AM I DIFFERENT ? – Important for Your Career

Ketika saya dan keluarga hendak makan di salah satu restoran pujasera, kami harus antri karena semua meja sudah terisi. Saya melihat setiap kali ada orang yang sudah selesai makan dan beranjak dari kursinya – meskipun meja belum dibersihkan dari sisa-sisa makanan – namun tamu sudah langsung menyerobot,

Di restoran pujasera, petugas yang membersihkan meja berbeda dengan petugas yang menyajikan pesanan.  Namun saat itu saya melihat ada sesuatu yang berbeda dari seorang wanita pelayan pengantar makanan. Meskipun pengunjung sangat ramai namun selama pengamatan saya wanita itu tidak mengalami masalah untuk mengantarkan pesanan.  Kelihatannya dia sangat menguasai liku-liku dari layout restoran tersebut. Matanya selalu mengawasi setiap perubahan yang terjadi di dalam restoran sehingga dia mengetahui kondisi terkini dari restoran.

Hal yang menarik lagi adalah, meskipun ada petugas khusus yang membersihkan meja tapi dia masih sempat membersihkan beberapa meja lainnya, tanpa melalaikan pekerjaan dasarnya. Dia berpakaian rapi dilengkapi kain lap yang menggantung dikantong belakang celana dan dia selalu tersenyum dalam melakukan pekerjaannya, berbeda sekali dengan temannya yang terlihat cemberut. Mungkin teman-temannya sudah terlebih dahulu membayangkan capeknya melayani tamu sebanyak itu.

Saya kemudian menyimpulkan bahwa si pelayan wanita itu tidak saja mengetahui kondisi terkini dari restoran akan tetapi dia bisa bertindak untuk mencegah masalah yang mungkin terjadi. Saya yakin suatu saat wanita itu akan memperoleh kesuksesan dalam karirnya.

Menurut pengamatan saya banyak karyawan yang fokus kepada bidang pekerjaannya namun tidak bisa melihat persoalan yang dihadapi perusahaan secara umum. Pimpinan yang lebih atas dengan pandangannya yang lebih luas tentu saja bisa melihatnya. Oleh karena itu, karyawan ataupun profesional seperti pelayan yang saya contohkan diatas akan dianggap cocok untuk dipromosikan ke posisi yang lebih baik.

Am I different ? Cobalah renungkan sejenak ; Apakah saya cukup berbeda di tempat saya bekerja atau saya hanya seorang karyawan biasa-biasa saja.

Ronny Siagian

JUST DO IT !

Salah satu bab yang tertulis dalam buku

DARI BANGKU PUTIH KELUARGA MEL – MAKE YOUR DREAMS COME TRUE – Inspired by Melanthon Siagian adalah Unang Holan H – Just DO IT.

Unang Holan H-nya Pak Melanthon terdapat dalam prinsip PDCA yang sangat terkenal sehubungan dengan kegiatan Continuous Improvement.

Meskipun di setiap akhir Meeting QCC atau SGA semuanya sudah terencana dengan baik, termasuk PIC maupun tanggal mulainya, namun D – Do menjadi satu sesi yang susah dilakukan. Para Supervisor Lapangan seringkali harus selalu diingatkan dengan DO IT untuk menggerakkan mereka dalam roda putaran PDCA.

DO IT merupakan singkatan dari :

D – Define problem

O – Open mind

I – Identify best solution

T – Transform

DEFINE PROBLEM

Meskipun kelihatannya sederhana, tetapi ternyata banyak juga orang yang tidak mengenal permasalahan mereka sendiri. Bukan berarti mereka tidak punya masalah akan tetapi mereka tidak tahu apa sesungguhnya permasalahan yang mereka hadapi.  Kalau Anda sudah mengetahui permasalahan yang Anda hadapi itu bagus. Langkah-langkah berikut akan membantu Anda untuk mendefinisikan permasalahan Anda :

  • Pastikan bahwa Anda sedang mencari permasalahan bukan hanya gejala-gejala dari permasalahan. Untuk itu tanyakan kenapa masalah tersebut terjadi berulang-ulang hingga Anda memperoleh akar permasalahannya.
  • Gambarkan diagram tulang ikan dari permasalahannya. Apabila permasalahannya terlalu luas maka coba persempit atau breakdown kedalam ukuran yang lebih kecil.
  • Buat ringkasan dari permasalahan kedalam suatu bentuk format yang sederhana. Robert W. Olsen*) menyarankan bahwa cara yang paling baik adalah dengan menuliskan beberapa masalah dalam dua kata, kemudian pilihlah yang paling bagus.

OPEN MIND

Apabila Anda sudah mengetahui masalah yang akan Anda pecahkan, maka selanjutnya Anda mencarikan solusi pemecahannya. Dalam tahap ini kita mencoba mendapatkan sebanyak mungkin ide-ide. Walaupun ide yang kelihatannya jelek, tapi bisa saja menjadi bibit ide yang cemerlang. Ingat bahwa orang-orang memiliki perspektip yang berbeda-beda terhadap suatu masalah, oleh karena itu Anda harus terbuka terhadap ide-ide yang ada. Orang biasanya tergoda untuk menetapkan ide bagus yang pertama tanpa memperhatikan ide-ide yang lainnya.  Apabila Anda melakukan hal ini maka Anda akan kehilangan banyak solusi-solusi yang lebih baik.

IDENTIFY THE BEST SOLUTION

Dalam tahapan ini Anda memilih ide yang terbaik dari sejumlah ide yang Anda peroleh. Teknik Pengambilan keputusan ( Decision Making ) dengan Analisa Pohon Keputusan ( Decision Tree Analysis )  akan membantu Anda untuk memilih solusi yang terbaik. Ketika Anda sedang memilih solusi yang terbaik, Anda harus selalu ingat apa sasaran dari perusahaan atau departemen atau Anda sendiri. Biasanya Pengambilan Keputusan akan menjadi lebih mudah dengan cara demikian.

TRANSFORM

Setelah mengidentifikasi masalah-masalah yang ada dan mendapatkan solusinya, maka langkah terahir adalah mengimplementasikan solusi tersebut. Untuk memudahkan Anda untuk mengimplementasikan solusi yang sudah Anda tetapkan maka Anda perlu menyusun Action Plan atau rencana yang akan Anda lakukan secara tahap demi tahap. Dalam menjalankan action plan dibutuhkan waktu dan energy yang bisa saja kalau Anda tidak sungguh-sungguh maka Anda tidak akan memperoleh hasil yang optimal. Banyak orang-orang yang sangat kreatif sekalipun gagal dalam tahapan ini karena mereka tidak menjalankannya dengan sungguh-sungguh.

*) Robert W Olsen dalam bukunya ‘The Art of Creative Thinking’.

Ronny Siagian

ANTUSIAME DALAM BEKERJA

Berikut ini adalah cerita singkat yang saya perhatikan dari seorang anak muda saat pertama kali diterima bekerja – setelah menganggur beberapa lama. Dia tinggal di sebuah kamar kost bersama teman sekampungnya yang sudah terlebih dahulu bekerja. Jadi tidaklah mengherankan kalau dia sangat SENANG setelah menerima telepon pemberitahuan diterima bekerja di salah satu perusahaan yang ada di kawasan industri di Jakarta. Sepertinya dia merasakan badanya lebih ringan dan nafasnya sepertinya lebih segar ketika kalimat TERIMA KASIH TUHAN keluar dari mulutnya.

 Memang beberapa hari yang lalu dia mengikuti wawancara di salah satu perusahaan Jepang, namun dia tidak yakin akan diterima bekerja disana, mengingat waktu itu dia seperti dilecehkan oleh orang yang mewawancarainya. Dibukanya kembali file lamaran dan catatan-catatan yang ada di sudut kamarnya, ingin mencari informasi yang lebih lengkap dari perusahaan yang barusan meneleponnya. Dengan hati yang berbunga-bunga dia menghempaskan badannya diatas tempat tidurnya yang selalu berantakan. Kali ini dirapikannya tempat tidurnya dan sejenak dia berhenti sambil berpikir APA YANG HARUS DIPERSIAPKAN untuk memulai pekerjaan nanti. Dia membuka lemari pakaian plastik untuk mencari pakaian yang cocok untuk dikenakan saat bekerja nanti. Entah siapa yang diajaknya berbicara lewat telepon, barangkali dia bercerita dengan orang tuanya atau pacarnya atau temannya, entahlah tapi tampaknya suatu perbincangan yang menyenangkan.

 Dia SEPERTI TIDAK SABAR menunggu untuk mulai bekerja sesuai dengan jadwal yang sudah disepakati. Dengan sembunyi-sembunyi dia melintas di depan kantor yang nantinya akan menjadi kantor barunya. Dia mencoba membayangkan seperti apa lingkungan kerjanya, seperti apa bosnya  atau teman bekerjanya, dan dia BERTEKAD DALAM HATI “saya akan bekerja dengan baik !”.

Pagi-pagi sekali sang karyawan berangkat kerja dengan SEMANGAT, dia tidak mau terlambat. Agar tidak terlihat terlalu kepagian dia menunggu di warung yang tidak jauh dari kantor baru, karena memang masih terlalu pagi untuk ngantor atau bekerja. Sambil merapikan pakaian dan rangsel hitamnya dia mengambil langkah awal bekerja.

 Padahal SENYUMNYA TULUS tapi dia masih terlihat kaku ketika berkenalan dengan para karyawan. Semua informasi di hari pertamanya ditangkap dengan hati-hati dan kemudian direnungkan kembali di kamar kostnya. Setiap pagi dia bangun lebih awal, mandi lebih awal, berpakaian lebih awal persis seperti ketika mau berangkat piknik bersama keluarga ketika masih kecil. HARI-HARINYA MENYENANGKAN, wajahnya selalu berseri-seri, selalu ada senyum di bibirnya, seolah-olah setiap hari ia memenangkan lotere saja.

 Apakah Anda pernah mengalami hal yang seperti itu ? Mungkin ketika diterima sebagai karyawan baru, ketika dipromosikan untuk jabatan yang baru, ketika mendapatkan proyek baru atau ketika menjalankan bisnis yang baru. Apakah perasaan seperti itu masih Anda rasakan hingga saat ini ? Seandainya seperti itu. Inilah yang saya katakan dengan ANTUSIASME DALAM BEKERJA.

 Ronny Siagian

KIAT MENGATASI STRESS

Saya nggak pernah tahu seperti apa wajah saya kalau lagi serius kerja, untunglah ada teman saya yang menegur “Pak, wajahnya serem kalau lagi seius”. “Masa, padahal saya nggak merasa terlalu serius”. Kemudian saya mulai belajar untuk bisa bekerja serius tapi santai. Berikut adalah cara-cara yang saya terapkan :

Tersenyum kepada setiap orang

Bangun pagi saya membiasakan diri untuk tersenyum kepada istri bahkan kepada embun pagi yang segar. Tersenyum kepada satpam, office boy dan semua orang yang saya temui di kantor. Hampir semua mereka membalas senyuman saya dengan senyuman juga.

 Duduk dengan tegak

Posisi duduk yang tegak akan membuat paru-paru, jantung, otot dan saraf tetap rileks. Tapi kebiasaan duduk saya dari kecil sudah kurang bagus, sehingga saya harus kerja keras untuk memperbaikinya. 

 Memberi pujian kepada orang lain

Saya membiasakan diri untuk mengancungkan jempol kepada teman kerja yang saya lihat melakukan pekerjaannya dengan baik. Kadang-kadang saya berikan tulisan di kertas bahwa dia melakukannya dengan baik dan SMS sangat tepat untuk hal ini. Tapi sebaliknya saya dengan sopan menegur rekan kerja yang melakukan hal-hal yang nyata tidak baik.

 Bersahabat dengan orang periang

Ternyata kalau kita banyak bergaul dengan orang yang ceria, secara tidak sadar kita juga jadi ikut-ikutan ceria. Tidak diragukan lagi kalau orang yang ceria jarang stress karena pada saat itu paru-paru, jantung, otot dan saraf kita bisa lebih rileks.

 Berpikir positip dalam menghadapi setiap permasalahan

Apapun yang terjadi saya coba untuk berpikir dari sisi yang positip. Meskipun saya harus sering berlatih.

 Berbicang secara santai, akrab serta komunikatif

Nah ini yang saya perlu hati-hati, karena salah-salah bisa dianggap kurang serius. Karena banyak orang beranggapan bahwa orang yang berbicara santai adalah orang yang kurang serius bekerja.

 Menonton film humor

Saya lebih senang menonton Tom Jerry, Mickey Mouse atau Mr. Bean daripada Die Hard, Speed apalagi Hantu Jeruk Purut.

 Berolah raga secara rutin

Yang terkahir ini juga masih susah saya kerjakan. Paling juga berenang setiap minggu. Saya tidak disiplin berjalan minimal 15 menit setiap pagi. Saya akan usahakan.

 Ronny Siagian

MAU HIDUP LEBIH LAMA ? OPTIMIS !

Ada banyak orang yang mempunyai tips-tips agar tetap  awet muda dan hidup lebih lama. Dan memang banyak orang yang berusaha untuk bisa hidup lebih lama, yaitu dengan cara berolah raga, therapy medis, mengatur pola makan dan dengan mengkonsumsi berbagai makanan atau minuman suplemen.

Orang selalu berkata bahwa umur manusia ada di tangan Tuhan. Benar, tapi manusia juga diberi akal budi untuk menjaga kesehatan agar bisa panjang umur.

Akhir-akhir ini sekolompok peneliti dari University of Pitsburg yang dipimpin oleh DR. Hillary Tindle membuat suatu kesimpulan bahwa “Orang yang Optimis akan hidup lebih lama“.

Para peneliti ini mengkaji angka rata-rata kematian dan kondisi kesehatan kronis di kalangan 100,000 perempuan yang berusia 50 tahun ke atas sejak 1994. Perempuan yang memiliki sifat optimistis – yaitu orang yang selalu memperkirakan sesuatu yang baik akan terjadi dan bukan sesuatu yang buruk, yang mempercayai orang lain dan bukan curiga terus – lebih jarang mengalami penyakit yang macam-macam, seperti sakit jantung, stroke, kanker, diabetes dan lain-lain.

Kemudian saya bertanya-tanya, kenapa orang yang optimis bisa hidup lebih lama. Saya jawab dengan begini :

  • Orang yang optimis selalu memandang sesuatu dengan positif. Positif berarti sesuatu yang semakin besar, sebaliknya yang negative adalah sesuatu yang berkurang.
  • Orang yang optimis lebih banyak berpikir agar apa yang diinginkannya tercapai. Kata orang bijak, otak manusia akan lebih awet apabila sering dipergunakan untuk berpikir, kalau orang malas berpikir maka otaknya juga cepat tua.
  • Orang yang optimis lebih banyak bekerja sesuai dengan yang sudah direncanakan atau diharapkan. Orang yang banyak bekerja akan membuat tubuh atau raga lebih terlatih, sehingga anggota tubuh selalu berfungsi dengan benar dan sehat.
  • Orang yang optimis lebih banyak bergaul dengan orang ataupun lingkungan. Orang yang banyak bergaul akan lebih banyak menggunakan hati atau perasaan, dengan demikian jiwanya lebih terlatih dan sehat.

Ini semua hanya pemikiran saya saja. Tapi saya setuju dengan hasil penelitian Dr. Hillary Tindle, “Orang yang Optimis, hidup lebih lama”. Tapi untuk apa hidup ? Pertanyaan yang sangat hakiki ini masing-masing kita menjawabnya.

Ronny Siagian

OPTIMIS DISAAT KRISIS

Bagaimana mungkin kita bisa optimis, sementara banyak negara termasuk Indonesia menyatakan bahwa mereka pesimis untuk mencapai target yang sudah ditetapkan sebelumnya. Sepertinya tidak masuk akal, kalau seorang karyawan yang bekerja di suatu perusahaan  yang aktivitas perusahaannya sudah menurun karena krisis global  masih memiliki rasa optimisme.

Optimisme adalah suatu keyakinan untuk bisa melakukan dan mencapai sesuatu karena kita sudah menempatkan diri pada posisi yang benar menuju sesuatu tersebut tanpa bergantung kepada kenyataan masa lalu, atau masa kini bahkan ramalan di masa yang akan datang – Ronny Siagian –

Optimisme melibatkan hati untuk bertekad dan kepala untuk berpikir dan tangan untuk melaksanakannya dengan sungguh-sungguh. Jadi optimisme tidak hanya mengendap didalam hati tapi harus disalurkan kedalam pikiran untuk mencari strategi atau cara-cara untuk mewujudkannnya dan selanjutnya memberikan kesempatan kepada hati dan pikiran untuk menggerakkan tangan kita untuk mengeksekusinya. Inilah yang saya katakan optimisme.

Sekarang posisi Anda ada dimana ? Apakah Anda menjadi orang yang optimis atau orang yang pesimis tanpa cita-cita, tanpa harapan sehingga tidak berusaha berpikir, dan tidak bertindak apa-apa ( do nothing ).  Atau mungkin Anda masih melakukan aktivitas yang biasa-biasa saja sama seperti kemarin, itu berarti Anda tinggal menunggu saatnya untuk jatuh.

Akhir-akhir ini saya perhatikan banyak karyawan yang terkejut dan tidak bisa menerima akibat dampak krisis global terhadap diri mereka, seperti pemutusan hubungan kerja, dirumahkan, diturunkan jabatannya, pendapatannya berkurang, hilangnya fasilitas dan dampak lainnya. Sebaliknya ada juga beberapa orang yang sangat memaklumi krisis global sebagai pembenaran atas kegagalan mereka.

Dimanapun posisi Anda saat ini, jangan biarkan krisis global menurunkan performa Anda, Jangan biarkan masa lalu mengganggu cita-cita Anda, justru peristiwa atau tindakan di masa lalu harus dijadikan sebagai pelajaran untuk mendapatkan yang lebih baik di masa yang akan datang. Apakah Anda merasa bahwa sikap Anda di masa yang lalu kurang baik, sekarang tentukan sikap Anda untuk lebih baik di masa yang akan datang. Apakah strategi Anda di masa yang lalu kurang berhasil, sekarang pelajari hal-hal apa saja yang membuat hal itu kurang berhasil, temukan solusinya dan tetapkan starategi baru yang lebih baik di masa yang akan datang. Inilah yang saya katakan Optimis.

Apapun yang terjadi itulah yang terbaik, tapi sebelum itu terjadi lakukanlah yang terbaik – Ronny Siagian –

Ronny Siagian

SURVIVAL IN THE GLOBAL CRYSIS

Kiat Karyawan untuk Menghadapi Krisis Global

 Entah Anda memahami latar belakang Krisis Global yang terjadi saat ini atau tidak, tapi kelihatannya krisis yang berawal dari negara adikuasa Amerika Serikat itu, terasa juga di negara kita Indonesia ini. Meskipun dampak krisis global tidak berdampak sangat serius tapi ada juga beberapa perusahaan yang harus mengurangi  jam kerja bahkan mengurangi tenaga kerjanya mereka.

 “Sejauh ini, dari laporan kira-kira ada enam perusahaan yang sudah melakukan PHK. Tapi tidak bisa saya sebutkan. Jumlah karyawan yang terkena PHK itu mencapai 1.200-an orang. Perusahaan yang melakukan PHK itu kebanyakan di sektor manufaktur, khususnya garmen” kata  Menteri Tenaga Kerja dan Trasmigrasi ( Mennakertrans ) Erman Suparno, Kamis 30 Oktober 2008.

 Beruntunglah Anda yang masih tetap bekerja hingga saat ini, dan mudah-mudahan Anda tetap bisa bertahan di Era Krisis Global yang banyak mengancam para karyawan di banyak perusahaan. Namun agar Anda tidak hanya menunggu nasib yang ditentukan oleh pihak perusahaan, maka saya akan mencoba memberikan kiat – yang sebenarnya tidak terlalu susah – agar tetap dipekerjakan oleh bos Anda, yaitu :

 Memahami Problem Perusahaan

Ternyata banyak juga karyawan yang tidak mengerti problem yang dialami oleh perusahaan dimana dia bekerja. Ya memang tidak semua problem suatu perusahaan dibiarkan untuk diketahui oleh karyawannya, tapi Anda bisa saja melihat secara umum dari kesibukan perusahaan, seperti penjualan dan pengiriman, kesibukan produksi dan mungkin dari kebijakan yang diambil oleh pihak manajemen.

 Menempatkan Diri dengan Tepat

Dengan memahami problem yang sedang dialami oleh perusahaan Anda, maka seyogianya Anda bisa menempatkan diri Anda dengan tepat. Jangan pada saat perusahaan Anda sedang mengalami problem keuangan tapi Anda malah melakukan kegiatan-kegiatan yang menghabiskan uang. Mungkin saja kegiatan Anda tersebut tidak salah bahkan mungkin merupakan suatu terobosan yang bagus tapi sebaiknya Anda mempertimbangkannya dari sisi problem perusahaan.

 Membantu Perusahaan

Anda akan tetap dipekerjakan meskipun perusahaan Anda sedang mengalami masalah keuangan apabila Anda selalu menunjukkan usaha untuk membantu perusahaan. Seperti saya sudah katakan sebelumnya bahwa sebenarnya usaha membantu perusahaan untuk menghadapi masalah mereka tidaklah terlalu susah, yaitu :

 Ikut Aturan

Ikuti saja peraturan yang berlaku di perusahaan Anda. Memang agak mengkuatirkan apabila selama ini Anda sudah terbiasa tidak mengikuti peraturan, tapi mulai sekarang ikutilah semua peraturan yang berlaku.

 Disiplin

Disiplin merupakan kunci utama untuk mempertahankan diri supaya tetap dipekerjakan oleh perusahaan. Ada beberapa kegiatan yang membutuhkan disiplin yang lebih dari sekedar mengikuti peraturan.

 Kreatif

Kembangkan kreatifitas Anda dalam membantu perusahaan memecahkan masalahnya. Tentu kreatifitas yang dimaksudkan adalah sesuatu yang bisa mengurangi bahkan menghilangkan biaya yang selama ini dikeluarkan oleh perusahaan, atau sesuatu yang bisa memberi nilai tambah bagi perusahaan.

 Pintar Mencari Peluang

 Saya tidak menyarankan Anda supaya pintar mencari muka kepada pimpinan tapi pintar mencari peluang dimana Anda bisa berperan untuk membantu pimpinan atau perusahaan Anda. Karyawan yang selalu memperhatikan situasi perusahaan dan bisa membaca pikiran dari pimpinan adalah karyawan yang bisa dengan cepat menemukan peluang untuk membantu pimpinannya.

 Tulus dalam Bekerja

 Kesemua kiat diatas akan gagal atau setidaknya akan membuat Anda kecewa ketika Anda melakukannya dengan terpaksa hanya untuk diri Anda sendiri. Oleh karena itu cintailah pekerjaan Anda dan bekerjalah dengan tulus, maka Anda akan mendapatkan manfaat yang besar bagi jiwa dan karier Anda.

 Selamat bekerja, berkarya dan berprestasi.

 Ronny Siagian

MIDDLE AGE

Ketika merekrut karyawan-karyawan baru yang akan bekerja di ISTW, saya selalu melihat tanggal kelahiran mereka. Saya cemburu dengan umur mereka yang rata-rata masih dua puluhan tahun. Rasanya saya ingin kembali ke zaman usia dua puluhan tahun agar saya bisa mengulang kehidupan yang lebih baik. Saya menyesal telah menyia-nyiakan waktu saya untuk hal-hal yang kurang baik. Tapi untunglah saya sadar bahwa yang sudah berlalu tidak mungkin bisa diulang lagi, semuanya harus kita terima dan disyukuri.

Ada beberapa orang bijak bilang “yang penting bukan kapan kamu mulai tapi bagaimana kamu melakukan yang terbaik saat ini”. Dalam hati saya berjanji saya akan melakukan yang terbaik mulai saat ini. Kadang-kadang saya sering diperhadapkan dengan pandangan yang sengaja disuguhkan oleh dunia kepada saya untuk menggapai kesuksesan materi dan jabatan. Meskipun semua itu sangat penting tapi saya belajar untuk menyikapinya dengan berkata dalam hati “aku akan tetap berusaha melakukan yang terbaik dalam hidupku dan kebahagiaan hidupku adalah kesuksesanku”.

Mungkin saat ini kita merasa sudah terlalu tua untuk melakukan sesuatu, seperti semuanya sudah terlambat. Mungkin kita merasa bahwa berkarya dan berkreasi adalah bagian dari anak-anak muda dan karyawan-karyawan baru. Ini hanya contoh saja, Dolly Parton mampu menciptakan album terbarunya bahkan mencapai sukses  pada saat usianya sudah 62 tahun. Katsusuke Yanagisawa di usianya yang ke 71 menaklukkan puncak gunung Everest, sementara di base camp Yuichiro Miura (75 tahun) dan Min Bahadur Sherchan (77 tahun) sudah bersiap-siap untuk mendaki gunung tersebut. Pasti Anda juga mengenal beberapa orang yang mengawali kesuksesan di usianya yang sudah relatif tua. Kita tidak bisa mengatakan “itu kan hanya beberapa orang saja dari sekian juta orang”.

Orang yang paling dekat dengan saya yang membuat saya tetap terinspirasi untuk melakukan yang terbaik adalah kakak perempuan saya yang sudah berusia 51 tahun memulai perkuliahannya di Fakultas Hukum di salah satu perguruan tinggi di Medan. Ketika saya tanyakan apa motivasinya, jawabnya adalah “saya tidak mau hanya menyesali masa lalu saya”

Mohon maaf, tulisan ini saya buat untuk memotivasi saya  ( dan saya bagikan kepada teman-teman mana tahu dibutuhkan ) agar selalu berusaha untuk melakukan yang terbaik. Teman-teman saya bilang “baru sadar ya ?, terlambat !”. Tak masalah apa yang akan aku dapatkan, yang penting aku tetap berusaha.  Bangkitlah Hai Semangatku !

Ronny Siagian

TALENTS

Mungkin Anda sering mendengar bahwa setiap manusia pasti memiliki bakat alami yang dibawa semenjak lahir, dan kalau dioptimalkan maka bakat tersebut akan menjadi kekuatan yang luar biasa. Nah sekarang pertanyaannya adalah : Apakah Anda mengenali bakat-bakat yang Anda miliki ?

 Pertanyaan ini menjadi penting untuk direnungkan karena kebanyakan karyawan dan calon karyawan yang pernah saya interview tidak bisa menjawab dengan pasti mengenai bakat apa saja yang mereka miliki. Mungkin kondisi ini terjadi karena semenjak lahir mereka senantiasa didominasi oleh para orang tua yang cenderung menekankan keinginan mereka kepada anak-anaknya.

 Untunglah belakangan ini para orang tua di Indonesia sudah banyak yang menyadari bahwa kesuksesan seseorang sangat dipengaruhi oleh bakat alaminya, sehingga mereka mulai mencari kursus-kursus yang bisa mengoptimalkan bakat alami anak-anak mereka. Televisi Indonesia juga sudah banyak menyiarkan acara perlombaan ketrampilan bakat, seperti Akademi Fantasi Indonesia, Indonesian Idol, Star Dut, Idola Cilik, Multitalent Be A Star, Dai Cilik dan lain-lain. Dalam acara-acara tersebut kita sering mendengar komentar dari para dewan juri yang mengatakan “Optimalkan Bakat Anda”. 

 Kenali Bakat Alami Anda

 Apa sih sebenarnya yang dimaksud dengan bakat ? Bakat yang juga disebut sebagai talenta adalah pola pikir, perasaan, dan prilaku yang secara alami dapat terlihat pada diri seseorang. Kalau Anda bisa melakukan sesuatu maka Anda dikatakan punya kemampuan, namun bakat akan memperlihatkan sebaik dan sesering apa Anda melakukan sesuatu tersebut.

Menurut Howard Garner, yaitu seorang pendidik di Harvard University, Amerika, bakat dibagi dalam delapan kategori Multiple Intelligences, yaitu :

  1. Kecerdasan Berbahasa (Linguistic Intelligence).
  2. Kecerdasan Logika (Logical Intelligence).
  3. Kecerdasan Ruang (Spatial Intelligence).
  4. Kecerdasan Musik (Musical Intelligence).
  5. Kecerdasan Tubuh-Kinestetik (Bodily-Kinesthetic Intelligence).
  6. Kecerdasan Interpersonal (Interpersonal Intelligence).
  7. Kecerdasan Intrapersonal (Intrapersonal Intelligence).
  8. Kecerdasan Natural  (Natural Intelligence).

 Kondisi-kondisi berikut ini akan membantu Anda untuk mengenali bakat yang Anda miliki, yaitu :

  • Memiliki hasrat.

Ketika Anda melihat, mendengar atau menerima ajakan dari seseorang untuk mengerjakan suatu aktivitas, Anda merasa memiliki hasrat yang kuat untuk mengerjakannya. Anda juga begitu asyik pada saat mengerjakannya sehingga Anda masih berusaha mengulur-ulur waktu ketika saatnya untuk istirahat. Apabila Anda merasakan seperti itu, bisa jadi bahwa kegiatan tersebut adalah salah satu dari bakat alami Anda.

  • Kemampuan menguasai.

Apabila ada pekerjaan yang baru diperkenalkan pada Anda, sepertinya Anda tidak susah untuk mempelajarinya, bahkan Anda bisa melewati langkah-langkah yang belum diajarkan. Anda bisa menguasai pekerjaan tersebut dengan cepat dibandingkan dengan pekerjaan yang lain. Kelihatannya Anda berbakat dalam pekerjaan tersebut.

  • Merasa puas.

Ketika mengerjakan pekerjaan tersebut, Anda tidak saja hanya merasa senang tetapi juga merasa puas dengan hasil yang Anda peroleh.

  • Pendapat orang lain.

Menurut orang lain, Anda memiliki bakat dengan kegiatan yang sedang Anda kerjakan. Tentu saja orang lain tersebut adalah orang yang Anda percaya bahwa mereka memberikan penilaian yang jujur.

 Kondisi-kondisi diatas menuntut Anda untuk melakukan sesuatu aktivitas, dengan demikian Anda bisa mengetahui apakah Anda memiliki hasrat, terlihat lebih cepat menguasai, merasa puas dan mengetahui kesan orang lain pada saat Anda melakukannya. Jadi apabila Anda belum juga mengenali bakat alami Anda, kerjakanlah hal-hal yang baru yang selama ini belum pernah Anda kerjakan.

 Cari Peluang untuk Mengembangkan Bakat Anda

 Setelah Anda benar-benar mengerti bakat yang Anda miliki, cobalah menemukan peluang untuk mengembangkan atau mengoptimalkannya di tempat Anda bekerja saat ini. Peluang bukanlah hanya posisi atau jabatan yang kosong yang diumumkan di kolom iklan atau di papan pengumuman, tetapi juga sesuatu yang Anda lihat bahwa bakat dan keahlian Anda dibutuhkan disana. Mungkin pimpinan Anda tidak mengenal bakat yang Anda miliki sehingga dia tidak bisa menempatkan pekerjaan atau posisi yang tepat bagi Anda, tapi sesungguhnya Anda mengetahuinya. Oleh karena itu carilah atau ciptakanlah peluang agar Anda bisa menempati suatu posisi dimana Anda bisa mengembangkan bakat alami Anda disana.

 Mungkin Anda seorang karyawan yang saat ini bekerja di bagian produksi tapi Anda memiliki bakat di bidang lukis-melukis. Atau Anda bekerja di bagian engineering yang memiliki bakat menyanyi atau berbicara dalam banyak bahasa. Atau Anda karyawan yang bekerja sebagai tenaga penjual namun Anda memiliki bakat di bidang hitung-menghitung atau apa saja bakat Anda. Saya katakan sayang sekali kalau Anda membiarkan bakat tersebut hanya sekedar bakat tanpa ada usaha untuk mengembangkan dan mengoptimalkannya. Sediakanlah waktu Anda sejenak untuk melihat peluang untuk mengembangkan bakat Anda dimanapun Anda bekerja.

 Jadikan Bakat menjadi Kekuatan

 Segera setelah Anda mengenali bakat alami Anda dan telah menemukan peluang dimana Anda bisa mengembangkannya, maka selanjutnya adalah mengoptimalkannya supaya menjadi suatu  kekuatan bagi Anda. Anda membutuhkan pengetahuan tambahan dan latihan-latihan untuk menjadikan bakat yang Anda miliki menjadi suatu kekuatan ( strength ) Anda yang luar biasa untuk mencapai puncak karier Anda.

 Setelah Anda sudah memiliki kekuatan di bidang tertentu, bukan berarti sudah tidak ada lagi bakat tersembunyi lain didalam diri Anda yang menunggu untuk ditemukan. Memang Anda tidak bisa unggul dalam segala hal, tetapi Anda bisa mengoptimalkan bakat-bakat alami Anda.  

 Ronny Siagian

HAMBURGER DAN TEMPE

Pada suatu ketika, terjadi satu perbincangan yang kedengarannya tidak bersahabat antara Tempe dan Hamburger di salah satu Meja Makan keluarga. Si hamburger dengan sikap seperti mengejek si Tempe yang sedari tadi kelihatan pucat, “Eh tempe, ngapain lo disini, ini bukan tempat lo, sono lo ke warteg sono !”. Dengan sedikit malu si Tempe hendak beranjak dari meja, tapi buru-buru terdengar obrolan antara tuan rumah dan nyonya “ Ma kok beli Tempe cuman tiga potong aja ?” Si nyonya menjawab “Dapat tiga potong aja sudah syukur, sekarang susah cari Tempe”. Si Tempe mendengar pembicaraan tuan rumah dan nyonya tadi, dan mulai bernafsu untuk mendapatkan informasi yang lebih lanjut tentang dirinya, si Hamburger juga menunggu pembicaraan selanjutnya. “Satu potong Tempe bisa Rp. 5000, malah lebih mahal dari Hamburger”.

“Ha..ha.. siapa dulu dong Tempe” si Tempe terbahak-bahak mengejek si Hamburger. Si Hamburger mulai bingung dan hampir tidak percaya,  penasaran. Lantas si Meja Makan yang sok tahu tapi memang kelihatannya dia banyak tahu, memberi komentar “Emang Lo baru tahu kalau Tempe itu terbuat dari kacang kedele yang diimpor dari Amerika, ongkosnya aja sudah mahal?” “Iya saya tahu, saya juga terbuat dari terigu yang diimpor dari Australia, emang sih dari China juga ada, tapi masak sih Tempe lebih mahal?” ujar si Hamburger nggak bisa terima. Si Meja Makan menambahkan “Katanya produsen Tempe sudah mulai mogok kerja karena harga kedelai melambung, katanya produsen sangat bergantung pada importir kedelai”. “Tapi ngomong-ngomong, anda-anda tahu nggak kalau gua juga diimpor dari Malasya dengan harga yang mahal” kata si Meja dengan gaya pamer. “Tapi lo kan bahannya dari hutan Indonesia yang diolah diluar negeri dan kita impor kembali” kata si Sendok. “Yang penting harga gua mahal, dari pada lo, impor tapi harga murah” jawab si Meja nggak mau kalah. “Ya, emang kami kelompok besi murahan dari China tapi kami ada dimana-mana seperti peniti, jarum pentul, mainan anak-anak, pisau, sepeda, pokoknya segala bentuk besi”. Perbincangan terhenti sejenak ketika mereka mendengar  ada teriakan yang kemudian menghilang. “Biasa, teman kita si Beras dari Thailand sedang ditelam tuan rumah, ntar juga giliran teman kita si Apple dari Washington” kata si Meja Makan dengan santai.

Sementara si Hamburger dan si Tempe masih terus berdebat untuk menentukan siapa diantara mereka yang paling bergengsi, mari kita renungkan, apa potensi dalam diri kita yang bisa kita kembangkan dan berikan untuk kemajuan bangsa ini.

Ronny Siagian