna jual dan banyak perubahan lainnya.

Ada kebiasaan karyawan yang kurang respek dengan perubahan, mereka mengatakan “dari dulu tidak ada masalah kenapa mesti dirubah”. Memang biasanya suatu perubahan dilakukan apabila sudah terjadi masalah, setelah kita mengalami kerugian. Lain halnya apabila kita sudah bisa mengantisipasi potensi masalah dengan demikian kita sudah siap untuk menghadapi masalah yang tidak akan merugikan kita. Hal ini bukan berlaku hanya untuk bisnis saja akan tetapi untuk karier kita juga sebagai karyawan ataupun sebagai orang tua. Bagi Anda yang sudah membaca buku Our Iceberg is Melting pasti sudah memahami pentingnya melakukan perubahan. Selamat untuk berubah. Change or Die.

Ronny Siagian

BERANI BERMIMPI

Ada beberapa yang saya kenal yang punya impian yang besar tapi tidak ditindak-lanjuti dengan suatu perbuatan nyata yang mengarah kepada impiannya tersebut. Tetapi lain halnya dengan seseorang yang bernama Tukijo seorang petani di Desa Kanigoro Kecamatan Saptosari Kabupaten Kidul Provisnsi Daerah Istimewa Yogyakarta.

Tukijo sama sekali tidak pernah mengeyam pendidikan formal mengenai energy yang dihasilkan oleh bahan bakar biodiesel. Dia mendengar informasi dari sesama petani maupun warga lainnya kalau biji jarak yang semula tidak diperdulikan, dalam beberapa tahun kedepan akan memiliki harga tersendiri.

Kemungkinan dia juga sudah banyak mendengar terjadinya krisis bahan bakar yang berasal dari perut bumi seperti minyak dan batubara. Tentunya dia juga sudah mendengar keberhasilan dari pemakaian bahan bakar yang berasal pohon jarak.  Dengan demikian dia berani menanam lebih dari 15,000 batang pohon jarak di lahan pertaniannya, meskipun saat ini harga biji jarak yang sekitar Rp. 2,000 per kg belum terlalu menggembirakan. Tapi dia yakin suatu saat usahanya akan membuahkan keberhasilan.

Ronny Siagian

GOAL SETTING

Goal Setting adalah suatu proses yang sangat ampuh untuk memikirkan masa depan Anda, dan sekaligus memotivasi Anda untuk mewujudkannya kedalam bentuk realitas. Ketika Anda sudah terbiasa untuk menetapkan tujuan yang akan dicapai maka rasa percaya diri Anda akan berkembang pesat.

Starting to Set Personal Goals

Goal dapat ditetapkan dalam level yang berbeda-beda. Terlebih dahulu Anda harus membuat Big Picture dari apa yang ingin Anda ingin lakukan dalam hidup Anda, dan memutuskan goal besar apa yang akan Anda capai. Kemudian goal besar tersebut dibeakdown menjadi sasaran-sasaran  yang lebih kecil yang mudah dicapai dan akhirnya, ketika Anda sudah mempunyai rencana untuk itu semua, maka mulailah bekerja untuk mendapatkannya.

Goal Setting Tips

Tetapkan setiap goal dengan suatu pernyataan positip. Ungkapkan goal-goal positif Anda. “Lakukan cara ini dengan baik” adalah lebih baik daripada “Jangan buat kesalahan bodoh ini”

Be precis. Tetapkan suatu goal yang tepat, tentukan tanggal dan waktu dan jumlahnya, dengan demikian Anda dapat mengukur tingkat pencapaiannya. Jika Anda melakukannya, Anda akan mengetahui dengan pasti apakah Anda sudah mencapainya atau belum, dengan demikian Anda bisa merasa puas ketika mencapainya.   

Buatlah prioritas. Bilamana Anda memiliki beberapa goal, tentukanlah prioritas masing-masing. Hal ini akan membantu Anda untuk mencegah perasaan kebanjiran goal dan menolong Anda untuk memusatkan perhatian kepada goal yang paling penting.

Tuliskan goals Anda. Jangan hanya menyimpan goal Anda dalam kepala dan angan-angan akan tetapi Anda harus menuliskannya kedalam media tulis.

Jaga agar operational goals tetap kecil. Goal yang terlalu besar harus dibreakdown kedalam goal operational yang lebih kecil. Pencapaian operational goal yang kecil akan menghantar Anda dalam pencapaian goal besar.  

Buatlah performance goals bukan outcome goals. Anda harus menetapkan goal yang mempunyai nilai pencapaian yang dapat dikendalikan tidak hanya sekedar hasil yang diperoleh.   

Ronny Siagian