BE HAPPY AT WORK

Mungkin Ada pernah memperhatikan seseorang yang tampangnya cemberut setiap hari, bahkan setiap pagi ketika mau berangkat kerja perutnya selalu mulas. Pasti orang tersebut tidak menikmati pekerjaannya atau jangan-jangan ada seseorang yang mengancamnya di tempat kerjanya. Ada beberapa faktor yang mempengaruhi kita didalam menikmati pekerjaan, yaitu lingkungan, teman kerja dan jenis pekerjaan itu sendiri.

Berikut saya berikan 5 Tips yang dapat Anda ikuti agar lebih menikmati pekerjaan Anda.

 Tetapkan pekerjaan yang Anda sukai

Tidak satu orangpun yang bisa menikmati semua pekerjaan dari A sampai Z. Ada beberapa pekerjaan dimana seseorang lebih  menikmatinya dibandingkan orang lain. Agar Anda bisa senantiasa menikmati pekerjaan Anda, maka dari awal sebelum memilih pekerjaan Anda sudah harus menentukan pekerjaan apa saja yang Anda harus pilih. Anda akan menghabiskan waktu untuk menyesuaikan diri dengan pekerjaan yang sangat menjengkelkan Anda.

 Saya harus menikmati kerja saya hari ini

Sekarang Anda sudah dapat pekerjaan maka  tanamkanlah pernyataan ini dalam benak Anda: “Saya harus menikmati kerja saya hari ini”. Ketika Anda sudah memposisikan diri untuk menikmati pekerjaan Anda, maka kemungkinan besar hal itu akan terjadi. Mulailah bergerak dari sudut positip, niscaya Anda akan menemukan bahwa segala sesuatunya akan lebih indah.

 Aktif dan Profesional

Jangan bersikap pasif dalam bekerja. Kebanyakan orang yang bekerja pasif tidak bisa menikmati apa yang mereka kerjakan bahkan akhirnya mereka menjadi bosan. Apabila Anda aktif dan professional dalam apa saja yang Anda kerjakan maka Anda pasti memperoleh hasil yang bagus.

 Menyukai Feedback

Mintalah feedback dari rekan kerja dan pimpinan Anda. Orang yang bekerja dengan baik justru akan mendapatkan feedback positip yang lebih banyak. Manfaatkanlah hal ini untuk meningkatkan moral Anda dalam bekerja. Moral yang lebih baik akan menghasilkan performa yang lebih baik. Jadi cobalah menciptakan suatu loop feedback positip yang akan memperbaiki kenerja Anda dalam bekerja.

 Belajar berkata Tidak

Beberapa orang susah mengatakan “tidak” meskipun hal tersebut tidak bisa dipenuhinya. Bersepakat dengan tugas yang tidak mungkin Anda kerjakan akan membuat Anda stress dan tidak nyaman bekerja. Belajarlah untuk mengatakan ”tidak” bahkan kepada pimpinan Anda  kalau memang hal tersebut tidak bisa Anda kerjakan. Hal itu tidak menunjukkan bahwa Anda tidak mampu tapi justru memperlihatkan profesionalisme Anda.

 Ronny Siagian

Advertisements

KIAT MENGATASI STRESS

Saya nggak pernah tahu seperti apa wajah saya kalau lagi serius kerja, untunglah ada teman saya yang menegur “Pak, wajahnya serem kalau lagi seius”. “Masa, padahal saya nggak merasa terlalu serius”. Kemudian saya mulai belajar untuk bisa bekerja serius tapi santai. Berikut adalah cara-cara yang saya terapkan :

Tersenyum kepada setiap orang

Bangun pagi saya membiasakan diri untuk tersenyum kepada istri bahkan kepada embun pagi yang segar. Tersenyum kepada satpam, office boy dan semua orang yang saya temui di kantor. Hampir semua mereka membalas senyuman saya dengan senyuman juga.

 Duduk dengan tegak

Posisi duduk yang tegak akan membuat paru-paru, jantung, otot dan saraf tetap rileks. Tapi kebiasaan duduk saya dari kecil sudah kurang bagus, sehingga saya harus kerja keras untuk memperbaikinya. 

 Memberi pujian kepada orang lain

Saya membiasakan diri untuk mengancungkan jempol kepada teman kerja yang saya lihat melakukan pekerjaannya dengan baik. Kadang-kadang saya berikan tulisan di kertas bahwa dia melakukannya dengan baik dan SMS sangat tepat untuk hal ini. Tapi sebaliknya saya dengan sopan menegur rekan kerja yang melakukan hal-hal yang nyata tidak baik.

 Bersahabat dengan orang periang

Ternyata kalau kita banyak bergaul dengan orang yang ceria, secara tidak sadar kita juga jadi ikut-ikutan ceria. Tidak diragukan lagi kalau orang yang ceria jarang stress karena pada saat itu paru-paru, jantung, otot dan saraf kita bisa lebih rileks.

 Berpikir positip dalam menghadapi setiap permasalahan

Apapun yang terjadi saya coba untuk berpikir dari sisi yang positip. Meskipun saya harus sering berlatih.

 Berbicang secara santai, akrab serta komunikatif

Nah ini yang saya perlu hati-hati, karena salah-salah bisa dianggap kurang serius. Karena banyak orang beranggapan bahwa orang yang berbicara santai adalah orang yang kurang serius bekerja.

 Menonton film humor

Saya lebih senang menonton Tom Jerry, Mickey Mouse atau Mr. Bean daripada Die Hard, Speed apalagi Hantu Jeruk Purut.

 Berolah raga secara rutin

Yang terkahir ini juga masih susah saya kerjakan. Paling juga berenang setiap minggu. Saya tidak disiplin berjalan minimal 15 menit setiap pagi. Saya akan usahakan.

 Ronny Siagian

MAU HIDUP LEBIH LAMA ? OPTIMIS !

Ada banyak orang yang mempunyai tips-tips agar tetap  awet muda dan hidup lebih lama. Dan memang banyak orang yang berusaha untuk bisa hidup lebih lama, yaitu dengan cara berolah raga, therapy medis, mengatur pola makan dan dengan mengkonsumsi berbagai makanan atau minuman suplemen.

Orang selalu berkata bahwa umur manusia ada di tangan Tuhan. Benar, tapi manusia juga diberi akal budi untuk menjaga kesehatan agar bisa panjang umur.

Akhir-akhir ini sekolompok peneliti dari University of Pitsburg yang dipimpin oleh DR. Hillary Tindle membuat suatu kesimpulan bahwa “Orang yang Optimis akan hidup lebih lama“.

Para peneliti ini mengkaji angka rata-rata kematian dan kondisi kesehatan kronis di kalangan 100,000 perempuan yang berusia 50 tahun ke atas sejak 1994. Perempuan yang memiliki sifat optimistis – yaitu orang yang selalu memperkirakan sesuatu yang baik akan terjadi dan bukan sesuatu yang buruk, yang mempercayai orang lain dan bukan curiga terus – lebih jarang mengalami penyakit yang macam-macam, seperti sakit jantung, stroke, kanker, diabetes dan lain-lain.

Kemudian saya bertanya-tanya, kenapa orang yang optimis bisa hidup lebih lama. Saya jawab dengan begini :

  • Orang yang optimis selalu memandang sesuatu dengan positif. Positif berarti sesuatu yang semakin besar, sebaliknya yang negative adalah sesuatu yang berkurang.
  • Orang yang optimis lebih banyak berpikir agar apa yang diinginkannya tercapai. Kata orang bijak, otak manusia akan lebih awet apabila sering dipergunakan untuk berpikir, kalau orang malas berpikir maka otaknya juga cepat tua.
  • Orang yang optimis lebih banyak bekerja sesuai dengan yang sudah direncanakan atau diharapkan. Orang yang banyak bekerja akan membuat tubuh atau raga lebih terlatih, sehingga anggota tubuh selalu berfungsi dengan benar dan sehat.
  • Orang yang optimis lebih banyak bergaul dengan orang ataupun lingkungan. Orang yang banyak bergaul akan lebih banyak menggunakan hati atau perasaan, dengan demikian jiwanya lebih terlatih dan sehat.

Ini semua hanya pemikiran saya saja. Tapi saya setuju dengan hasil penelitian Dr. Hillary Tindle, “Orang yang Optimis, hidup lebih lama”. Tapi untuk apa hidup ? Pertanyaan yang sangat hakiki ini masing-masing kita menjawabnya.

Ronny Siagian