BE POSITIVE

positive_thinking_1087895Pernahkah Anda mendengar komentar seseorang yang mengatakan “saya merasakan ada aura negatif di tempat ini”. Saya bilang dia sok tahu ! Tapi diam-diam saya mencoba  mengoptimalkan semua indera perasaan saya siapa tahu saya bisa merasakan seperti halnya orang tersebut. Ayo, mari ikut dengan saya membayangkan ketika kita berada dalam suatu ruangan dimana terdapat orang-orang yang selalu marah-marah, wajah sinis, penuh gossip, ucapan menyindir dan menyakiti hati, tekanan berlebihan, wajah stress mungkin kita akan setuju dengan komentar orang tersebut.  Sebaliknya mari kita bayangkan ketika kita berada dalam suatu ruangan dimana terdapat orang-orang yang selalu senyum, menyapa dengan ramah, kata-kata yang menghibur dan menguatkan, wajah ceria, kata-kata pujian dan penuh semangat oh.. indah sekali, mungkin ini namanya aura positif.

 Kalimat Positive Thinking mungkin sudah sering kita dengar, tapi mari kita coba bedakan berdasarkan objeknya, yaitu berpikir positif terhadap diri sendiri, berpikir positif terhadap orang lain, berpikir positif terhadap pekerjaan, dan berpikir positif terhadap dunia sekitar kita.

 a.     Positif terhadap diri sendiri

 Berpikir positif terhadap diri sendiri, berarti pertama-tama melihat dan menyikapi diri sendiri dari sisi positif. Termasuk dalam hal ini menerima diri sendiri, menyadari kekurangan dan kelebihan diri sendiri, menghargai diri sendiri, serta terutama membangun dan memimpin diri sendiri. Hasil paling nyata dari pikiran positif adalah lahirnya rasa percaya diri yang kuat namun sehat.

Bagaimana mungkin orang bisa berkembang dengan motivasi yang kuat apabila dia sendiri selalu berpikir negatif tentang dirinya sendiri. Sedikit-sedikit menyalahkan diri sendiri. “Ah, dasar gue emang bodoh, emang gue dilahirkan menjadi pecundang, gue nggak pernah benar”.

Pikiran negatif seperti itu akan menteror Anda habis-habisan, dan suatu saat Anda akan berakhir secara mengerikan. Hilangkan pikiran seperti itu. Anda diciptakan oleh Sang Pencipta dengan segala kelebihan, Anda memiliki banyak kelebihan yang orang lain tidak memilikinya. Pikirkanlah selalu kelebihan Anda, jangan ditutupi tapi berikan ruang gerak bagi kelebihan Anda. Anda akan menjadi orang yang HEBAT.

 b.    Positif terhadap orang lain.

  Continue reading

Advertisements

BE TRUSTED

Suatu malam, saya membeli buah rambutan yang dijual di pinggir jalan. Namun setelah sampai di rumah, saya menjadi kecewa setelah menemukan kulit rambutan tidaklah semerah yang saya lihat di malam itu. Mungkin Anda pernah memperhatikan buah durian yang dijajakan di pinggir jalan dengan daging yang terlihat tebal dan kuning karena dibalut dengan plastik kresek. Atau mungkin Anda pernah merasa tidak puas ketika akan menempati rumah atau ruko yang Anda beli secara kredit, karena kenyataannya tidak seperti apa yang Anda bayangkan ketika melihat brosur di kantor pemasaran.

Dalam dunia persaingan, menonjolkan kelebihan ( strength ) adalah hal yang biasa, namun jangan pernah menutupi kelemahan ( weakness ) apalagi sesuatu yang sangat berpengaruh bagi orang lain. Biarkan kelemahan Anda atau produk Anda diketahui orang, karena kelemahan tersebut bisa saja mereka terima apabila ternyata keunggulan Anda sangat dominan.

Saya sering mendengarkan kekecewaan orang-orang ketika idola mereka ( artis, tokoh masyarakat, pejabat bahkan pasangan hidup ) kemudian diketahui tidak seperti yang mereka kenal sebelumnya. Jujur tidak membuat Anda kehilangan pamor tapi justru akan membuat Anda dihormati. Tentu orang akan sebal juga kalau setiap saat Anda menyatakan kelemahan Anda. Oleh karena itu berusahalah untuk memperbaiki kelemahan Anda.

Ronny Siagian

ABOVE THE LINE

Kiat Karyawan Menghadapi Krisis Global

Akhir-akhir ini, hampir setiap hari kita mendengar berita di koran, televisi dan media elektronik dampak dari krisis global yang terjadi di dunia dan tidak luput juga di negara kita Indonesia.  Para karyawan deg-degan setiap kali mendengar pengumuman yang disampaikan oleh pimpinan, “akankah terjadi pengurangan lagi ?” pikirnya kuatir. Mereka seolah-olah salah tingkah dalam menghadapi situasi seperti itu, mereka tidak tahu harus berbuat apa untuk menyelamatkan diri.

 Namun yang saya perhatikan adalah kenyatan bahwa ada karyawan yang diberhentikan dan ada karyawan yang tetap dipertahankan. Kenapa demikian ? Ketika pimpinannya ditanyakan, dikatakan bahwa karyawan yang dipertahanakan adalah karyawan yang memiliki kelebihan yang tidak dimiliki oleh karyawan lainnya. Hal lain lagi adalah bahwa mereka memiliki sikap dan karakter yang melebihi teman-temanya.

 Karyawan yang berada diatas garis rata-rata ( Above the Line ) biasanya memiliki mental yang unggul  (Winner Mentality ), dimana dia selalu berusaha untuk mendapatkan hasil yang terbaik dalam pekerjaannya. Sebaliknya karyawan yang memiliki mental pecundang (  Looser Mentality ) adalah karyawan yang selalu minta untuk dimengerti dan dimaklumi jika melakukan kesalahan bahkan mencoba mencari kambing hitam untuk disalahkan. Ada saja alasannya untuk membenarkan kesalahannya. Sikap seperti ini akan membuat orang lain dan pimpinannya menjadi jengkel, sehingga tidak mengherankan apabila karyawan yang seperti ini akan menduduki peringkat atas dari daftar karyawan yang akan diberhentikan.

 Nah berdasarkan kenyataan tersebut, maka para karyawan haruslah berusaha menjadi karyawan yang unggul ( Above the Line ) dengan memiliki mental yang unggul ( Winner Mentality ).

 Ciri-ciri karyawan yang memiliki Winner Mentality adalah :

 Ownership ( Sikap Memiliki )

 Meskipun hanya sebagai karyawan, rasa memiliki dan mencintai perusahaan sangat tinggi. Diawasi atau tidak diawasi dia akan tetap bekerja dengan antusias. Memang kita jarang menemukan karyawan seperti ini tapi sudah dapat dipastikan bahwa dia adalah karyawan yang sangat diperhitungkan di perusahaan dimana dia bekerja. Tantangan yang dihadapi oleh karyawan dengan tingkat ownership yang tinggi adalah ketika teman-teman kerjanya menjulukinya sebagai karyawan yang belagu, sok cari perhatian dan lain-lain sindirian negatip dari para karyawan pecundang.   Tapi suatu hal yang Anda harus ingat adalah, teman-teman tidak bisa menyelamatkan masa depan Anda sendiri. Namun meskipun demikian Anda perlu menjaga hubungan baik dengan setiap karyawan dengan sikap yang bersahabat atau friendly.

 Accountable ( Dapat Diandalkan )

 Dikategorikan pribadi yang yang dapat diandalkan atau dipercaya bila berkompetensi yang cukup dibidangya. Jadi disamping Anda memiliki sikap memiliki yang tinggi, Anda juga perlu mengembangkan keahlian Anda di bidang pekerjaan yang dipercayakan kepada Anda. Tentu accountability tidak dapat diperoleh dalam waktu seketika, namun itu adalah hasil dari pembelajaran dan  latihan serta pengalaman Anda selama ini. Jangan biarkan orang lain atau pimpinan Anda meragukan kemampuan Anda dalam menjalankan tugas-tugas yang sudah dipercayakan kepada Anda.

 Responsible ( Bertanggung Jawab )

 Ada banyak karyawan yang tidak mau mempertanggung jawabkan hasil pekerjaannya sendiri terutama bila hasilnya dinilai tidak baik. Dia selalu saja mencari alasan yang tepat untuk menyalahkan orang lain bahkan mencoba menyalahkan pimpinannya sendiri. Anda harus berani menanggungjawabi pekerjaan Anda sendiri bahkan pekerjaan Anak Buah Anda. Meskipun Anda terkesan banyak kesalahan ketika Anda mengakui kesalahan, tapi Anda akan dihargai sebagai orang yang jujur dan memiliki integritas yang tinggi oleha karena itu Anda patut diperhitungkan oleh pihak perusahaan. Tapi Anda tidak boleh selalu terlihat salah, oleh karena itu belajarlah dan berhati-hatilah dalam menjalankan tugas-tugas yang dipercayakan kepada Anda. Kesalahan akan semakin sedikit ketika Anda menjadi karyawan yang Accountable.

 Selamat menerapkan.

 Ronny Siagian

AM I DIFFERENT ? – Important for Your Career

Ketika saya dan keluarga hendak makan di salah satu restoran pujasera, kami harus antri karena semua meja sudah terisi. Saya melihat setiap kali ada orang yang sudah selesai makan dan beranjak dari kursinya – meskipun meja belum dibersihkan dari sisa-sisa makanan – namun tamu sudah langsung menyerobot,

Di restoran pujasera, petugas yang membersihkan meja berbeda dengan petugas yang menyajikan pesanan.  Namun saat itu saya melihat ada sesuatu yang berbeda dari seorang wanita pelayan pengantar makanan. Meskipun pengunjung sangat ramai namun selama pengamatan saya wanita itu tidak mengalami masalah untuk mengantarkan pesanan.  Kelihatannya dia sangat menguasai liku-liku dari layout restoran tersebut. Matanya selalu mengawasi setiap perubahan yang terjadi di dalam restoran sehingga dia mengetahui kondisi terkini dari restoran.

Hal yang menarik lagi adalah, meskipun ada petugas khusus yang membersihkan meja tapi dia masih sempat membersihkan beberapa meja lainnya, tanpa melalaikan pekerjaan dasarnya. Dia berpakaian rapi dilengkapi kain lap yang menggantung dikantong belakang celana dan dia selalu tersenyum dalam melakukan pekerjaannya, berbeda sekali dengan temannya yang terlihat cemberut. Mungkin teman-temannya sudah terlebih dahulu membayangkan capeknya melayani tamu sebanyak itu.

Saya kemudian menyimpulkan bahwa si pelayan wanita itu tidak saja mengetahui kondisi terkini dari restoran akan tetapi dia bisa bertindak untuk mencegah masalah yang mungkin terjadi. Saya yakin suatu saat wanita itu akan memperoleh kesuksesan dalam karirnya.

Menurut pengamatan saya banyak karyawan yang fokus kepada bidang pekerjaannya namun tidak bisa melihat persoalan yang dihadapi perusahaan secara umum. Pimpinan yang lebih atas dengan pandangannya yang lebih luas tentu saja bisa melihatnya. Oleh karena itu, karyawan ataupun profesional seperti pelayan yang saya contohkan diatas akan dianggap cocok untuk dipromosikan ke posisi yang lebih baik.

Am I different ? Cobalah renungkan sejenak ; Apakah saya cukup berbeda di tempat saya bekerja atau saya hanya seorang karyawan biasa-biasa saja.

Ronny Siagian

JUST DO IT !

Salah satu bab yang tertulis dalam buku

DARI BANGKU PUTIH KELUARGA MEL – MAKE YOUR DREAMS COME TRUE – Inspired by Melanthon Siagian adalah Unang Holan H – Just DO IT.

Unang Holan H-nya Pak Melanthon terdapat dalam prinsip PDCA yang sangat terkenal sehubungan dengan kegiatan Continuous Improvement.

Meskipun di setiap akhir Meeting QCC atau SGA semuanya sudah terencana dengan baik, termasuk PIC maupun tanggal mulainya, namun D – Do menjadi satu sesi yang susah dilakukan. Para Supervisor Lapangan seringkali harus selalu diingatkan dengan DO IT untuk menggerakkan mereka dalam roda putaran PDCA.

DO IT merupakan singkatan dari :

D – Define problem

O – Open mind

I – Identify best solution

T – Transform

DEFINE PROBLEM

Meskipun kelihatannya sederhana, tetapi ternyata banyak juga orang yang tidak mengenal permasalahan mereka sendiri. Bukan berarti mereka tidak punya masalah akan tetapi mereka tidak tahu apa sesungguhnya permasalahan yang mereka hadapi.  Kalau Anda sudah mengetahui permasalahan yang Anda hadapi itu bagus. Langkah-langkah berikut akan membantu Anda untuk mendefinisikan permasalahan Anda :

  • Pastikan bahwa Anda sedang mencari permasalahan bukan hanya gejala-gejala dari permasalahan. Untuk itu tanyakan kenapa masalah tersebut terjadi berulang-ulang hingga Anda memperoleh akar permasalahannya.
  • Gambarkan diagram tulang ikan dari permasalahannya. Apabila permasalahannya terlalu luas maka coba persempit atau breakdown kedalam ukuran yang lebih kecil.
  • Buat ringkasan dari permasalahan kedalam suatu bentuk format yang sederhana. Robert W. Olsen*) menyarankan bahwa cara yang paling baik adalah dengan menuliskan beberapa masalah dalam dua kata, kemudian pilihlah yang paling bagus.

OPEN MIND

Apabila Anda sudah mengetahui masalah yang akan Anda pecahkan, maka selanjutnya Anda mencarikan solusi pemecahannya. Dalam tahap ini kita mencoba mendapatkan sebanyak mungkin ide-ide. Walaupun ide yang kelihatannya jelek, tapi bisa saja menjadi bibit ide yang cemerlang. Ingat bahwa orang-orang memiliki perspektip yang berbeda-beda terhadap suatu masalah, oleh karena itu Anda harus terbuka terhadap ide-ide yang ada. Orang biasanya tergoda untuk menetapkan ide bagus yang pertama tanpa memperhatikan ide-ide yang lainnya.  Apabila Anda melakukan hal ini maka Anda akan kehilangan banyak solusi-solusi yang lebih baik.

IDENTIFY THE BEST SOLUTION

Dalam tahapan ini Anda memilih ide yang terbaik dari sejumlah ide yang Anda peroleh. Teknik Pengambilan keputusan ( Decision Making ) dengan Analisa Pohon Keputusan ( Decision Tree Analysis )  akan membantu Anda untuk memilih solusi yang terbaik. Ketika Anda sedang memilih solusi yang terbaik, Anda harus selalu ingat apa sasaran dari perusahaan atau departemen atau Anda sendiri. Biasanya Pengambilan Keputusan akan menjadi lebih mudah dengan cara demikian.

TRANSFORM

Setelah mengidentifikasi masalah-masalah yang ada dan mendapatkan solusinya, maka langkah terahir adalah mengimplementasikan solusi tersebut. Untuk memudahkan Anda untuk mengimplementasikan solusi yang sudah Anda tetapkan maka Anda perlu menyusun Action Plan atau rencana yang akan Anda lakukan secara tahap demi tahap. Dalam menjalankan action plan dibutuhkan waktu dan energy yang bisa saja kalau Anda tidak sungguh-sungguh maka Anda tidak akan memperoleh hasil yang optimal. Banyak orang-orang yang sangat kreatif sekalipun gagal dalam tahapan ini karena mereka tidak menjalankannya dengan sungguh-sungguh.

*) Robert W Olsen dalam bukunya ‘The Art of Creative Thinking’.

Ronny Siagian

ANTUSIAME DALAM BEKERJA

Berikut ini adalah cerita singkat yang saya perhatikan dari seorang anak muda saat pertama kali diterima bekerja – setelah menganggur beberapa lama. Dia tinggal di sebuah kamar kost bersama teman sekampungnya yang sudah terlebih dahulu bekerja. Jadi tidaklah mengherankan kalau dia sangat SENANG setelah menerima telepon pemberitahuan diterima bekerja di salah satu perusahaan yang ada di kawasan industri di Jakarta. Sepertinya dia merasakan badanya lebih ringan dan nafasnya sepertinya lebih segar ketika kalimat TERIMA KASIH TUHAN keluar dari mulutnya.

 Memang beberapa hari yang lalu dia mengikuti wawancara di salah satu perusahaan Jepang, namun dia tidak yakin akan diterima bekerja disana, mengingat waktu itu dia seperti dilecehkan oleh orang yang mewawancarainya. Dibukanya kembali file lamaran dan catatan-catatan yang ada di sudut kamarnya, ingin mencari informasi yang lebih lengkap dari perusahaan yang barusan meneleponnya. Dengan hati yang berbunga-bunga dia menghempaskan badannya diatas tempat tidurnya yang selalu berantakan. Kali ini dirapikannya tempat tidurnya dan sejenak dia berhenti sambil berpikir APA YANG HARUS DIPERSIAPKAN untuk memulai pekerjaan nanti. Dia membuka lemari pakaian plastik untuk mencari pakaian yang cocok untuk dikenakan saat bekerja nanti. Entah siapa yang diajaknya berbicara lewat telepon, barangkali dia bercerita dengan orang tuanya atau pacarnya atau temannya, entahlah tapi tampaknya suatu perbincangan yang menyenangkan.

 Dia SEPERTI TIDAK SABAR menunggu untuk mulai bekerja sesuai dengan jadwal yang sudah disepakati. Dengan sembunyi-sembunyi dia melintas di depan kantor yang nantinya akan menjadi kantor barunya. Dia mencoba membayangkan seperti apa lingkungan kerjanya, seperti apa bosnya  atau teman bekerjanya, dan dia BERTEKAD DALAM HATI “saya akan bekerja dengan baik !”.

Pagi-pagi sekali sang karyawan berangkat kerja dengan SEMANGAT, dia tidak mau terlambat. Agar tidak terlihat terlalu kepagian dia menunggu di warung yang tidak jauh dari kantor baru, karena memang masih terlalu pagi untuk ngantor atau bekerja. Sambil merapikan pakaian dan rangsel hitamnya dia mengambil langkah awal bekerja.

 Padahal SENYUMNYA TULUS tapi dia masih terlihat kaku ketika berkenalan dengan para karyawan. Semua informasi di hari pertamanya ditangkap dengan hati-hati dan kemudian direnungkan kembali di kamar kostnya. Setiap pagi dia bangun lebih awal, mandi lebih awal, berpakaian lebih awal persis seperti ketika mau berangkat piknik bersama keluarga ketika masih kecil. HARI-HARINYA MENYENANGKAN, wajahnya selalu berseri-seri, selalu ada senyum di bibirnya, seolah-olah setiap hari ia memenangkan lotere saja.

 Apakah Anda pernah mengalami hal yang seperti itu ? Mungkin ketika diterima sebagai karyawan baru, ketika dipromosikan untuk jabatan yang baru, ketika mendapatkan proyek baru atau ketika menjalankan bisnis yang baru. Apakah perasaan seperti itu masih Anda rasakan hingga saat ini ? Seandainya seperti itu. Inilah yang saya katakan dengan ANTUSIASME DALAM BEKERJA.

 Ronny Siagian

KIAT MENGATASI STRESS

Saya nggak pernah tahu seperti apa wajah saya kalau lagi serius kerja, untunglah ada teman saya yang menegur “Pak, wajahnya serem kalau lagi seius”. “Masa, padahal saya nggak merasa terlalu serius”. Kemudian saya mulai belajar untuk bisa bekerja serius tapi santai. Berikut adalah cara-cara yang saya terapkan :

Tersenyum kepada setiap orang

Bangun pagi saya membiasakan diri untuk tersenyum kepada istri bahkan kepada embun pagi yang segar. Tersenyum kepada satpam, office boy dan semua orang yang saya temui di kantor. Hampir semua mereka membalas senyuman saya dengan senyuman juga.

 Duduk dengan tegak

Posisi duduk yang tegak akan membuat paru-paru, jantung, otot dan saraf tetap rileks. Tapi kebiasaan duduk saya dari kecil sudah kurang bagus, sehingga saya harus kerja keras untuk memperbaikinya. 

 Memberi pujian kepada orang lain

Saya membiasakan diri untuk mengancungkan jempol kepada teman kerja yang saya lihat melakukan pekerjaannya dengan baik. Kadang-kadang saya berikan tulisan di kertas bahwa dia melakukannya dengan baik dan SMS sangat tepat untuk hal ini. Tapi sebaliknya saya dengan sopan menegur rekan kerja yang melakukan hal-hal yang nyata tidak baik.

 Bersahabat dengan orang periang

Ternyata kalau kita banyak bergaul dengan orang yang ceria, secara tidak sadar kita juga jadi ikut-ikutan ceria. Tidak diragukan lagi kalau orang yang ceria jarang stress karena pada saat itu paru-paru, jantung, otot dan saraf kita bisa lebih rileks.

 Berpikir positip dalam menghadapi setiap permasalahan

Apapun yang terjadi saya coba untuk berpikir dari sisi yang positip. Meskipun saya harus sering berlatih.

 Berbicang secara santai, akrab serta komunikatif

Nah ini yang saya perlu hati-hati, karena salah-salah bisa dianggap kurang serius. Karena banyak orang beranggapan bahwa orang yang berbicara santai adalah orang yang kurang serius bekerja.

 Menonton film humor

Saya lebih senang menonton Tom Jerry, Mickey Mouse atau Mr. Bean daripada Die Hard, Speed apalagi Hantu Jeruk Purut.

 Berolah raga secara rutin

Yang terkahir ini juga masih susah saya kerjakan. Paling juga berenang setiap minggu. Saya tidak disiplin berjalan minimal 15 menit setiap pagi. Saya akan usahakan.

 Ronny Siagian