REKAN YANG MENJATUHKAN

ronny siagianDalam lingkungan kerja, sering kita jumpai karyawan yang berusaha menjatuhkan rekannya di depan pimpinan. Sesungguhnya tindakannya itu dipicu oleh rasa ‘cemburu’ melihat peningkatan karier teman kerjanya.

Rasa cemburu itu muncul sebagai akibat psikologis ketakutan diri orang yang ingin menjatuhkan rekannya. Salah satu faktornya adalah “takut tersaingi” oleh orang yang dianggap sebagai saingan beratnya. Sehingga tanpa disadari oleh tingginya tingkat kecemburuan itu membuat mereka berusaha keras untuk menjatuhkan temannya dengan cara mencari muka atau menjilat di depan atasan. Apakah Anda mengalami hal seperti ini?

Tenang! Anda jangan gegabah menghadapi sikap rekan kerja yang berusaha menjatuhkan Anda. Membalas dengan menjatuhkan rekan kerja yang iri ini bukanlah solusi yang tepat. Sebaiknya hadapi dengan cerdas, jangan mudah terpancing emosi dengan membalas sikapnya.

Kasus jegal menjegal atau menjatuhkan rekan lain adalah hal biasa. Hal ini bisa terjadi di mana saja, termasuk di lingkungan kerja Anda. Tetaplah bekerja secara profesional, kalau perlu semakin ditingkatkan kemampuan Anda dalam bentuk tanggungjawab kerja terhadap perusahaan. Biarkan atasan Anda yang menilai sendiri bagaimana kualitas kerja Anda dan rekan Anda yang sibuk menjatuhkan Anda itu.

 

Seseorang yang berusaha menjatuhkan rekan kerjanya, maka dia akan berkurang konsentrasinya pada pekerjaan. Karena dia sibuk memikirkan bagaiman cara-cara menjatuhkan Anda dan sibuk membuat laporan-laporan miring tentang Anda. Jadi lebih baik tetaplah bekerja secara profesional. Jangan biarkan konsentrasi kerja Anda buyar hanya memikirkan usaha rekan kerja yang berusaha menjelek-jelekkan Anda di depan atasan.

Menanggapi seseorang yang sedang dibakar rasa cemburu dan iri untuk berusaha menjatuhkan Anda tentu tidak akan ada habis-habisnya bersiteru dengannya. Menanggapi ulahnya itu bukanlah cara yang tepat, justru bisa memperlebar masalah. Sebaiknya tahan emosi Anda dan diamkan atau biarkan saja. Anda terus saja bekerja seperti biasa, tidak usah dihiraukan ulah rekan kerja Anda itu.

Di bawah ini dijelaskan beberapa kiat untuk menghadapi rekan kerja yang berusaha menjatuhkan Anda.

DIHANTUI KETAKUTAN SENDIRI

KENALI JURUS MENJATUHKAN LAWAN

RENCANA JAHAT MENDATANGKAN KEBAIKAN

Ronny Siagian

Advertisements

ANTUSIASME

papa-cn-7i 1Antusiasme penting untuk selalu kita asah, terutama bagi Anda para karyawan, karena dengan antusiasme maka Anda memiliki peluang untuk berhasil dalam karier.

Seperti apa sih ‘antusiasme itu? Coba Anda perhatikan, ketika sedang jalan-jalan ke mal seringkali kita menemui banyak karyawan sales, karyawan gerai restoran ataupun café yang mengajak Anda untuk mencoba produk yang mereka tawarkan. Terkadang, mereka sampai berteriak-teriak menawarkan produknya guna menarik perhatian pengunjung mal yang begitu ramai.

Dengan bahasa tubuh dan sapaan ramah mereka akan mendekati kita untuk mencoba produk yang ditawarkan. Misalnya, “Mbak, dicoba ada menu baru di café kami, silakan mampir”

Ya itulah ‘antusiasme’ yang ditunjukkan para karyawan yang gencar menawarkan produk mereka kepada para pengunjung. Di mana saat mereka menawarkan produk baru itu, tatapan matanya fokus pada kita, dan suaranya yang lantang menjelaskan semua produk tersebut. Terlihat bagaimana bergairahnya para pekerja sales itu menawarkan kepada kita.

Antusiasme dalam bekerja adalah penting bagi karyawan dalam mencapai kesuksesan. Berikut contoh lain sikap antusiasme yang dapat membantu Anda untuk memahami pembahasan pada bab ini.

Saat-saat mendekati puncak gunung, energi dari para pendaki pasti akan semakin menurun. Namun ada satu kekuatan yang luar biasa yang mereka miliki ketika mereka sudah melihat puncak gunung yang mereka idam-idamkan. Meskipun puncak tersebut terkadang tidak terlihat jelas karena ditutupi oleh kabut yang tebal, tapi semangat untuk segera menggapainya semakin terasa. Keinginan yang kuat tersebut kita sebut sebagai “antusiasme”.

Begitu juga dengan Anda. Setelah membaca bab akhir buku ini, saya harap dalam diri Anda tumbuh sikap antusiasme untuk mencapai puncak karier sebagaimana yang Anda impikan. Terlebih Anda menyadari sudah bertahun-tahu Anda mendaki menuju perjalanan ke puncak karier yang cukup panjang, tentu Anda sudah menghabiskan banyak energi. Tetapi jika Anda merasa bahwa diri Anda hanya “berputar-putar” saja pada posisi yang itu-itu saja tanpa adanya perubahan dalam karier, maka sudah waktunya bagi Anda untuk “berdiam diri sejenak”.

Coba pusatkan kembali energi Anda, lalu periksalah GPS (global posisition system), liat petunjuk arah karier Anda dengan memerhatikan peta Struktur Organisasi yang ada pada perusahaan. Amati sejenak, dan perhatikan. Di mana saat ini posisi karier Anda berada? Seberapa jauh jarak Anda menuju ke puncak karier yang akan Anda raih?

Dengan menggunakan alat bantu GPS dan Struktur Organisasi itu akan memudahkan Anda untuk meringkas langkah Anda menuju puncak karier, supaya dapat mencegah Anda melakukan perjalanan yang tidak terarah. Karena kalau Anda salah arah, tentu akan sia-sia membuang energi dan waktu Anda. Jadi sebelum menuju ke puncak karier perhatikan dengan cermat arah jalan yang harus Anda lalui.

Namun, jika Anda sudah mengetahui bahwa posisi Anda sudah mendekati posisi yang akan Anda tuju, tentu Anda tidak akan berdiam diri, menyerah dan puas pada posisi tersebut.

Para pendaki sejati, meskipun mereka sudah sangat lelah, tetapi antusiasme atau semangat mereka akan semakin tinggi ketika mengetahui bahwa mereka sudah mendekati puncak gunung yang akan mereka capai. Mereka akan merencanakan pendakian puncak (summit attack) dengan baik. Secara tidak langsung, api antusiasme akan menggerakkan jiwa dan raganya menuju puncak.

Antusiasme, gairah, semangat atau passion merupakan syarat yang harus dimiliki seseorang apabila ingin sukses dalam hidup. Anda boleh saja mempunyai tujuan, keinginan, sasaran atau rencana yang sudah terjadwal dengan bagus, namun jika Anda tidak memiliki antusiasme dalam menjalankannya, maka bisa dipastikan bahwa hasil yang Anda peroleh tidak akan sesuai dengan yang Anda harapkan.

Orang-orang yang sukses adalah mereka yang memiliki antusiasme yang besar. Sebaliknya, orang-orang yang gagal adalah mereka yang tidak memiliki antusiasme di dalam hidupnya.

Karena itu milikilah semangat atau antusiasme di dalam setiap hal yang kita lakukan, agar semakin mendekatkan diri kita kepada sukses yang kita impikan.

Ronny Siagian

BERKOMUNIKASI DENGAN BAWAHAN

Berkomunikasi dengan BawahanTeman saya Sabariah, seorang guru, mengeluh tentang kepala sekolahnya, “Bapak itu bisanya cuman perintah dan marah-marah saja, sebenarnya dia itu nggak ngerti apa-apa”, katanya dengan nada kesal. Sepertinya bukan hanya Sabariah yang pernah mengatakan seperti itu, mungkin Anda juga pasti sudah banyak mendengar keluhan yang sama dari teman-teman Anda.

Memang, pada umumnya bos atau atasan cenderung berkomunikasi dengan anak buah dalam bentuk satu arah saja. Dalam memberikan informasi ataupun instruksi, para atasan kurang memperhatikan kondisi dan kebutuhan dari anak buahnya. Hal itu membuat anak buah tidak sungguh-sungguh mengerti apa yang dimaksudkan oleh atasannya. Akhirnya atasan kecewa dan marah-marah.

Apabila Anda mengharapkan anak buah Anda melakukan sesuai dengan yang Anda maksudkan, maka Anda harus mengkomunikasikannya dengan jelas. Berikut ini, ada beberapa hal yang perlu Anda perhatikan ketika berkomunikasi dengan anak buah :

  • Anda harus menggunakan bahasa yang mudah dimengerti oleh anak buah. Sesuaikan bahasa Anda dengan tingkat pendidikan dan kebiasaan mereka.
  • Anda bisa memberikan illustrasi, gambar ataupun contoh-contoh yang bisa membuat mereka semakin memahami maksud Anda.
  • Berikan kesempatan bagi mereka untuk bertanya.
  • Tanyakan kembali apakah mereka sudah mengerti apa yang Anda sampaikan. Minta mereka menjelaskan apa yang sudah mereka pahami. Kalau belum sesuai, segera dibenarkan dan minta mereka menjelaskannya kembali.
  • Berika pujian dan motivasi agar mereka melaksanakan instruksi Anda dengan baik.
  • Bimbinglah mereka dalam melaksanakan pekerjaan yang Anda berikan.
  • Pemperhatikan dan berempatilah atas persoalan-persoalan yang mereka hadapi.

Kalau anak buah Anda sudah bekerja dengan baik, maka target-target yang Anda berikanpun akan tercapai. Dengan demikian Anda bisa bergerak lagi ke arah pencapaian yang lebih tinggi.

Ronny Siagian

BERKOMUNIKASI DENGAN REKAN KERJA

Effective-CommunicationBerkomunikasi dengan rekan kerja adalah aktifitas yang mau tidak mau harus Anda kerjakan. Bahkan setiap hari. Anda tidak bisa mengelak dari aktifitas tersebut.

Coba banyangkan, di pagi hari Anda datang ke kantor, seharian tidak berbicara dengan siapapun. Anda memilih berdiam diri saat menunggu mesin foto copy dan printer yang masih dipergunakan orang lain. Anda hanya menggelengkan kepala ketika seseorang menanyakan sesuatu kepada Anda. Dan ketika mengikuti rapat, Anda memilih untuk berdiam diri. Anda mengerjakan sendiri segala sesuatu yang Anda butuhkan. Makan siang sendirian, pulang kerjapun tanpa pamitan. Sepertinya hal itu tidak akan mungkin terjadi bukan.

Sesungguhnya komunikasi dengan rekan kerja akan selalu Anda kerjakan. Tapi yang perlu Anda perhatikan adalah bagaimana berkomunikasi yang baik dengan mereka. Komunikasi yang baik akan menciptakan suasana yang nyaman bagi Anda dalam meniti karier.

Berikut adalah beberapa tips yang perlu Anda perhatikan dalam berkomunikasi dengan rekan kerja :

  • Menyapa rekan kerja dengan ucapan selamat pagi, merupakan komunikasi pembuka yang paling baik. Anda bisa menyapa dengan “apa kabar?” ketika mereka terlihat kurang ceria. Tunjukkan sikap empati pada saat mereka sedang bersedih atau sedang ada masalah. Anda bisa menawarkan bantuan kalau mereka terlihat membutuhkannya.
  • Berikanlah pujian untuk sesuatu yang patut dipuji kepada rekan Anda. Tapi jangan lakukan kalau hanya berbasa-basi.
  • Kalau Anda meminta bantuan dari mereka, mintalah dengan cara yang sopan.
  • Kalau Anda mengetahui bahwa rekan Anda melakukan kesalahan atau kekeliruan, sampaikanlah dengan cara yang bijak. Jangan sampai mereka merasa dihakimi atau dijatuhkan. Perlihatkanlah bahwa Anda melakukannya agar dia menyadari dan menjadi lebih baik.
  • Kalau Anda ingin memberikan pendapat atau masukan dalam suatu pembicaraan, diskusi atau meeting, lakukanlah dengan cara yang sopan, tanpa ada tendensi hanya menguntungkan diri sendiri.
  • Kalau Anda secara sengaja atau tidak sengaja melakukan kesalahan, maka berbesar hatilah untuk mengakuinya dan meminta maaf kepada orang yang sudah Anda repotkan atau lukai.
  • Jagalah kerahasian dari rekan kerja Anda.

Ronny Siagian

BERKOMUNIKASI DENGAN ATASAN

Berkomunikasi dengan Atasan

Cara Anda berkomunikasi dengan atasan merupakan salah satu kunci kesuksesan dalam meniti karier. Kenapa ? karena atasan Anda adalah orang yang paling menentukan dalam mempromosikan Anda ke jenjang yang lebih tinggi. Oleh karena itu Anda harus berhati-hati ketika berkomunikasi dengan atasan Anda.

Anda harus bisa mengoptimalkan setiap kesempatan untuk berkomunikasi dengan atasan Anda. Mungkin Anda tidak memiliki banyak waktu untuk berkomunikasi dengan atasan, oleh karena itu Anda harus mampu berkomunikasi dengan efektif.

Pada umumnya bentuk komunikasi dengan atasan adalah : mendengarkan, memahami dan mengerjakan instruksi dari atasan dan kemudian melaporkan hasil yang sudah Anda kerjakan kepada atasan Anda tersebut.

Mendengarkan

Komunikasi yang efektif dimulai dari kemampuan dalam mendengar. Anda harus mendengarkan setiap pembicaraan atasan dengan seksama. Perlihatkan keseriusan dan antusiasme dalam mendengarkan informasi atau instruksi dari atasan Anda.

Keseriusan dan antusiasme dari seseorang dalam mendengar, bisa dilihat dari sikapnya pada saat mendengar. Orang yang sibuk mempermainkan sesuatu, atau melirik kesana-kemari, atau pandangannya terlihat kosong, pastilah bukan orang yang serius dalam mendengarkan.

Bagaimana dengan Anda ? Seperti apakah sikap Anda ketika mendengar atasan berbicara ? Apakah Anda mendengarkannya dengan serius ? atau Anda mengangguk-anggukkan kepala, padahal Anda tidak mengerti apa yang dibicarakan atau yang diinstruksikannya ? Kalau seperti itu, apa yang Anda kerjakan, tidak akan sesuai dengan harapan atasan Anda. Akhirnya dia akan kecewa dengan Anda.

Oleh karena itu kemampuan dalam mendengar merupakan bentuk komunikasi yang sangat penting untuk diperhatikan.

Bertanya dan Memberi Tanggapan

Jangan keliru, seorang bawahan yang baik bukanlah orang yang melakukan semua instruksi  dari atasannya tanpa pertimbangan apapun. Oleh sebab itu, apabila Anda belum mengerti apa yang dimaksudkan oleh atasan, haruslah Anda tanya. Demikian juga apabila Anda merasa perlu memberikan ide, untuk memperkuat ataupun merubah instruksi dari atasan Anda, lakukanlah dengan cara yang sopan dengan alasan-alasan yang kuat, supaya Anda tidak dianggap sebagai karyawan yang sulit diatur.

Untuk itu, Anda harus mempelajari karakter dari atasan, agar Anda bisa mencari waktu dan sikap yang tepat untuk berkomunikasi dengan dia.

Melaporkan

Teknik serta etika dalam melapor adalah sesuatu yang bisa dipelajari dengan mudah. Berikut, beberapa tips yang perlu Anda perhatikan dalam membuat laporan (lisan ataupun tulisan) :

  • Buatlah konsep atau poin-poin yang akan Anda laporkan kepada atasan Anda. Cara ini secara otomatis akan membuat Anda menguasai  maksud dan tujuan dari laporan tersebut. Dari konsep tersebut, Anda juga bisa mengantisipasi respon dari atasan Anda.
  • Laporan harus mudah dimengerti. Jangan menggunakan kata-kata atau istilah-istilah yang terlalu canggih. Laporan yang baik dan efektif tidak dinilai dari canggihnya kata-kata dan kalimat yang tertulis dalam laporan, akan tetapi laporan yang mudah dimengerti oleh  yang semua orang, itulah yang paling efektif.
  • Laporan tertulis harus dibuat secara sistematis, dengan urutan : latar belakang, tujuan, analisa dan kesimpulan serta ide-ide yang perlu Anda sampaikan. Tuliskan atau sampaikan dalam bahasa yang mudah dimengerti.
  • Berbicaralah dengan jelas. Jangan sampai atasan Anda kesal karena suara Anda tidak kedengaran, atau karena cara pengucapan Anda yang tidak jelas.
  • Perhatikan etika dalam menyampaikan laporan, jangan sampai ada tendensi menyalahkan pihak-pihak tertentu. Setelah itu, Anda harus terbuka terhadap kritikan dan masukan dari atasan atau pihak lain.
  •  Pada saat berbicara dengan atasan, hindari cara mengutarakan sesuatu seolah-olah kedudukan Anda setingkat dengan dia. Hindari pembicaraan yang terlalu pribadi. Ingatlah bahwa keakraban ada batasnya pada saat Anda berada di lingkungan kerja. Biarkan atasan mengendalikan pembicaraan, Anda haru bisa mengantisipasinya. Sesuaikan selera humor. Hindari cerita yang dapat menghina atasan.

Ronny Siagian

BERKOMUNIKASI DENGAN BAIK

Foto Ronny SiagianSebagai seorang karyawan tentunya Anda sudah sering diperhadapkan dengan berbagai masalah di tempat Anda bekerja. Memang, dimanapun kita bekerja, masalah akan selalu ada, tidak akan pernah habis. Tapi kalau kita perhatikan, ternyata kebanyakan permasalahan lebih disebabkan karena kurang efektifnya komunikasi diantara para karyawan.

Kesalahan desain produk yang terjadi di perusahaan manufaktur, bukan semata-mata karena para insinyur tidak bisa mengerjakannya, akan tetapi karena adanya perbedaan persepsi atas informasi yang diterima. Instruksi dari pimpinan yang tidak dilaksanakan oleh anak buah bukan karena anak buah yang membangkang, akan tetapi lebih sering karena mereka tidak mengerti dengan jelas isi dan maksud dari instruksi tersebut. Demikian juga dengan tindakan atau keputusan yang diambil oleh pimpinan, menjadi tidak tepat sasaran karena informasi yang diterima oleh anak buah tidak mencukupi.

Karena banyaknya masalah komunikasi yang timbul di dalam organisasi, maka para pemimpin selalu menekankan akan pentingnya menjalin komunikasi diantara para karyawannya.

Kemampuan berkomunikasi menjadi suatu keharusan bagi seorang karyawan dalam menjalankan tugasnya sehari-hari. Namun lebih dari itu, kemampuan berkomunikasi yang efektif, bisa menjadi sarana untuk meningkatkan karier seorang karyawan di tempatnya bekerja.

Yanto seorang karyawan baru yang diterima sebagai stock keeper di gudang alat-alat berat di salah satu mine site dari perusahaan kontraktor tambang milik orang asing, tentu pengalamannya masih kalah dibandingkan dengan karyawan-karyawan seniornya. Namun kemampuannya dalam berbahasa Inggris membuat dia menjadi orang yang dipercaya oleh superintendentnya dalam memberitahu tugas-tugas yang harus dikerjakan oleh karyawan lainnya. Kemampuannya dalam memahami pembicaraan dan pemikiran dari superintendentnya dan kemudian kemampuannya dalam mengomunikasikannya kepada karyawan lain, membuat dia dipercaya menjadi seorang pemimpin kelompok (group leader).

Mungkin Anda juga sering mendengar atau memperhatikan bahwa mereka yang menguasai teknik-teknik berkomunikasi yang baik, terlihat lebih menonjol dan menjadi seorang pemimpin dimanapun dia berada. Oleh karena itu, apabila karier Anda ingin melejit,  pelajarilah cara berkomunikasi yang efektif.

Ada banyak model komunikasi yang terjadi diantara karyawan, namun yang akan kita bahas dalam bab ini adalah bentuk komunikasi yang terjadi diantara para karyawan berdasarkan hirarki atau struktur organisasi.

  • Berkomunikasi dengan Atasan
  • Berkomunikasi dengan Rekan Kerja
  • Berkomunikasi dengan Bawahan

Ronny Siagian

PERCAYA DIRI ( Bagian 3 Habis )

MENGEMBANGKAN RASA PERCAYA DIRI

self confidenceBanyak sekali teori yang bisa kita pelajari untuk mengembangkan rasa percaya diri, bahkan saat ini kita tidak akan terlalu sulit menemukan sekolah, kursus-kursus atau seminar yang bisa diikuti untuk mengembangkan rasa percaya diri kita. Apapun itu, Anda perlu mencobanya dan berusaha menerapkannya.

Ikutilah tips-tips berikut ini agar Anda bisa mengembangkan rasa percaya diri Anda.

  •  Jangan terlalu menilai diri.

Semakin lama Anda menilai diri Anda sendiri maka semakin banyak kelemahan yang Anda temui dalam diri Anda sendiri. Oleh karena itu tidak usah berlama-lama untuk menilai diri Anda sendiri. Memang teknik SWOT ( Strengths, Weaknesses, Obstacles and Threats) bisa digunakan untuk mengevaluasi diri sendiri, tapi sebaiknya tidak usah berlama-lama dalam mencari  tahu apa weakness Anda. Karena kalau Anda tidak bisa menyikapi kelemahan Anda dengan positif, maka bukan sesuatu yang baik yang Anda dapat, justru Anda menjadi semakin tidak percaya diri dengan semua kelemahan yang Anda miliki tersebut.

Dalam acara kebersamaan, ada kalanya setiap anggota team diminta untuk saling terbuka untuk memberitahukan kekurangan rekan kerjanya, dengan maksud agar orang tersebut bisa memperbaikinya. Tapi sering sekali team bukannya semakin solid malah semakin berantakan.

  •  Positive thingking

Continue reading